Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Plt Gubernur Serahkan Bantuan Korban Banjir Aceh Barat

Rabu, 20 November 2019

Meulaboh -Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengunjungi sejumlah desa yang terendam banjir di Kabupaten Aceh Barat pada Rabu (20/11).

Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung dampak banjir serta menyerahkan bantuan kepada para korban. Kunjungan pertama dilakukan ke Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan. Di sana Nova bertemu dengan para warga untuk mendengar langsung keluhan yang dihadapi warga.

Nova juga menyerahkan bantuan kebutuhan pokok yang diterima Keuchik Gampong Leuhan, Sofyan. Banjir di desa tersebut terjadi akibat luapan Krueng Meureubo, namun kondisinya telah surut dan hanya menyisakan sisa lumpur.

Peninjauan juga dilakukan ke Gampong Cot Amun, Kecamatan Samatiga. Di sana Nova juga berdialog dengan para warga dan menyerahkan bantuan kebutuhan pokok yang diterima oleh Pj. Geuchik, Zakaria.

Banjir genangan di desa itu sudah terjadi sejak sepekan lalu. Namun kondisinya belum sepenuhnya surut lantaran berada pada dataran rendah. Warga menjelaskan, banjir di desa itu diakibatkan permukaan sungai yang menyempit akibat dipenuhi eceng gondok.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat telah menyebabkan meluapnya Krueng Woyla dan Krueng Meureubo sehingga membanjiri sejumlah desa dibeberapa kecamatan. Namun sebagian di antaranya telah surut.

Sementara itu, sehari sebelumnya Pemerintah Aceh juga telah menyalurkan bantuan melalui Dinas Sosial. Bantuan yang diangkut menggunakan tiga truck itu berisikan pangan untuk tiga kabupaten di lintas barat selatan Aceh. Adapun tiga kabupaten tersebut yaitu Aceh Barat, Nagan Raya dan Aceh Barat Daya (Abdya).

Di Aceh Barat, bantuan logistik itu diterima langsung oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS di halaman gudang logistik milik Pemerintah Aceh di kabupaten tersebut. Usai menerima bantuan, Ramli memerintahkan Kepala Dinas Sosial Aceh Barat Bismi bersama Tagana untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat korban bencana banjir yang merendam sebagaian pemukiman warga di Kecamatan Woyla Barat.

Di Nagan Raya bantuan logistik juga diterima langsung oleh Bupati Nagan Raya Jamin Idham di halaman kantor bupati setempat. Nagan Raya yang juga sedang direndam banjir di Kecamatan Tripa Makmur diakui oleh Jamin Idham memang sangat membutuhkan pasokan bantuan dari Pemerintah Aceh, karena itu dia menagaku berterimakasih dan akan menyalurkan langsung bantuan tersebut kepada masayarakat korban banjir di Kecamatan Tripa Makmur.

Sementara di Kabupaten Abdya, bantuan logistik diterima oleh Wakil Bupati Muslizar yang berlangsung di halaman rumahnya. Muslizar mengatakan, Abdya adalah salah satu daerah yang rawan terkena bencana, baik itu bencana sosial, maupun bencana alam, untuk itu dia berterimakasih atas bantuan Pemerintah Aceh tersebut, apalagi stok logistik di gudang logistik milik Pemerintah Aceh di Abdya sudah mulai menipis. []

The post Plt Gubernur Serahkan Bantuan Korban Banjir Aceh Barat appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Sekda Pacu Kepala SKPA untuk Capai Target Program 2019.

Rabu, 20 November 2019

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, menginginkan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh untuk memacu program pembangunan sehingga realisasi anggaran tahun berjalan bisa ikut meningkat. Selain itu, Taqwallah juga meminta agar penyelarasan program kerja dilakukan sehingga mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

“Meski sisa waktu pelaksanaan anggaran tahun 2019 tinggal sekitar 30 hari lagi target penyelesaian pekerjaan harus tercapai,” kata Sekda Taqwallah kepada para Kepala SKPA pada Rapat Pagi di Aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Selasa 19/11.

Pada kesempatan itu, Sekda mengharapkan para Kepala SKPA mengidentifikasi setiap masalah sehingga jalan keluar dapat segera diupayakan.

Sekda mengatakan, hampir setiap tahunnya persoalan di pemerintahan di Aceh terjadi. Misal pada tahun 2018. Badan Pemeriksa Keuangan dan Inspektorat menemukan persoalan tertib aset. Taqwallah meminta agar persoalan itu segera diselesaikan dan pada tahun 2019 persoalan tersebut tidak lagi terjadi.

Untuk tahun 2020 mendatang, Sekda meminta agar setiap SKPA mengidentifikasi setiap komponen programnya terlebih dahulu agar dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian. Bagian program yang sudah sempurna dan siap untuk segera dikerjakan ataupun bagian yang masih perlu dievaluasi kembali.

“Anda harus punya tekad, malu saya apabila masih ada paket yang teken kontraknya (mulai pengerjaan) di atas April 2020,” ujar Sekda.

Satu hal yang ditekankan Taqwallah pada prioritas Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2020 adalah setiap SKPA harus membuat program yang memudahkan dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Sekda juga berpesan agar program-program prioritas harus benar-benar dirasakan langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, Sekda meminta agar pelelangan paket proyek APBA 2020 dapat diselesaikan sebelum bulan April 2020.

Setiap proses anggaran dan realisasi program, haruslah dijadikan pengalaman. Dengan demikian, pelaksanaan program setiap tahunnya semakin membaik. Adapun program yang tidak terlaksana di tahun berjalan diminta untuk dirumuskan kembali pada tahun anggaran mendatang.

“Tahun 2021 kita harus bisa membuktikan hasil dari program Aceh Hebat secara kasat mata, oleh karena itu mulai sekarang kita harus bekerja semaksimal mungkin,” ujar Sekda.

Ikut hadir mendampingi Sekda Aceh, pada pertemuan yang dimulai sejak pukul 07.30 pagi itu, antara lain, Asisten Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan M Jafar, Asisten Bidang Administrasi Umum Bukhari, dan Staf Ahli Gubernur Aceh Mahyuzar. []

The post Sekda Pacu Kepala SKPA untuk Capai Target Program 2019. appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur Minta Pembangunan PLTU Nagan Raya Libatkan Tenaga Lokal

Rabu, 20 November 2019

Nagan Raya — Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah meninjau proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (20/11).

Dalam kunjungan itu Nova memeriksa sejumlah sarana yang sedang dibangun di ereal komplek PLTU. Nova juga berbicara langsung dengan Yang Kai, Wakil Manager Umum pada proyek pembangunan PLTU tersebut.

Plt Gubernur Aceh, Melalui Penerjemahnya Yang Kai Mendengarkan Penjelasan Detail Denah Bangunan Serta Fungsi Dari Sejumlah Sarana Yang Sedang Dibangun.

Kepada Plt Gubernur, Yang Kai melalui penerjemahnya menjelaskan detail denah bangunan serta fungsi dari sejumlah sarana yang sedang dibangun.

Merespon hal itu, Nova berpesan kepada Yang Kai agar pembangunan tersebut mengutamakan penggunaan bahan baku serta tenaga ahli lokal.

“Saya hanya ingin memastikan bahan baku yang dipakai usahakan yang berasal dari Aceh, dari dalam negeri. Jangan diimpor kalau bahannya memang tersedia di sini,” ujar Nova.

Terkait tenaga kerja, Nova meminta dilibatkannnya tenaga-tenaga terampil dari Aceh jika memang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tak lupa, Nova juga mengatakan bahwa pemerintah selalu menjamin keamanan di Aceh.

Nova Iriansyah dalam kunjungan tersebut didampingi Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham, Komadan Korem 012 Teuku Umar, Kolonel Infanteri Aswardi, Dandim 0116/Nagan Raya Letkol Inf Guruh Tjahyono, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Sunawardi serta sejumlah tamu lainnya. []

The post Plt Gubernur Minta Pembangunan PLTU Nagan Raya Libatkan Tenaga Lokal appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur: Perguruan Tinggi Harus Ciptakan SDM unggul dan Inovatif

Rabu, 20 November 2019

Meulaboh — Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan peran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan inovatif, karena keunggulan SDM tidak bisa dipisahkan dari kemajuan revolusi industri 4.0 yang telah menyentuh hampir semua sisi kehidupan.

Hal itu dikatakan Nova saat berbicara pada Dies Natalis ke-13 Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (20/11).

“Dies Natalis ini harusnya merupakan momentum bagi keluarga besar UTU melakukan kontemplasi dan evaluasi mendalam atas semua yang telah dikerjakan selama ini. UTU harus bisa melangkah lebih cepat, agar bisa sejajar dengan perguruan tinggi yang
telah hadir terlebih dahulu,” ujar Nova di hadapan rektor, para petinggi UTU serta ratusan mahasiswa yang hadir.

Nova menjelaskan, pendidikan di Aceh adalah hal utama yang sangat penting di samping masalah kesehatan. Karena itu dia mengajak semua pihak untuk terlibat dalam memajukan pendidikan.

Sementara itu, kepada seluruh civitas akademika UTU juga diminta menjadikan momen ulang tahun kampus tersebut sebagai ruang untuk menyiapkan rencana strategis guna berbenah menjadi kampus unggul di tanah air.

Nova juga mengapresiasi perkembangan yang berhasil dicapai UTU di usianya yang baru 13 tahun. Di usia yang relatif muda itu, kata Nova, UTU telah menunjukkan perkembangan cukup pesat.

Proses transformasi UTU disebut sejalan dengan perkembangan zaman, yang kini sudah memasuki Era Revolusi Industri 4.0, yang menuntut perubahan cepat di berbagai aspek.

Namun begitu, sebagai kampus yang tumbuh dan berkembang di era milenial, Nova berharap UTU lebih cekatan dalam mengembangkan SDM di kalangan generasi muda.

Selain itu, kampus UTU juga diminta tidak sekedar menjadi tempat mencetak anak-anak muda yang siap menjadi agen perubahan di masyarakat. Lebih dari itu, UTU harus siap membentuk agen yang mampu mengubah budaya dan karakter bangsa, sehingga setiap pergerakan zaman dapat dijawab dengan menghadirkan sistem didik yang berkualitas.

“Saya ingatkan lagi, bahwa setiap kampus memiliki kesempatan untuk bersaing di tingkat internasional, asal segenap civitas akademikanya serius mengejar mimpi-mimpi yang telah dicanangkan,” kata Nova.

Pada kesempatan itu, Nova juga berpesan agar UTU tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur, tapi juga harus siap merancang sistem pembelajaran yang lebih berkualitas.
Hal itu disebut sesuai dengan program studi UTU yang sangat relevan dengan sumber daya Aceh yang fokus di bidang agro dan kelautan.

Bahkan, Nova berharap, ke depan UTU bisa menjadi center of excellent untuk semangat menciptakan kemandirian pangan di negeri ini.

Di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika UTU, Nova juga menjelaskan laporan terbaru Global Competitiveness Indeks (GCI) 2017-2018 yang belum lama ini disampaikan di World
Economic Forum.

Menurut laporan itu, Indonesia menduduki peringkat ke 36 dari 137 negara yang disurvey. Peringkat tersebut, kata Nova, naik lima tingkat dibanding tahun sebelumnya. Meskipun demikian, di Asia Tenggara, data GCI menyebut Indonesia masih berada pada posisi ke-4, di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Dan saya sangat berharap, UTU lebih intensif mengaplikasikan revolusi industri 4.0 dalam sistem belajarnya, selain mempertajam strategi hilirisasi dan
komersialisasi dengan memperkuat kerjasama riset dengan industri. Dengan demikian, semangat berinovasi akan menjadi DNA bagi akademisi UTU, sehingga kampus ini mampu menjawab trend global dan kebutuhan masyarakat kekinian.”

Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT bersama Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf. SE, MBA, menandatangani MoU antara Pemerintah Aceh dengan Universitas Teuku Umar di Aula Universitas Teuku Umar Meulaboh, Rabu, 20/11/2019.

Pesan Rektor UTU

Sementara itu, Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA dalam sambutannya menjelaskan sejarah panjang lahirnya UTU yang dimulai pada tahun 1983. Kala itu lembaga pendidikan itu bernama Akademik Pertanian.

Ia berharap UTU terus melahirkan sarjana-sarjana berkembang yang tidak hanya mengejar satus Pegawai Negeri Sipil. Sebaliknya para lulusan diminta menjadi sarjana-sarjana yang inovatif dan kreatif yang melahirkan berbagai pemikiran dan terobosan baru dalam mewujudkan kemajuan Aceh.

Jasman juga menjelaskan, UTU pada saat baru dilahirkan hanya memiliki 11 prodi. Tapi dalam perkembangannya sekarang sudah memiliki 18 prodi.

“Kemudian dalam waktu dekat juga akan turun SK satu Prodi baru,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, jumlah dosen UTU juga disebut semakin meningkat, di mana pada 2014 jumlah dosen hanya 108 orang dan hanya 4 orang yang berstatus PNS. Tetapi saat ini jumlah dosen sebanyak 289 orang dengan 143 berstatus PNS.

Jasman juga berharap Pemerintah Aceh mendukung pembangunan saran kampus, seperti jalan, sejumlah gedung hingga Masjid.

Sementara itu Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Syamsul Rizal, M. Eng yang menjadi pembicara pada acara tersebut mengatakan, satu-satunya cara memajukan Aceh adalah dengan melahirkan sebanyak-banyaknya orang berpendidikan.

“Era revolusi industri 4.0 perguruan tinggi harus berpacu dengan waktu untuk terus berkreasi dan berinovasi,” kata Syamsul Rizal.

Syamsul Rizal juga mengatakan ingin seluruh perguruan tinggi berjalan beriringan demi kemajuan bersama. []

The post Plt Gubernur: Perguruan Tinggi Harus Ciptakan SDM unggul dan Inovatif appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

HIMBAUAN: Terkait Beredarnya Undangan Perusahaan Perjalanan Wisata

Rabu, 20 November 2019

Sehubungan dengan beredarnya undangan via WhatsApp (WA) atau via handphone/telpon terkait kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan perjalanan wisata yang akan digelar di salah satu hotel ternama di Banda Aceh.

Dimana dalam komunikasi, panitia atau pelaksana kegiatan dengan peserta yang diundang via handphone, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut telah didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh adalah tidak benar.

Dalam hal ini, Disbudpar Aceh menegaskan tidak pernah memberikan dukungan secara resmi terkait kegiatan tersebut. Jika nantinya dalam kegiatan tersebut terdapat kerugian yang dialami masyarakat yang ikut sebagai peserta, maka hal tersebut diluar tanggungjawab Disbudpar Aceh.

Selanjutnya, kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih jeli dan berhati-hati, apabila menerima undangan untuk mengikuti suatu kegiatan yang kemudian diiming-imingi dengan hadiah voucer gratis penginapan dan/serta hadiah lainnya sebagai bagian dari promo perusahaan tersebut tawarkan, namun nantinya masyarakat diminta untuk membayar beberapa iuran.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Jika ada pertanyaan dan informasi yang ingin ditanya ke Disbudpar Aceh bisa melalui Telp. ‭(0651) 26206‬ atau langsung melalui akun media sosial

http://twitter.com/aceh_disbudpar, Instagram.com/disbudparaceh atau fb.com/disbudparaceh.

 

http://www.disbudpar.acehprov.go.id

 

The post HIMBAUAN: Terkait Beredarnya Undangan Perusahaan Perjalanan Wisata appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

RSUDZA Berhasil Transplantasi Ginjal

Selasa, 19 November 2019

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Rujukan Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) atas binaan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) pada bidang transplantasi ginjal atau pencangkokan ginjal. Ia berharap RSCM bisa terus membina pengembangan pelayanan RSUDZA pada bidang lainnya.

“Sudah dilaporkan bahwa ada 4 pasien yang sudah berhasil melakukan transplantasi ginjal di RSUZA, tentunya kita berharap akan ada lebih banyak lagi bidang-bidang yang dapat terus berinovasi dalam konteks pembinaan RSCM kepada RSUDZA,” kata Nova Iriansyah seusai konferensi video peringatan ulang tahun RSCM yang ke-100, di Auditorium RSUZA, Banda Aceh, Selasa, 19/11.

Nova mengatakan, di era globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan terus mengalami perkembangan sehingga menuntut seluruh rumah sakit bisa berinovasi dengan melakukan pengembangan pelayanan agar rakyat terlayani dengan baik.

“Kita percaya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan bisa saja ada pembinaan dua arah, mungkin ada inovasi dari RSUZA yang bisa dibagikan dengan RSCM dan RS lainnya begitu juga dari RS lainnya di Indonesia bisa sharing inovasi barunya untuk RSUZA,” kata Nova.

Menurut Nova, membangun komunikasi dan saling berbagi pengalaman antar rumah sakit sangat penting guna memberikan dampak positif bagi kemajuan pelayanan medis di Indonesia.

“Tujuan akhir kita memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat Indonesia bisa sama-sama kita capai tidak hanya oleh RSCM, RSUZA dan juga seluruh RS yang ada di seluruh Indonesia,” kata Nova.

Selain itu Nova juga mengucapkan terima kasih kepada steakholder yang selama ini telah membantu RSUZA dalam meningkatkan pelayanan medisnya, terutama kepada Fakultas Kedokteran Unsyiah dan perguruan tinggi lainnya yang dianggap memiliki peran penting dalam kemajuan pelayanan kesehatan untuk rakyat Aceh.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua steakholder atas kemajuan rumah sakit di Aceh saat ini yang sudah sangat baik,” kata Nova. []

The post RSUDZA Berhasil Transplantasi Ginjal appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Aceh Raih Juara Umum Marching Band Piala Presiden RI

Selasa, 19 November 2019

Jakarta – Tim Marching Band Gita Handayani kembali mengukir prestasi tingkat nasional di Jakarta. Kali ini tim binaan Dinas Pendidikan Aceh itu keluar sebagai juara umum Grand Prix Junior Band (GPJB) piala Presiden Republik Indonesia Tahun 2019. Prestasi serupa pernah direngkuh mereka pada gelaran yang sama di tahun 2016 lalu.

“Siswa-siswi yang tergabung dalam Marching Band Gita Handayani binaan Dinas Pendidikan Aceh ini telah tampil dengan sempurna hingga mengantarkan mereka berhasil meraih juara umum pada ajang Grand Prix Junior Band (GPJB) memperebutkan piala Presiden Republik Indonesia tahun ini,” kata Herlina, Ketua kontingen Aceh dalam gelaran nasional itu.

Herlina menyebutkan, penampilan tim Gita Handayani di GOR Popki Cibubur Jakarta Timur, disaksikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri dan Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Teuku Nara Setia. Kehadiran mereka memberikan semangat pada anak didiknya untuk tampil sempurna

Dari hasil penjurian, Tim Marching Band Gita Handayani berhasil memboyong sejumlah subjek meliputi, juara I Field Commander, Juara I Tekhnik Perkusi Terbaik, Juara I Tekhnik Colorguad Terbaik, Juara I Ensable Visual Terbaik, Juara I Ensamble Musik Terbaik, Juara I Show & Perfomement Terbaik, Juara I Busana Terbaik.

Bukan hanya itu, Tim Marching Band Gita Handayani binaan Dinas Pendidikan Aceh ini juga berhasil menyabet juara II Solo Horn Terbaik, Juara II Tekhnik PIT Terbaik, Juara II Tekhnik Brass Terbaik. Berbagai hasil positif itu membuat Marching Band Gita Handayani keluar sebagai juara umum.

 

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, mengapresiasi persembahan juara Tim Marching Band Gita Handayani.
Kadis Pendidikan Aceh menegaskan, prestasi yang diraih itu juga tidak terlepas dari doa dan dukungan semua pihak dan seluruh komponen rakyat Aceh.

“Mari kita bersama-sama membesarkan Gita Handayani ini untuk mengharumkan Provinsi Aceh di level nasional maupun Internasional dan dengan modal juara umum kedua kali ini pada kejuaraan Grand Prix Junior Band (GPJB), tingkatkan terus prestasi yang telah berhasil diraih,” ujar Rachmat Fitri.

Menurutnya, pihaknya mengingatkan agar prestasi yang ditorehkan itu untuk tidak disambut dengan euforia. Sebab, euforia akan mengalihkan manusia dari rasa ta’dzim (meng-Agungkan) kepada Allah Yang Maha Pencipta, menjadi ta’dzim kepada makhluk-Nya.

“Karena yang berhak dipuji dan dipuja hanyalah Allah sebagai pencipta alam semesta, sebagaimana telah diterangkan di dalam Al-Quran,” katanya mengingatkan. []

The post Aceh Raih Juara Umum Marching Band Piala Presiden RI appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Langkah Mitigasi Bencana

Selasa, 19 November 2019

Aceh Besar – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat ada sekitar 640 kejadian bencana, mulai longsor, banjir, badai hingga gempa bumi yang terjadi di Aceh sepanjang Januari hingga Oktober tahun 2019. Untuk mengantisipasi risiko kerugian hingga jatuhnya korban, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memperkuat langkah penanggulangan resiko bencana sejak dini.

“Langkah penanggulangan harus kita perkuat sejak dini. Apalagi kita tahu bencana datang tidak terduga,” kata Nova Iriansyah saat membuka Jambore Penanggulangan Bencana Aceh di Saree Aceh Besar, Selasa 19/11.

Nova mengajak seluruh masyarakat untuk bersiap diri, meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan tentang kebencanaan agar tahu cara menanggulangi bencana. “Dengan demikian kita akan tahu cara mengurangi kerugian akibat bencanabencana,” ujar dia.

Nova mengatakan, ada beberapa hal yang mengakibatkan terjadinya bencana. Pertama adalah karena meningkatnya populasi manusia yang terus aktif mengoptimalkan potensi alam. Kondisi itu menjadikan alam tidak seimbang sehingga risiko terjadi bencana meningkat. Selanjutnya adalah manusia yang memang tinggal di kawasan rawan bencana dan cuaca yang memang membuat risiko bencana meningkat.

Nova juga menjelaskan, Indonesia punya undang-undang yang mengatur tentang penanggulangan bencana termasuk Qanun di Aceh sebagai turunan dari undang-undang. Dalam undang-undang itu, ditegaskan empat hal terkait penanggulangan bencana.

Pertama adalah perlunya peningkatan pengetahuan tentang kebencanaan. Sebab dengan pengetahuan yang baik, program mitigasi akan berjalan dengan baik pula. Selanjutnya adalah perlunya sosialisasi dan simulasi kebencanaan pada masyarakat secara berkelanjutan.

Poin ketiga adalah perlunya teknologi dan kesiapan peralatan dan poin keempat perlunya kesiapan Sumber Daya Manusia sebagai motor yang menggerakkan upaya penanggulangan bencana di berbagai tempat.

Nova Iriansyah meminta agar koordinasi antar lembaga yang mengurusi persoalan kebencanaan untuk terus diperkuat. Selainnya pertemuan stakeholder harus periodik agar sistem koordinasi dan komunikasi dapat ditingkatkan.

“Saya yakin jambore (penanggulangan bencana) hari ini sebagai bentuk komunikasi untuk memperkuat kerjasama itu,” kata Nova.

Jambore Penanggulangan Bencana tahun 2019 diikuti oleh staf BPBD dan Pramuka se Aceh. Mereka dilatih berbagai keahlian seperti teknik pengoperasian GPS, latihan pengoperasian radio, latihan jasmani hingga teknik pemasangan peralatan tenda peleton. Semua teknik itu diajarkan oleh tenaga ahli Basarnas, Kodam Iskandar Muda dan RAPI.

Seremonial pembukaan Jambore Penanggulangan Bencana tahun 2019 diikuti oleh Perwakilan BNPB Aceh, jajaran TNI dan Polri, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Kepala Pelaksanaan BPBA, Kakansar Banda Aceh, Pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana Aceh serta para relawan kebencanaan. []

The post Plt Gubernur Ajak Masyarakat Perkuat Langkah Mitigasi Bencana appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Nova: Kehadiran KIA Harus Jamin Keterbukaan Informasi Publik

Senin, 18 November 2019

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengharapkan kehadiran Komisi Informasi Aceh (KIA) haruslah dapat menjamin keterbukaan informasi sebagai hak rakyat. Ia meminta agar lembaga itu menjadi motor penggerak keterbukaan informasi publik yang bermuara pada negara yang demokrasi.

“Harus ada inovasi demi lahirnya semangat keterbukaan informasi,” kata Nova usai melantik Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Komisi Informasi Aceh (KIA) Arman Fauzi sebagai Anggota KIA Periode 2016-2020, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Senin 18/11.

Arman Fauzi dilantik berdasarkan Surat No. 161/1640/2019, tertanggal 4 Oktober 2019. Ia menggantikan Ketua KIA, Afrizal Tjutra. Sementara yang menggantikan Afrizal sebagai ketua KIA adalah Yusran.

“Saya percaya saudara akan menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai tugas yang diberikan,” kata Nova.

KIA hadir berdasarkan amanat Undang-undang No. 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. UU itu mengatur hak masyarakat dalam mendapatkan informasi.

Dalam prakteknya memang tidak semua informasi dapat disampaikan secara terbuka. Misal informasi terkait rahasia negara, penyelidikan ataupun informasi yang merugikan ketahanan ekonomi nasional. Informasi tertutup itu kadang melahirkan sengketa. Karena itu Undang-undang kemudian mewajibkan adanya lembaga yang diamanatkan menyelesaikan sengketa di bidang informasi.

Nova berharap Arman Fauzi bisa meningkatkan sinergi dengan pemerintah Aceh, dalam hal ini Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh. “Perjuangman penegakan hak publik untuk mendapatkan informasi menjadi lebih baik lagi di masa depan,” kata Nova.

Pelantikan Pengganti Antar Waktu Anggota KIA ini turut dihadiri Kepala Dinas Kominsa Marwan Nusuf, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto. []

The post Nova: Kehadiran KIA Harus Jamin Keterbukaan Informasi Publik appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.