Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Lansia 74 Tahun Suwandi, Telah Berpulang

Jumat, 19 Juli 2019

JAKARTA — Innalillahi wainnailaihi rajiun. Warga Aceh asal Lhoksumawe, Suwandi, (74) tahun, yang kemarin dijemput oleh Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di pesantren Kiayi Maksum di Kampung Cibuni, Palasari, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat karena sakit berat, telah menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Persahabatan di Jalan Persahabatan Raya, Pisangan, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis, 18 Juli 2019 sekira pukul 15.50 WIB.

“Sebelum dipulangkan, beliau terlebih dulu mendapatkan penanganan karena kondisi beliau yang tidak memungkinkan untuk naik pesawat. Namun takdir berkata lain,” ujar Kepala BPPA, Almuniza Kamal melalui Ka. Subbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat BPPA, T. Syafrizal, Kamis, 18 Juli 2019.

Almuniza menjelaskan, sedianya lansia yang selama ini ikut pengajian di Pesantren Kiayi Maksum tersebut akan dipulangkan ke daerah asalnya di Jalan Listrik, Dusun Blang Malo, Kelurahan Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe hari ini.

“Sudah lebih dari 10 tahun ini beliau ikut mondok (belajar mengaji) di Pesantren Kiayi Maksum tersebut. Dalam 10 tahun tersebut, baru lima bulan ini beliau mulai sakit keras,” jelasnya, seperti diungkap Kiayi Maksum.

Suwandi menghembuskan nafas terakhirnya akibat dari gagal napas tipe satu, disebut juga gagal napas hipoksemik. Selain itu, semasa perawatan, Suwandi juga mengalami gagal ginjal.

“Dengan ini, kami menyampaikan bahwa Bp. Suwandi, 74 Tahun (Warga Aceh kurang mampu/terlantar) di daerah Bogor yang sejak kemarin ditangani oleh BPPA dan diantar untuk dirawat di RS Persahabatan Jakarta, pada sore ini sekitar pukul 15.50 WIB telah meninggal dunia. Untuk ini BPPA akan membawa pulang jenazah almarhum ke Lhoksumawe,” ujar Almuniza.

Rencananya, jenazah Suwandi akan dibawa pulang dengan pesawat Garuda besok pagi, Jumat, 19 Juli 2019. Selanjutnya, fasilitasi penjemputan dan pengantaran jenazah ke Lhoksumawe akan ditangani oleh Dinas Sosial Aceh.

“Atas kejadian ini, kita ikut berbelangsukawa sedalam-dalamnya. Dan bagi keluaga yang ditinggalkan, agar tabah dan sabar,” kata Almuniza.

Sebelumnya, diberitakan bahwa seorang lelaki lanjut usia asal Lhoksumawe, Aceh, bernama Suwandi (74) tahun mengalamami sakit keras. Lelaki tersebut berada di rumah salah seorang kenalan di wilayah Bogor, Jawa Barat dan mengharapkan sanak keluarga untuk datang menjemput.

Keterangan Foto: Suwandi (dalam tandu) saat sampai di Rumah Singgah Pemerintah Aceh yang dikelola oleh BPPA, setelah dijemput dari Pesantren Kiayi Maksum, Kampung Cibuni, Palasari, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 17 Juli 2019 kemarin. (Foto: BPPA/ Saifullah S)

The post Lansia 74 Tahun Suwandi, Telah Berpulang appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] PAUD wadah pembentuk Generasi Aceh berkualitas

Jumat, 19 Juli 2019

Humas Aceh | 19 Juli 2019

PAUD wadah pembentuk Generasi Aceh berkualitas

The post [Video] PAUD wadah pembentuk Generasi Aceh berkualitas appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Pemerintah Aceh Yudicial Review Dasar Izin PT. EMM

Jumat, 19 Juli 2019

Humas Aceh | 19 Juli 2019

Banda Aceh – Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, M. Jafar, menyebutkan pemerintah Aceh akan melakukan upaya hukum yaitu mengajukan Yudicial Review atau uji materi terhadap Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2015 ke Mahkamah Agung. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah Aceh agar Pemerintah Pusat dalam hal ini Badan Koordinasi Penanaman Modal mencabut izin PT. Emas Mineral Murni. 

Upaya Yudicial Review terhadap peraturan menteri itu diambil karena Permen ESDM Nomor 25 tahun 2015 yang menjadi dasar diterbitkannya izin PT. EMM oleh BKPM dianggap melanggar Undang-undang Pemerintah Aceh. Di mana, seharusnya izin tambang di Aceh dikeluarkan oleh pemerintah Aceh.

“Dalam Peraturan Menteri itu Aceh tidak dikecualikan dan itu melanggar UUPA,” kata M. Jafar, yang juga Ketua Tim Percepatan Sengketa PT.EMM dalam konferensi pers di Media Center Biro Humas Setda Aceh, Kamis 18/07.

Sebelumnya, pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya agar izin PT. EMM bisa dicabut. Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah menjumpai Menteri ESDM hingga menyurati BKPM. Kedua lembaga itu sepakat dengan Plt Gubernur Aceh, yaitu menolak sesuatu hal yang mengakibatkan rusaknya lingkungan.

Dalam surat itu, Plt Gubernur meminta BKPM meninjau kembali izin yang diberikan kepada PT. EMM. “Surat itu dibalas, isinya mereka tidak bisa meninjau atau mencabut dengan alasan gugatan atas PT. EMM belum inkrah,” kata Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Amrizal J. Prang.

Amrizal menyebutkan upaya pemerintah Aceh sudah sangat maksimal, di mana, Plt Gubernur telah mencabut surat rekomendasi pemerintah Aceh yang diberikan gubernur sebelumnya termasuk meminta BKPM mencabut izin. Namun demikian, pemerintah, hanya bisa mencabut rekomendasi izin, bukan mencabut izin. “Izin itu hanya boleh dicabut oleh lembaga yang mengeluarkan izin atau dibatalkan pengadilan,” kata Amrizal.

Sebelumnya, paska demontrasi mahasiswa, Plt Gubernur langsung membentuk tim untuk menindaklanjuti permintaan para mahasiswa tersebut. Tim tersebut terdiri dari pejabat pemerintah Aceh, Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala DPMPTSP Aceh, Akademisi Unsyiah, UIN ar-Raniry dan Unimal, praktisi dan pegiat LSM.

Selain itu, pemerintah Aceh juga telah melakukan upaya lain, yaitu melakukan pertemuan dengan Komisi II DPR Aceh. DPR Aceh juga sepakat agar pemerintah pusat bisa mengkaji kembali perizinan PT. EMM. Dalam waktu dekat mereka juga akan menggelar pertemuan dengan anggota DPR dan DPD RI di Jakarta, sehingga permintaan pencabutan izin bisa dilakukan secara paralel dan bersama-sama.

Dalam waktu dekat, tim pemerintah Aceh juga akan melakukan survei lansung ke lapangan di Nagan Raya, lokasi penambangan PT. EMM. Tim akan menjaring aspirasi warga termasuk kemungkinan adanya kerugian yang dialami warga atas hadirnya perusahaan pertambangan itu di wilayah warga.

Jika tim menemukan dampak negatif atas kehadiran PT. EMM di kawasan wilayah pertambangan, tim akan melakukan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri. “Tapi ini butuh waktu lama. Perlu data lapangan. Saat ini sedang kita kaji dan penyiapan data,” ujar M. Jafar.

Salah satu contoh dampak negatif misalnya, ditemukan pencemaran air yang berdampak matinya ikan di sungai-sungai kawasan pertambangan. Namun kaya Jafar, temuan tersebut haruslah diuji di laboratorium hingga penyebab matinya ikan di sana memang disebabkan oleh kehadiran perusahaan. “Kalau ada dokumen dan pelanggaran itu bisa jadi bahan dan bukti kuat bagi tim untuk melakukan gugatan,” kata Jafar.

Yang pasti, kata Jafar pemerintah tetap berharap izin tersebut dicabut. “Kalau gubernur dulu yang mengeluarkan izin pasti pak gubernur sekarang akan langsung mencabutnya.”

The post Pemerintah Aceh Yudicial Review Dasar Izin PT. EMM appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Foto]: Rapat Dengan PT Tempur

Jumat, 19 Juli 2019

Humas Aceh | 19 Juli 2019

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menggelar rapat dengan manajemen proyek Tempur Hydropower di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Banda Aceh, 18 Juli 2019

The post [Foto]: Rapat Dengan PT Tempur appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Dyah Erti : PAUD Wadah Pembentuk Generasi Aceh Berkualitas

Kamis, 18 Juli 2019

Banda Aceh- Pembina Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan Bunda PAUD memiliki peran penting dalam membentuk generasi Indonesia khususnya Aceh, menjadi generasi yang berkualitas. Generasi berkualitas, kata Dyah, dapat dibentuk melalui pemberian layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak sejak masih usia dini.

“Untuk itu, mohon kita semua dapat secara maksimal berdiskusi dan mengeluarkan ide untuk meningkatkan SDM (sumber daya manusia) di daerah kita,” ujar Dyah saat membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD seluruh provinsi Aceh di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh, Kamis (18/7).

Dyah berharap, melalui rakor tersebut, program Bunda PAUD seluruh kabupaten kota dapat bersinergi dengan program PAUD nasional. Kemudian, kata Dyah, para Bunda tersebut juga dituntut untuk memperkuat implementasi pendidikan agama Islam di setiap PAUD di daerahnya, guna mendukung pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

Selain itu, untuk membangun pondasi pendidikan bermutu bagi anak Aceh, ujar Dyah, pihaknya bersinergi dengan program PAUD nasional, yakni membangun 1 gampong 1 PAUD. “ Program 1 gampong 1 PAUD di Aceh sudah berjalan 70 persen,” ujar Dyah.

“Kita juga berharap kepada seluruh Bunda PAUD baik itu mulai dari level provinsi, kabupaten sampai pada tingkatan gampong, di mana di gampong inilah kita harapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga baik itu kuantitas maupun kualitas PAUD. Harapannya juga kita bisa lebih konsen, lebih perhatian, lebih semangat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini kita,” kata Dyah.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, mengatakan PAUD merupakan wadah untuk membentuk generasi Aceh yang lebih baik sejak dari usia dini. Dia mengatakan, peran Bunda PAUD Aceh sangat membantu program Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Menurut amatan Dinas Pendidikan, kata Syaridin, kinerja Bunda PAUD sudah berkembang dengan sangat baik. Ia melihat berbagai kegiatan yang dilakukan Bunda PAUD sangat bermanfaat bagi anak usia dini.

Dalam kesempatan itu, Syaridin mengingatkan agar para Bunda PAUD seluruh Aceh dapat mengedepankan pendidikan karakter bagi anak didik. Sebab pendidikan karakter amat penting untuk menangkal pemahaman radikalisme.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Rakor Bunda PAUD seluruh Aceh, Dinda Afrianti, mengatakan tujuan dari Rakor tersebut adalah untuk mensinergikan program Bunda PAUD provinsi dengan program seluruh daerah. Rakor tersebut juga bertujuan untuk memberikan informasi baru terkait aturan nasional tentang pendidikan anak usia dini.

“Rakor ini akan berlangsung selama 4 hari, mulai dari 18 sampai dengan 21 Juli,” ujar Dinda. Peserta Rakor tersebut, kata Dinda, terdiri dari Bunda PAUD kabupaten kota seluruh Aceh dan kepala bidang di Dinas Pendidikan kabupaten kota.

 

The post Dyah Erti : PAUD Wadah Pembentuk Generasi Aceh Berkualitas appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Sakit Keras di Bogor, BPPA Jemput Lelaki Asal Lhoksumawe Ini

Kamis, 18 Juli 2019

JAKARTA — Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta menjemput salah satu warga Aceh asal Lhoksumawe, Suwandi, (74) tahun yang mengalami sakit keras di pesantren Kiayi Maksum di Kampung Cibuni, Palasari, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal mengatakan, penjemputan Suwandi dilakukan pihaknya setelah mendapatkan arahan dari Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT agar segera menangani lelaki lanjut usia tersebut. Nantinya, Suwandi akan segera diterbangkan ke Aceh.

“Kita bawa dulu ke Rumah Singgah yang dikelola BPPA. Besok, Kamis, 18 Juli 2019 Insyaallah baru kita terbangkan ke kampung halaman di Jalan Listrik, Dusun Blang Malo, Kelurahan Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh,” ujarnya, Rabu, 17 Juli 2019.

Almuniza mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Aceh dan Dinas Sosial Kota Lhoksunawe terkait pemulangan Suwandi dari Jakarta.

“Nantinya Dinas Sosial Aceh akan menjemput Bpk. Suwandi di Bandara Internasional Sultan Iskadar Muda (SIM) dan selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Lhoksumawe untuk kemudian dibawa ke kampung halaman di Hagu Selatan,” ujarnya.

Sementara, Kiyai Maksum mengatakan, sudah lebih dari 10 tahun ini Suwandi ikut bersamanya untuk mondok (belajar mengaji). Dalam 10 tahun tersebut, baru lima bulan ini beliau mulai sakit keras.

“Paling parah 1 Minggu ini. Dan sebenarnya beliau sejak awal tidak menceritakan perihal keluarganya. Baru kemarin beliau minta bertemu keluarganya (mungkin karena sakit keras) dan kita semua berusaha untuk menyebarkan info tentang beliau,” ujar Kiyai Maksum.

Sebelumnya, diberitakan bahwa seorang lelaki lanjut usia asal Lhoksumawe, Aceh, bernama Suwandi (74) tahun mengalamami sakit keras. Lelaki tersebut berada di rumah salah seorang kenalan di wilayah Bogor, Jawa Barat dan mengharapkan sanak keluarga untuk datang menjemput.

Penjemputan di dampingi Kepala BPPA diwakili Ka. Subbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat BPPA, T. Syafrizal, salah satu Ketua Pengurus Pusat (PP) Taman Iskandar Muda, Ayah Muktar, Ketua Seuramoe Syedara Lhokseumawe (SEUSAMA), Zulkifli Ibrahim bersama Sekjen, Said Rulam Fauzi.

Keterangan foto: Suwandi (74) tahun ketika sampai di Rumah Singgah BPPA untuk selanjutnya di bawa pulang ke Aceh, Lhoksumawe, besok, Kamis, 18 Juli 2019. (Foto: BPPA/ Saifullah S)

The post Sakit Keras di Bogor, BPPA Jemput Lelaki Asal Lhoksumawe Ini appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Pemerintah Aceh Berkomitmen Benahi Sektor Kesehatan

Rabu, 17 Juli 2019

Humas Aceh | 17 Juli 2019

Pemerintah Aceh Berkomitmen Benahi Sektor Kesehatan

 

The post [Video] Pemerintah Aceh Berkomitmen Benahi Sektor Kesehatan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Demo Ekskul: Ratoh Jaroe Akan Tampil Serentak di 200 Sekolah Jakarta

Selasa, 16 Juli 2019

JAKARTA — Salah satu kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) tahun 2019 adalah Demo Ekstrakulikuler. Demo tersebut akan serentak dilakukan di berbagai sekolah yang ada di Indonesia sebagaimana yang dilaksanakan selama ini. Yang paling unik, tahun ini tari asal Provinsi Aceh, Ratoh Jaroe dipilih menjadi salah satu ekstrakulikuler di 200 lebih sekolah menengah atas (SMA) baik di DKI Jakarta, Tangerang Selatan dan Banten.

King of Ratoh Jaroe Yusri Saleh atau akrab disapa Dek Gam mengatakan, salah satu kampanye yang dilakukan pihak sekolah untuk menarik minat anak didik tahun ajaran baru adalah dengan menggelar demo ekskul.

“Dan Alhamdulillah, Ratoh Jaroe asal Nanggroe dipilih menjadi salah satu ekstrakulikuler di 200 lebih sekolah SMA di Jakarta, Banten, dan Tangerang Selatan,” ujar Dek Gam, usai latihan di SMA 70 Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

Menurur Dek Gam, hampir di seluruh sekolah SMA di Jakarta telah mengenal tari Ratoh Jaroe. Sekolah-sekolah tersebut pun sudah punya ekstrakulikuler masing-masing termasuk tari Ratoh Jaroe.

“Namun, tahun ini minat untuk mempelajari tari Ratoh Jaroe makin meningkat dan itu membuat kita bangga, karena diplomasi kebudayaan yang kita lakukan berhasil. Dan ini sangat fenomenal,” kata Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) itu.

Sementara, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal mengatakan salah satu tugas BPPA di Jakarta selain memfasilitasi hubungan kerja pemerintah Aceh dengan Pemerintah dan Pemerintah Provinsi lainnya, juga mengelola dan melaksanakan pelaksanaan promosi potensi Aceh baik sumber daya alam, seni dan budaya.

“Dan kesenian Aceh, yakni tari Ratoh Jaroe semakin dikenal oleh berbagai pihak di Jakarta dan sekitarnya. Itu juga berkat kawan-kawan kesenian di Badan Penghubung, terutama di Anjungan Aceh, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang telah bekerja keras hingga tarian kreasi ini naik kelas,” ujar dia.

Almuniza berharap, pelaku kesenian Aceh di Jakarta tidak bosan-bosannya untuk terus mempromosikan kebudayaan Aceh kepada khalayak Jakarta. Bahkan, kata dia, tahun depan BPPA akan mendukung pengembangan tarian Aceh tersebut ke daerah lain, yakni ke Kalimantan dan Sulawesi.

“Karena itu, BPPA mengajak seluruh komunitas Aceh yang ada di Sulawesi dan Kalimantan untuk mengusulkan permintaan pelatih kepada BPPA. Nantinya, BPPA akan mengirimkan pelatih Ratoh Jaroe dengan syarat, minimal ada 100 orang yang akan dilatih,” jelas dia.

Keterangan Foto: Anak-anak Trads70 saat melakukan latihan di SMA 70, Jl. Bulungan, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Juli 2019.

The post Demo Ekskul: Ratoh Jaroe Akan Tampil Serentak di 200 Sekolah Jakarta appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah KAT Sikundo 

Senin, 15 Juli 2019

Humas Aceh | 15 Juli 2019

Meulaboh – Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan 39 unit rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Sikundo, Kecamatan Pantee Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Senin (15/7/2019).

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan penyambungan listrik gratis rumah sederhana dalam menuju 100 persen rasio elektrifikasi di Desa Sikundo, Aceh Barat, 15 Juli 2019.

Nova Iriansyah mengatakan, perencanaan untuk pembangunan Rumah KAT di Desa Sikundo sudah direncanakan jauh-jauh hari dan hari ini terealisasi.

“Setelah adanya KAT, hadirnya MCK, rumah sehat dan nanti akan disusul dengan aksesibilitas akan kita perbaiki,” kata Nova.

Dengan adanya pembangunan itu, Nova Iriansyah berharap kepada masyarakat Sikundo agar tetap nyaman dan tidak berencana pindah ke daerah lain, karena pemerintah akan terus meningkatkan infrastruktur dan fasilitas sosial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kemudian Nova Iriansyah juga berharap kepada masyarakat agar aktif dalam pembangunan, sehingga tidak selalu harus melalui program dan proyek kalau bisa dilakukan dengan cara bergotongroyong, karena kalau bisa bakti TNI, Polri  dan lain-lain termasuk CSR itu lebih baik.

“Mungkin yang akan saya dulukan terlebih dahulu adalah memperbaiki akses jalan yang layak jadi jangan ada lagi jalan yang naiknya ekstem turunnya ekstem tadi ada saya lihat satu titik tadi,” katanya.

Menurut Plt Gubernur Aceh, untuk memperbaiki itu tidak perlu dengan program APBN- APBA atau APBK, karena juga bisa dilakukan dengan bantuan CSR, gotongroyong masyarakat bersama TNI dan Polri.

“Itu dalam waktu dekat akan saya lakukan dengan kawan-kawan dan yang paling penting penduduk tambah betah tinggal di Sikundo,” kata Nova.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang baik antar pihak baik itu dari PT Mifa Bersaudara yang melalui CSRnya  sudah mau membantu pembuatan MCK untuk masyarakat Sikundo.

“Begitu juga dengan PLN dan Dinas ESDM, sehingga masyarakat desa ini bisa merasakan listrik,” kata Alhudri.

Bupati Aceh Barat Ramli mengucapkan terimakasih atas bantuan rumah KAT, listrik dan MCK.  “Semoga bantuan ini terus berlanjut, orang di sini tidak banyak namun bisa menggoyang nasional. Kami sangat berterimakasih dan berharap bantuan ini terus berlanjut,” kata Ramli.

Turut hadir dalam rombongan Kepala BPBA Teuku Ahmad Dadek, Kepala ESDM Mahdinur, Kepala Dinas Pangan Aceh Ilyas, Bupati Aceh Barat Darmili, Danrem, Kapolres Aceh Barat, Kanwil PLN Aceh Jefri Rosiadi, Wakil Ketua DPRA Dalimi, Kepala Kejari, Kepala MPU, Direktur Utama PT Mifa Bersaudara, Asisten II Sekda Aceh, DPRK Aceh Barat, Camat, Keucik Sikundo, dan masyarakat setempat.

The post Plt Gubernur Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah KAT Sikundo  appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.