Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

PEMKAB NAGAN RAYA GELAR PELATIHAN PENGURUS LEMBAGA ADAT TINGKAT KECAMATAN

Kategori : Budaya Kamis, 12 September 2019 - Oleh adminweb

Suka Makmue - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Nagan Raya, Kamis (12/09) menggelar pelatihan Pengurus lembaga adat tingkat kecamatan yang tersebar dalam beberapa wilayah Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan ini berlangsung di aula Kakanmenag Kompleks Perkantoran Suka Makmue.


Ketua MAA Nagan Raya Drs. Syech Marhaban dalam laporannya mengatakan,Kegiatan tersebut diikuti sekitar 65 orang peserta yang terdiri dari 30 orang keuchik gampong dari kecamatan seunagan, Suka Makmue, Kuala dan Kecamatan Kuala Pesisir. Dan 35 orang ketua Tuha Peut gampong terdiri dari kecamatan yang sama. Kegiatan ini dibuka langsung oleh bapak Wakil Bupati Nagan Raya H.Chalidin Oesman,SE,MM


Dalam sambutannya Wakil Bupati Mengatakan “Pembangunan bidang adat istiadat aceh khususnya Kabupaten Nagan Raya, sebagai salah satu produk budaya bangsa dalam konteks peradaban global. Berlandaskan 4 pilar : pancasila, undang-undang 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, harus berorientasi “Mate Aneuk Meupat Jeurat Gadoeh Adat Pat Tamita” (Mati Anak Ada Kuburan, Mati Adat Dimana Kita Cari) sebagai Geist (jiwa) sprit budaya adat aceh. Orientasi filosofis ini juga dalam rangka mendukung program bupati kabupaten Nagan Raya” Agama Tapeukong Budaya Tajaga” dengan program aceh damai dan aceh meu adab”.


Tambahnya, Identitas masyarakat aceh dibangun atas nilai-nilai falsafah agama dan adat merupakan kontruksi budaya yang telah mengakar kuat dan menjadi payung hukum dan semua lingkungan kehidupan masyarakat aceh. Terintegrasinya falsafah tersebut dalam sistem sosial masyarakat aceh dan masih di pegang teguh saat ini, tidak hanya dipahami dalam aspek lembaga vertikal semata. Namun juga, dalam aspek lembaga horizontal. Hal ini dapat dicermati bagaimana di aceh jika historis lahirnya lembaga adat aceh yang menjadi manifestasi dari kebutuhan sosial, budaya dan politik masyarakat aceh. Terutama dalam konteks mempertahankan identitas lokal ke acehan. Kekuatan lembaga adat dalam hukum masyarakat aceh, tidak hanya sebagai wahana partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Namun dalam hal konteksnya yang lebih luas dan universal, justru adat juga bersinggungan dengan hukum dan peradilan, terutama fungsinya sebagai wadah penyelesaian konflik dan sengketa dalam wilayah kewargaanya untuk menjaga ketertiban sosial, kedamaian keadilan dan keamanan lingkungan masyarakat. Dalam konteks ini keberadaan dan eksistensi lembaga adat dan aktor-aktor yang berperan didalamnya keuchik, tuha peut serta aparat gampong.


Adapun Nara Sumber yang memaparkan materi pada acara yang berlangsung selama satu hari itu masing-masing Assisten Pemerintahan dan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Nagan Raya Zulfika,SH dan Bapak A. Malik Musa,SH, MH.

-HUMAS DAN PROTOKOL-