Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Cerita Eko, Warga Desa Tertinggal Bertahan Hidup Dari Hasil Penjualan Bibit Lele

Kategori : Ekonomi Senin, 07 September 2020 - Oleh adminweb

Siaran Pers No. 488/113/HUMPRO/IX/2020

Senin, 07 September 2020

Suka Makmue, Tahun 2020 dikenal dengan jaman milenial, yang mana perekonomian masyarakat di Indonesia mulai tumbuh berkembang dan maju dengan pemanfaatan fasilitas digital atau internet.

Kemajuan itupun terlihat dari pembangunan yang dimulai dari Gampong (Desa), pemerintah pun telah memberikan hak penuh kepada para Keuchik (Kepala Desa) dalam pengelolaan Dana Desa (DD) sebesar 1 Miliyar perdesa yang dianggarkan setiap tahunnya.

Berbeda halnya dengan Gampong Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh yang hingga kini masih terlihat seperti desa tertinggal, transportasi penyebrangan sungai masih menggunakan boat mesin motor, akses jalan yang sangat buruk dan badan jalannya tanah liat, saat musim penghujan warga akan sulit berlalu lalang dan hal ini tentunya akan mempengaruhi perekonomian masyarakat setempat.

Walau kondisi demikian, tak menjadi suatu kendala bagi sebagian warga yang mempunyai semangat untuk maju. Seperti Eko Supriyatno (31), dengan kegigihan dan usahanya hingga kini dia bisa bertahan hidup dan menghidupi keluarga kecilnya dari hasil penjualan bibit lele sangkuriang.

Berbekal pelatihan yang diberikan melalui Dinas Transmigrasi dan modal seadanya, saat ditemui, di depan halaman rumahnya terlihat beberapa petak kolam yang berisi ribuan benih lele sangkuriang, saat itupun terlihat Eko sedang sibuk memantau perkembangan anak-anak lele itu.

“Kalau modalnya itu pada bulan Januari 2019 lalu, kita dibantu sedikit oleh Dinas Transmigrasi dan dari situlah saya mulai mencintai yang namanya berbudidaya (lele sangkuriang) ini mengembangkan usahanya sampai saat ini,”ujarnya, saat ditemui dikediamannya di Gampong Blang Lango, Sabtu 29 Agustus 2020.

Saat ini Eko memasarkan bibit lele masih diseputaran Kabupaten Nagan Raya, menurutnya sejauh ini peluang pasarnya pun sangat menjanjikan.

“Karena yang namanya kita mempunyai produk pasti akan ada pembeli, kalau untuk pemasaran di Nagan Raya ini kita jual eceran, alhamdulillah hingga kini saya sudah bisa menjual sebanyak 8.000 bibit lele setiap bulannya,”ujarnya.

Dari hasil penjualan bibit lele saja hingga kini Eko bisa meraup omset 3.000.000 rupiah setiap bulannya.

Harga bibit lele yang dijualnya bervariasi tergantung tingkatan besar kecilnya, mulai harga 100-300 rupiah perekornya.

Selain itu, Eko berharap kepada pemerintah agar dapat mendukung dalam pengembangan usaha UMKM masyarakat atau Usaha Perbenihan Rakyat guna meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat khususnya mereka yang tinggal didaerah tertinggal.

Humas dan Protokol