Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

e-Bulletin Aceh Hebat (Oktober 2017)

Kamis, 19 Oktober 2017

100 Hari Irwandi – Nova.

Seratus hari pemerintahan bukanlah waktu yang lama. Masih ada sisa 57 bulan untuk memimpin genap lima tahun. Namun di saat-saat beginilah publik mulai menilai kinerja. <Download e-Buletin 100 Hari Irwandi Nova> Apa-apa yang sudah dilakukan dan janji politik apa yang belum terpenuhi. Jumat pekan lalu Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah genap memimpin Aceh selama 3 bulan sejak dilantik Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pada 5 Juli 2017.

Mereka dipilih rakyat lewat pesta demokrasi yang melibatkan 3,4 juta rakyat Aceh. Hampir 38 persen pemilih memilih pasangan ini. Rasa lelah tim sukses dan relawan seakan berbayar saat KIP Aceh mengumumkan kemenangan Irwandi atas lima pasangan lain: mereka sah menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Meski demikian, Irwandi menegaskan kemenangan yang ia raih bukanlah kemenangan para tim sukses dan relawan semata. “Kita tidak melihat timses, tapi rakyat. Saya tidak akan membalas jasa relawan tapi semua rakyat. Di mana di dalam rakyat ada relawan.” Begitu janji Irwandi. Nah, di 100 hari kepemimpinan mereka, apa yang sudah diperbuat? Kami merangkum kinerja pemerintahan baru dengan bekal pengalaman periode 2007-2012– ini dengan melampirkan data-data terkait janji politik dan visi-misi mereka di saat maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam tahapan Pemilukada lalu.

Beberapa program menjadi prioritas, seperti Aceh Seujahtera (JKA Plus), Aceh Carong dan Aceh Seumeugot, tanpa mengurangi urgennya seluruh program pembangunan yang pro rakyat. Tiga bulan kepemimpinan Irwandi-Nova, mereka mencoba wara-wiri ke berbagai negara, mencari para investor. Beberapa tersambut, sebagian lain butuh kejelasan terkait kondisi Aceh. Namun gubernur ‘nyentrik’ ini punya jurus lain: gelar ragam event internasional dengan programnya Aceh Teuga. Para tamu asing diundang: biarkan mereka melihat sendiri bahwa Aceh sudah sepenuhnya Aman. Tabloid Aceh Hebat merangkum seluruh kegiatan Irwandi-Nova. Kami memaparkan seluruh terobosan mereka berdua, baik dalam pembenahan birokrasi pemerintahan, maupun ragam program lain yang pada intinya membawa perubahan menjadikan Aceh Hebat. [REDAKSI]

Download e-Buletin 100 Hari Irwandi Nova

The post e-Bulletin Aceh Hebat (Oktober 2017) appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Kunjungan Kerja Wagub Aceh ke Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya

Kamis, 19 Oktober 2017

Humas Aceh | 19 Okt 2017

Kunjungan Kerja Wagub Aceh ke Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya

The post [Video] Kunjungan Kerja Wagub Aceh ke Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Kunjungan Kerja Wagub ke Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya

Kamis, 19 Oktober 2017

Humas Aceh | 19 Okt 2017

Kunjungan Kerja Wagub ke Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya

The post [Video] Kunjungan Kerja Wagub ke Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub: Kunjungan Kerja adalah Bentuk Silaturrahmi

Kamis, 19 Oktober 2017

Humas Aceh | 19 Okt 2017

Aceh Barat – Silaturrahmi adalah filosofi tertinggi dari kunjungan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang berlangsung mulai hari ini (18-31/10). Oleh karena itu, semangat silaturrahmi ini diharapkan dapat membuat hubungan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota semakin baik. Dengan sinergi yang baik, berbagai kendala yang ada dapat segera diketahui dan dicari solusinya.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meninjau proyek lanjutan pembangunan Pasar Tradisional Ujong Pasie, Nagan Raya, Rabu 18 Oktober 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, saat memberikan sambutan dan arahan kepada Bupati Aceh Barat, dan seluruh jajaran serta rekanan, pada kunjungan kerja untuk memantau perkembangan sejumlah proyek infrastruktur yang ada di sejumlah wilayah di Aceh, Rabu (18/10/2017).

“Silaturrahmi itu penting! Kunjungan ini membuktikan bahwa tidak ada istilah superman dalam hal pembangunan. Oleh karena itu, semoga silaturrahmi ini semakin menguatkan sinergi antara semua pihak di kabupaten/kota dengan Pemerintah Aceh dikedepankan dalam setiap proses pembangunan,” ujar Wagub.

Nova juga menghimbau kepada para pemangku kebijakan dan rekanan untuk tidak takut atau alergi dengan kunjungan kerja yang dilakukan Gubernur dan Wagub karena kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur di kabupaten/kota.

“Kunjungan kerja ini merupakan tanggungjawab Pemerintah Daerah dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan tetapi untuk menemukan kendala dan mencari solusinya,” tegas Wagub.

Dalam kunjungannya ke Aceh Barat, Wagub dan rombongan meninjau proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien. Untuk diketahui bersama, RS ini merupakan salah satu dari lima RS Regional yang rencananya dibangun Pemerintah Aceh.

Berdasarkan rencana, RS Cut Nyak Dhien akan dibangun dua lantai plus basement dengan kapasitas 500 tempat tidur atau dua kali lebih besar dibanding dengan RS Cut Nyak Dhien yang lama. Meski saat ini proses pengerjaan minus 10 persen dari target awal, namun Wagub optimis proses pengerjaan akan selesai sesuai target.

“Deviasi 10 persen itu masih ambang batas yang bisa dimaklumi. Namun tadi sudah saya perintahkan agar rekanan menambah tenaga kerja, memberlakukan sistem kerja shift, dan merubah metode kerja. Untuk mengejar ketertinggalan 10 persen target itu harus bekerja dengan tidak biasa, maka metode kerj harus dirubah,” imbuh Gubernur.

Terkait pembangunan RS regional, Wagub menghimbau semua pihak untuk memfokuskan segala daya upaya untuk kesuksesan penyelesaian pembangunan RS Cut Nyak Dhien. “Semakin cepat selesai, maka manfaatnya akan semakin dirasakan oleh warga.”

Mulai tahun 2018, sambung Wagub, proyek pembangunan RS ini akan dilanjutkan dengan skema multi years. “Saat ini kita sedang menunggu persetujuan Mendagri. Oleh karena itu, sinergi kita sangat diperlukan agar skema pembangunan multiyears mendapat persetujuan Mendagri.

Dalam kesempatan tersebut Wagub kembali mengingatkan agar Pemkab Aceh Barat segera perespon janji Menteri Kelautan dan Perikanan beberapa waktu lalu saat memberikan kuliah umum di Universitas Teuku Umar. “Pemkab harus segera merespon janji Ibu Susi terkait pembangunan TPI dan Cold Storage di Aceh Barat. Segera kirim surat dan proposal.

Selain RS Cut Nyak Dhien, Wagub juga meninjau lokasi proyek pembangunan Pesantren Hafidz. Di lokasi ini, Wagub kembali mengingatkan rekanan untuk bekerja lebih cepat karena pengerjaannya mengalami deviasi sebesar 15 persen dari target awal.

“Selagi cuaca bagus, maka pengerjaan harus dipacu. 15 persen ini deviasi yang besar. Segera tambah pekerja dan rubah metode kerja,” ujar Wagub tegas.

Tahun 2017 ini, di Aceh Barat terdapat 110 paket pengerjaan dengan total anggaran sebesar RP178,4 miliar.

Dari paket proyek tersebut, sebanyak 71 paket senilai 100,1 miliar merupakan proyek yang bersumber dari dana otonomi khusus. Sedangkan 39 paket senilai Rp78,3 miliar merupakan paket yang bersumber dari dana APBA

Dari Aceh Barat, Wagub dan dan rombongan langsung bertolak ke Kabupaten Nagan Raya. Di sini, Wagub meninjau proyek lanjutan pembangunan Pasar Tradisional Ujong Pasie.

Melihat lokasi pembangunan pasar yang jauh dari pemukiman warga, Wagub menghimbau agar Pemkab Nagan Raya meninjau ulang proyek tersebut.

“Coba ditinjau ulang dan evaluasi. Jika kita lanjutkan masih membutuhkan dana Rp12 miliar lagi dan itu belum tentu fungsional, mengingat lokasi yang sangat jauh dari pemukiman warga dan pusat keramaian. Namun jika dihentikan jug sayang dana besar yang telah dikeluarkan untuk pembangunan proyek hingga ke tahap ini,” ujar Wagub.

“Pasar itu adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang bertransaksi, namun jika lokasinya saja sangat jauh dari pemukiman warga, saya pesimis bangunan itu akan fungsional walaupun telah 100 persen dibangun. Saran saya, segera turunkan konsultan untuk mengkaji apakah layak proyek tersebut dilanjutkan, atau jika bisa dialihkan, kira-kira dialihkan untuk bangunan apa untuk lokasi seperti itu,” sambung Wagub.

Di Nagan Raya, Wagub juga meninjau lokasi pembangunan Stadion Aceh Jaya yang berada di dalam kawasan komplek perkantoran Pemkab Aceh Jaya.

Tahun ini, di Nagan Raya terdapat 107 paket proyek yang bersumber dari dana otonomi khusus dan tersebar di sejumlah dinas, dengan total anggaran mencapai Rp165,5 miliar. Sedangkan proyek yang bersumber dari dana APBA sebesar Rp 41 Miliar yang tersebar di 30 paket pengerjaan.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Wakil Gubernur Tidak hanya didampingi oleh para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh terkait tetapi turut pula membawa serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari Daerah Pemilihan mereka. Para anggota DPRA yang turut serta dalam kunjungan kerja Wagub Aceh adalah M Tanwir Mahdi, Iskandar Daud, Zaini dan Zainal.

Wacanakan Forum Legislatif

Dalam sambutannya pada pertemuan dengan Bupati dan jajaran SKPK Aceh Barat, Iskandar Daud, menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Aceh yang telah berinisiatif untuk mengajak legislatif pada kunjungan kerja tahun ini.

“Ini baru pertama kali, semoga kunjungan bersama ini bisa tetap dipertahankan, karena dengan begini maka sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam rangka melakukan pembangunan dan pengawasan dapat terlaksana,” ujar Iskandar Daud.

“Kita ingin membangun paradigma baru, adanya keterpaduan Pemerintah Aceh dengan DPRA, kemudian ada bupati/wali kota dan DPRK, SKPA di Pemerintahan Aceh dan SKPK semua bersatu padu menjadi sebuah tim. Karena semua skema pembangunan yang kita lakukan memiliki tujuan yang sama, yaitu kemanfaatan bagi rakyat. Oleh karena itu, kerja-kerja ini harus kita lakukan bersama-sama,” timpal Wagub.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Bupati Nagan Raya, Jamin Idam dan seluruh jajaran SKPK Nagan Raya, Wakil Gubernur Aceh mengungkapkan bahwa Pemerintah Aceh mewacanakan pembentukan Forum Legislatif Aceh. Forum ini nantinya terdiri atas anggota DPR RI asal Aceh, Anggota DPRA dan DPRK.

“Pemerintah Aceh berharap jika forum ini jadi terbentuk, maka akan sangat membantu kerja-kerja para anggota legislatif. Selain itu, dengan berlangsungnya forum ini secara periodik maka akan menghindari kecolongan tereduksinya UUPA dan berbagai kewenangan Aceh lainnya tidak akan terjadi lagi di masa mendatang. Nanti pak Gubernur atau saya siap menjadi Host-nya” pungkas Wagub. (Ngah)

The post Wagub: Kunjungan Kerja adalah Bentuk Silaturrahmi appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

BNN – Pemkab Atim MoU Pemberantasan Narkoba

Rabu, 18 Oktober 2017

Humas Aceh | 18 Okt 2017

IDI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menandatangani Nota Kesepahaman dan Focuss Group Discussion (FGD) tentang Kebijakan dan Strategi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GA).

Kegiatan itu dipusatkan di Aula Serbaguna Idi, Kab. Aceh Timur di Idi, Rabu (18/10/2017). MoU tersebut ditandatangani oleh Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib didampingi Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un. Sementara pihak BNNP Aceh dihadiri Brigjen Pol Drs. Faisal Abdul Nasser, MH, selaku Kepala BNN Provinsi Aceh.

Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib atau Rocky dalam kesempatan itu mengharapkan BNN Provinsi Aceh, segera mengusulkan kepengurusan BNN Kabupaten Aceh Timur dan kantornya nanti juga dibangun di Idi sebagai Ibukota Pemkab Aceh Timur. “Kita sangat mendukung keberadaan BNN di Aceh Timur, apalagi daerah ini berada dipesisir perairan Selat Malaka yang angka kerawanan narkoba tinggi,” kata Rocky.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs. Faisal Abdul Nasser, MH, dalam arahannya mengharapkan seluruh pihak khususnya aparat penegak hukum untuk sama-sama memberantas narkoba, baik itu Kejaksaan, Polri, TNI maupun instansi terkait lainnya. “Mari kita selamatkan bangsa dan negara ini dari pengaruh narkoba,” ujar jendral bintang satu ini.

Dalam Penandatanganan MoU itu hadir antara lain unsur Forkopimda Aceh Timur, Ketua BNN Kota Langsa, para kepala SKPK, para camat dan unsur Majelis Pendidikan Daerah (MPD). Usai penandatangan, Bupati Rocky juga menyerahkan plakat sebagai kenang-kenangan atas kunjungan Kepala BNNP Aceh ke Aceh Timur.

The post BNN – Pemkab Atim MoU Pemberantasan Narkoba appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Irwandi Yusuf Terima Kunjungan Tim Pansus DPR RI

Rabu, 18 Oktober 2017

Humas Aceh | 18 Okt 2017

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menerima kunjungan tim Pansus Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pansus sisnas iptek) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di ruang rapat Gubernur Aceh, Rabu (18/10).

Tim yang diketuai Ir. H. Daryatmo Mardiyanto dari Fraksi PDI-Perjuangan itu melakukan kunjungan kerja ke Aceh dalam rangka mencari masukan dan data ke Provinsi Aceh terkait Rancangan Undang-Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang saat ini sedang dibahas di DPR RI.

Selain Daryatmo juga hadir, Dony Maryadi Oekon, ST dari Fraksi PDI-Perjuangan dan Arzetty Biblina Setyawan, SE, M.A.P dari Farkasi PKB.

Dalam pertemuan tersebut, Irwandi Yusuf mengatakan sangat mengapresiasi tim pansus DPR-RI karena telah memilih Aceh sebagai salah satu Provinsi yang dikunjungi untuk mendapatkan masukan terhadap penyempurnaan  RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Irwandi Yusuf juga menyampaikan bahwa banyak dari hasil penelitian yang dilakukan belum bisa dimanfaatkan atau tidak diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Kedepan, Irwanid berharap hasil – hasil penelitian menjadi rujukan untuk perkembangan masyarakat, teknologi dan industri.

Sementara itu, Daryatmo mengatakan, riset di Indonesia masih belum begitu berperan terhadap kemajuan teknologi dan industri karena kebanyakan dari hasil riset disimpan dan tidak diterapkan.

“Dari segi riset, kita masih lemah, sehigga kita lebih banyak menggunakan hasil-hasil riset dari luar Indonesia,” kata Daryatmo.

Daryatmo juga menyampaikan, kunjungan tim pansus ke Aceh untuk mendapatkan berbagai masukan dari Pemerintah Aceh, Perguaran Tinggi, LSM, Pakar dan unsur lainnya untuk menjadi bahan pertimbangan DPR – RI dalam RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan, MM, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan, Dr. Iskandar A Gani, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh H.Mulyadi Nurdin, Lc, MH dan sejumlah akademisi.

Usai bertemu dengan Gubernur Aceh, Tim Pansus DPR – RI melanjutkan pertemuan untuk membahas RUU tersebut bersama sejumlah unsur dari Perguruan Tinggi, LSM, dan sejumlah pakar di ruang potensi daerah yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh.

The post Irwandi Yusuf Terima Kunjungan Tim Pansus DPR RI appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kejar Ketertinggalan, Wagub Himbau Rekanan Bekerja “Tidak Biasa”

Rabu, 18 Oktober 2017

Humas Aceh | 18 Okt 2017

Aceh Jaya – Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, menghimbau rekanan untuk bekerja dengan metode tidak biasa dalam rangka mengejar ketertinggalan capaian proyek Jembatan Krueng Kaleung, Rabu (18/10/2017)

Hal tersebut disampaikan oleh Wagub saat meninjau lokasi proyek pembangunan Jembatan sepanjang 60 meter yang menelan biaya sebesar RP 10,8 miliar itu. Dalam kunjungan kerjanya, Wagub didampingi oleh Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri Sofyan.

“Memang untuk konteks deviasi 4 persen masih bisa kita kejar. Tapi harus dilakukan dengan inovasi dan cara yang tidak biasa. Apalagi saat ini cuaca sedang bagus, sebaiknya segera dipercepat proses pengerjaannya,” ujar Wagub.

Nova juga berpesan agar rekanan selalu memantau ketersediaan rangka baja, agar proses pengerjaan bisa dilakukan tanpa kendala. “Harus lebih sering di follow up karena salah satu kendala selain cuaca adalah ketersediaan rangka baja, kalau sudah dijanjikan tanggal 15 November ini tiba, maka harus lebih sering dihubungi agar tidak terjadi keterlambatan.”

Usai mendapatkan penjelasan dari rekanan, Wagub menuju ke komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, untuk meninjau proyek pembangunan Gedung Serbaguna Mukim dan Gampong. Proyek tahap 1 ini menelan biaya sebesar Rp1,4 Miliar.

Untuk diketahui bersama, di Aceh Jaya terdapat 122 paket pengerjaan dan 55 diantaranya sudah selesai. Sementara itu untuk proyek yang didanai APBA ada 38 kegiata dan 5 diantaranya sudah selesai dikerjakan.

Senada dengan Wagub, Kepala P2K APBA, Taqwallah dalam pertemuan di Aula Setdakab Aceh Jaya mengajak semua pihak untuk bekerja cepat dan sebaik-baiknya agar semua proyek yang saat ini masih sedang dalam tahap pengerjaan bisa selesai tepat waktu.

“Jangan cari siapa yang salah tapi cari solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul,” kata Taqwallah.

Taqwallah juga berharap agar di masa mendatang proses pengadaan barang/jasa sesuai dengan Inpres nomor 1/2015 poin III3, yaitu proses penyelesaiannya paling lambat di akhir Maret setiap tahunnya.

Taqwallah mengungkapkan, jika proses lelang yang dilakukan tidak sesuai dengan Inpres tersebut, maka penyakit lama sebuah proyek akan selalu terulang, yaitu tidak adanya DED, lahan dan sebagainya. “Permasalahan ini berimbas pada hasil pengerjaan, diantaranya atap bocor, lantai turun, pintu sulit dibuka dan kamar mandi sumbat.”

 

Sementara itu, Wagub Aceh dalam pertemuan yang dihadiri oleh seluruh SKPK Aceh Jaya itu, mengajak semua pihak, baik di Pemerintahan Aceh maupun di tingkat kabupaten/kota untuk lebih intensif berkoordinasi dan berkomunikasi.

“Meski kita tersekat dengan jarak, batas dan waktu, namun itu semua merupakan aturan yang telah ada, namun semangat kita tentu sama yaitu menyelenggarakan pemerintahan dan memberikan pelayanan dan melaksanakan pembangunan dengan baik.”

“Sesuai dengan Inpres 1/2015, kita harus merubah paradigma bekerja selama ini agar proses pengerjaan bisa dilakukan sesuai waktu. Apalagi Bapak Gubernur telah menjamin tidak akan ada lagi gangguan-gangguan seperti pungutan tidak resmi dan permintan-permintaan fee.”

“Pembangunan adalah tugas kita semua, dan ini menjadi tanggungjawab yang akan dimintai pertanggungjawaban dunia dan akhirat,” sambung Wagub.

“Di masa mendatang kita akan menambah dana pelatihan dan sertifikasi bagi putra-putri Aceh agar menjadi tenaga terampil bersertifikat bersertifikat siap bekerja dan bersaing, tidak hanya di Aceh tapi juga secara global,” imbuh Wagub.

“Saya juga tidak sepakat dengan kebiasaan saling menyalahkan, mari kita evaluasi dan perbaiki kinerja kita agar di masa mendatang kinerja kita bisa jauh lebih baik, sesuai dengan Inpres 1/2015 karena Inpres adalah bagian dari hirarki perundangan yang harus dipatuhi. Saya yakin kita semua memiliki kepentingan yang sama, yaitu menyelenggarakan pemerintahan dan memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh masyarakat Aceh,” pungkas Wakil Gubernur Aceh. (Ngah)

The post Kejar Ketertinggalan, Wagub Himbau Rekanan Bekerja “Tidak Biasa” appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Camat Hati-Hati Mengeluarkan Surat Izin Pembukaan Lahan

Rabu, 18 Oktober 2017

Humas Aceh | 18 Okt 2017

REDELONG : Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah meminta camat berhati-hati dalam mengeluarkan surat izin pembukaan lahan baru, hal tersebut disampaikan Tgk. H. Sarkawi saat melantik dua kepala mukim dalam Kecamatan Permata, Selasa (17/10)

Diterangkan Wabup, Kecamatan Permata merupakan gerbang utama Gayo, maka banyak ditemukan berbagai permasalahan, baik terkait tapal batas, dan pembukaan lahan baru. Artinya banyak lahan baru yang terbuka, “nah lahan baru ini yang kemudian timbul tumpang tindih kepemilikan, itu adalah resiko daerah baru, dan problem inilah yang harus kita hadapi bersama-sama.”ujar Abuya.

“Pak camat hati-hati untuk mengeluarkan akte notaries, sehingga dikemudian hari tidak timbul permasalahan-permasalahan yang tidak kita inginkan. Berhati-hati juga mengeluarkan SKT, jangan sampai diobral.”pinta Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi.

Menurut Wabup, bila SKT di obral, bukan kebun yang didapat malah bencana yang didapat, tidak hanya itu, malah bila SKT di obral tidak menutup kemungkinan akan terjadi pertumpahan darah. “nanti bukan tanah yang didapat, tapi nyawa yang melayang, kalau sudah terjadi hal demikian untuk apa gunanya lagi harta tersebut.”kata Abuya.

Orang nomor dua di Kabupaten Bener Meriah itu juga meminta agar masyarakat dapat menjaga dan merawat hutan, sehingga Kabupaten Bener Meriah ini terhindar dari ancaman bencana alam. “Baru-baru ini saya melakukan peninjauan di daerah Kerajut, disana sudah mulai tampak pembukaan lahan secara besar-besaran, kalau melihat kondisi di sekitar kawasan Kerajut pernah terjadi banjir besar, tampak dari matrial batu besar berserakan di kawasan tersebut.”terang Wabup Abuya Tgk. H. Sarkawi.

Untuk itu, dirinya meminta dukungan kepada Kapolsek serta camat. Kata Abuya, kalau hal tersebut dibiarkan dampaknya dapat mengkhawatirkan. “Kalau hutan sudah ditebangi, maka percayalah bencana selalu mendekati kita, maka dari itu hutan lindung dan lain-lain tolong dijaga dengan baik, jangan disentuh, jangan dirusak, tolong dijaga ”pinta Wabup.

Pantauan di Aula Camat Permata, Kepala Mukim yang dilantik saat itu adalah Jainal Abidin sebagai Kepala Mukim Pilar Jaya, dan Razali sebagai Kepala Mukim Tawar Bengi, Kecamatan Permata. Turut hadir dalam acara pelantikan kepala mukim tersebut, Asisten Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Setdakab Bener Meriah Drs. Mukhlis, Kabag Tatapem Muhammad, S.Pd, Kabag Humas dan Protokol Sukur, S.Pd, M.Pd, Kapolsek Permata, Danramil Permata, serta Para Reje Kampung dalam kecamatan Permata.

The post Camat Hati-Hati Mengeluarkan Surat Izin Pembukaan Lahan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

59 Balita Akademi Tumbuh Kembang Baiturrahman Diwisuda

Rabu, 18 Oktober 2017

Humas Aceh | 18 Okt 2017

Banda Aceh – Masa lima tahun pertama kehidupan anak merupakan periode emas tahap pertumbuhan dan perkembangan, karena pada masa ini merupakan waktu yang tepat bagi anak untuk menerima pembelajaran baik yang positif maupun negatif.

Berdasarkan hasil penelitian mutakhir, anak usia Balita dapat menyerap informasi hingga 100 persen. Momen inilah yang harus dimanfaatkan oleh orangtua mengingat periode emas ini membutuhkan perhatian dan pola asuh yang teliti agar anak dapat mencapai puncak perkembangan yang optimal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banda Aceh Nurmiaty Aminullah Usman pada acara wisuda Akademi Tumbuh Kembang UPTD Puskesmas Baiturrahman, Selasa (17/10/2017) di Aula Balai Kota Banda Aceh.

Pada acara ini, Puskesmas Baiturrahman ‘mewisuda’ 59 Balita yang berasal dari 10 gampong yang ada di Kecamatan Baiturrahman. Ke-59 wisudawan/wisudawati ini merupakan Balita yang paling rajin ke Posyandu, telah menjalani imunisasi lengkap, serta memiliki berat dan tinggi badan yang ideal untuk seusia mereka.

Menurut Nurmiaty, untuk mengoptimalkan perkembangan anak pada masa emasnya, anak membutuhkan banyak stimulasi dari lingkungan terutama orangtua. “Selanjutnya kebutuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan harus menjadi suatu kesatuan intervensi yang utuh,” katanya.

“Dalam hal ini, Posyandu sebagai unit pemantau tumbuh kembang anak adalah sarana yang tepat bagi orangtua dan anggota keluarga dalam mengupayakan bagaimana memelihara anak secara baik guna mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya,” katanya lagi.

Istri Wali Kota Banda Aceh ini pun berharap agar ajang pemberian penghargaan kepada Balita di Kecamatan Baiturrahman ini dapat memotivasi Posyandu-Posyandu lain se-Banda Aceh untuk menggelar acara serupa. “Saya berharap seluruh elemen kota dapat lebih mendorong fungsi dan peran Posyandu agar lebih optimal pada masa mendatang dalam rangka meningkatkan kualitas generasi masa depan kita semua,” pungkasnya.

Kepala UPTD Puskesmas Baiturrahman Nurmiati menambahkan, penghargaan tersebut merupakan hasil kegiatan pemantauan tumbuh kembang yang rutin dilakukan pihaknya setiap bulan melalui Posyandu.

“Peran PKK gampong dan kader kesehatan sangat mendukung keberhasilan kegiatan ini. Semoga akademi tumbuh kembang dapat menjadi motivasi bagi para orangtua dalam memantau tumbuh kembang putra-putrinya,”

Acara yang turut dimeriahkan oleh sejumlah penampilan seni oleh para Balita ini turut dihadiri oleh Plt Kadis Kesehatan Banda Aceh Warqah Helmi, Camat Baiturrahman M Rizal beserta unsur Muspika Baiturrahman, dan para undangan lainnya.

The post 59 Balita Akademi Tumbuh Kembang Baiturrahman Diwisuda appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Kemiskinan Aceh Ditargetkan Dibawah Nasional

Rabu, 18 Oktober 2017

Humas Aceh | 18 Okt 2017

Kemiskinan Aceh Ditargetkan Dibawah Nasional

The post [Video] Kemiskinan Aceh Ditargetkan Dibawah Nasional appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.