Indeks Berita

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah memukul beduk saat melepas peserta pawai takbir

Minggu, 25 Juni 2017

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah memukil beduk saat melepas peserta pawai takbir memperingati Hari Raya Idul Fitri di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, 24 Juni 2017. Humas Aceh/Zulkarnain

The post Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah memukul beduk saat melepas peserta pawai takbir appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kecamatan Seulimeum Laksanakan Takbir Akbar

Minggu, 25 Juni 2017

JANTHO- Dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, warga Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar juga menggelar takbir akbar keliling, Sabtu (25/6) malam.

Pelaksanaan takbir akbar bergilir itu dilakukan oleh masyarakat setempat untuk pertama kalinya pada tahun 2017, meskipun  kegiatan pertama di sambut antusias oleh seluruh masyarakat, tidak kalah meriahnya dengan kota besar yang ada di Aceh. Selain ratusan masyarakat hadir dalam pelaksanaan kegiatan, peserta takbir juga menghias mobilnya beraneka ragam bentuk yang di buat khusus untuk meriahkan pawai akbar tersebut.

Kegiatan ini, di buka langsung oleh wakil bupati terpilih, Tgk. Husaini A Wahad (Waled Seulimeum), setelah pembukaan takbir akbar langsung mengeliling sejumlah desa yang berada di kecamatan tersebut.

Dalam pembukaan kegiatan Waled mengatakan, ini merupakan kegiatan yang patut untuk di pertahankan, karena ini kegiatan sebagai salah satu jalan dalam mengajak masyarakat untuk menghidupkan syiar-syiar islam.

‘Mari sama-sama kita merajut semangat ukhuwah Islamiyah munuju martabat muflihin,’ujarnya.

Selanjutnya waled mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, maka masyarakat Seulimeum, mendapatkan berkah yang melimpah.

‘Semoga kita semua mendapatkan mafaat dari kegiatan ini,’sebutnya.

waled mengharapkan, untuk kedepan kegiatan ini terus ditingkatkan lagi, lebih meriah lagi.

‘Mari kita tingkatkan lagi kegiatan ini, semoga tahun depan lebih meriah lagi di bandingkan tahun ini,’tutupnya.

Sementara itu pelaksana  kegiatan ini merupakan pantia gabungan,  terdiri dari Rabithah santri Seulimeum, Himpunan Mahasiswa Seulimeum,KNPI Kecamatan Seulimeum dan SAN (Seulawah Adventure Nusantara).

The post Kecamatan Seulimeum Laksanakan Takbir Akbar appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Gubernur Resmikan Sekretariat KKR Aceh

Kamis, 22 Juni 2017

Humas Aceh | 22 Juni 2017

Gubernur Resmikan Sekretariat KKR Aceh

The post [Video] Gubernur Resmikan Sekretariat KKR Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Gubernur Resmikan Sekretariat KKR Aceh

Kamis, 22 Juni 2017

Humas Aceh | 22 Juni 2017

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah meresmikan Kantor Sekretariat Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, di Kuta Alam Banda Aceh, Kamis 22 Juni 2017.

Gubernur menyebutkan, dirinya menaruh harapan besar pada KKR Aceh dalam hal memenuhi rasa keadilan masyarakat korban konflik di masa lalu.

“Lakukan pengungkapan kebenaran secara objektoif, berdasarkan fakta dengan tidak deskriminatif serta tidak memihak kepada kelompok tertentu,” ujar gubernur dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin LC. MA.

KKR Aceh, ujar Zaini Abdullah merupakan salah satu amanah undang-undang yang lahir dari kesepakatan Helnsinki yaitu UU No. 11 Tahun 2006 yang kemudian ditetapkan melalui Qanun Aceh Nomor Aceh Nomor 11 Tahun 2013.

Sebagai tindak lanjut dari hadirnya qanun itu, gubernur kemudian melantik para komisioner KKR Aceh pada Oktober 2016 lalu. Tugas para komisioner itu adalah mengungkap fakta-fakta kebenaran di lapangan.

“Ungkap semua kebenaran sehingga KKR Aceh bisa menjadi contoh lembaga pembela kebenaran dan keadilan atas hak-hak korban konflik di masa lalu,” ujar gubernur. (Humas-Aceh)

The post Gubernur Resmikan Sekretariat KKR Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

PWI Aceh Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

Kamis, 22 Juni 2017
Humas Aceh | 22 Juni 2017
Banda Aceh — Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Aceh menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di Gedung PWI Aceh Kuta Alam, Rabu (21/06/2017). Acara tersebut dihadiri juga oleh Asisten II Setda Aceh, Saiba Ibrahim serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin.
Tarmilin Usman, Ketua PWI Aceh, menyebutkan, buka puasa bersama yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan agenda rutin yang diselenggarakan organisasi wartawan tersebut.
Sementara itu, wartawan Gema Baiturrahman Amir Hamzah, menjadi pemberi tausiah dalam acara tersebut. Ia menyebutkan bahwa pekerjaan wartawan merupakan profesi paling mulia.
“Semua wartawan yang mengikuti rasulullah masuk surga,” ujarnya. Maksud perkataan Amir, bahwa wartawan adalah penyampai berita benar kepada masyarakat. “Jangan mengikuti orang-orang yang mengikuti berita bohong,” ujarnya. (Humas-Aceh)

The post PWI Aceh Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Zaini: Jaga Kekompakan dan Dukung Pembangunan Aceh

Rabu, 21 Juni 2017

Humas Aceh | 21 Juni 2017

Banda Aceh – Seluruh unsur Forum Koordinasi Piminan Daerah (Forkopimda) Aceh diharapkan dapat terus menjaga kekompakan, sehingga dapat menjadi contoh teladan bagi masyarakat, dan mendukung kelancaran proses pembangunan Aceh.

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah salam komando bersama Kapolda Aceh, Irjen (Pol) Rio S Djambak, Pangdam IM, Mayjen TNI Moch Fachrudin, Kajati Aceh, Raja Nafrizal, S.H, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda usai memimpin Apel Gabungan Segarnizun di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu 21 Juni 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Guberur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam amanatnya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Instansi se-Garnizun Banda Aceh dalam rangka menyambut Idul Fitri 1438 H, yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Rabu (21/6/2017).

“Saya percaya dan menaruh harapan penuh kepada seluruh Anggota Forkopimda plus untuk tetap menjaga kekompakan dan  menjadi teladan bagi rakyat, sehingga dapat sepenuhnya menjalankan tugas sesuai dengan bidang tanggungjawab masing-masing. Keutuhan, keharmonian, dan sinergitas adalah kunci dari semua keberhasilan kerja kita,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Doto Zaini itu juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Panglima Kodam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, dan seluruh anggota Forkopimda atas kerjasama yang sangat baik selama ini.

“Terima kasih atas prakarsa untuk menggelar upacara pelapasan tugas atau purna tugas saya selaku Gubernur Aceh. Ini sebuah tradisi baru dalam Pemerintahan Aceh. Sekali lagi Saya mengucapkan terimakasih. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal ibadah Bapak-bapak beserta keluarga,” kata Doto Zaini.

Sebagaimana diketahui, Selama lima tahun memimpin Aceh, Doto Zaini sudah bekerjasama dengan 5 Pangdam, 3 Kapolda, dan 3 Kajati yang bersama-sama bersinergi di Forkopimda Aceh dan menjadi bagian dari Pemerintahan Aceh.

“Mereka semua adalah pejabat yang sangat profesional dibidangnya masing-masing, dan teguh memegang konstitusi dan aturan perundang-undangan dalam menjalankan tugas membantu saya. Alhamdulillah, seluruh agenda pembangunan Aceh dapat berjalan baik, damai dan penuh dinamika yang kondusif,” puji Gubernur.

Bukan tanpa hambatan, kepemimpinan Zaini Abdullah selama lima tahun juga mengalami riak dan gejolak. Terutama menjelang Pilkada 2016, saat terjadi konflik antar pendukung pasangan calon di Kabupaten Aceh Timur. Selain itu, bencana gempa di Dataran Tinggi Gayo dan Pidie Jaya, banjir bandang disejumlah daerah, dan kerusuhan sosial di Aceh Singkil, serta berbagai gangguan keamanan lainnya.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama dan kekompakan kita Forkopimda dalam merespon berbagai permasalahan tersebut, hingga saat ini Aceh selalu dalam keadaan damai, nyaman, aman,” sambung Zaini.

Rambu Menuju Negeri Darussalam

Dalam kesempatan tersebut, Doto Zaini turut menyampaikan beberapa hal sebagai bahan pertimbangan dan rambu-rambu dalam menjadikan Aceh sebagai sebuah negeri baldatun taibatun warabun ghafur, Negeri Darussalam.

Poin pertama yang disampaikan oleh Zaini adalah penegakan supremasi hukum untuk semua. Menurut Zaini, suatu pemerintahan tidak dapat berjalan baik, bersih dan berkeadilan jika supremasi hukumnya lemah, diskriminatif, dan aturan yang ada tidak berjalan dan tidak berpihak pada keadilan.

Sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam dalam kehidupan sehari-harinya, Zaini berharap agar masyarakat Aceh dapat tampil sebagai pelopor dan teladan dalam penegakan supremasi hukum.

“Tidak boleh ada diskriminasi hukum, dan tidak ada keraguan dan atau pilih kasih dalam memberikan sanksi kepada yang melanggar hukum. Saya percaya seluruh jajaran aparat penegak hukum di Aceh, dapat menjalankan tugasnya secara professional, taat asas, tidak ragu dan tidak pilih kasih,” kata Doto Zaini.

Selanjutnya, Zaini juga berpesan tentang pentingnya menjadikan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 sebagai landasan konstitusional Pemerintahan dan Pembangunan Aceh.

“Meski belum sepenuhnya dapat dijalankan, namun berkat kerjasama yang baik, komitmen yang kuat dan kesamaan pandang kita dalam membangun Aceh, Alhamdulillah sebagian besar isi UUPA telah menjadi landasan kerja kita.”

Zaini optimis, di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf, Undang-Undang Pemerintahan Aceh masih tetap utuh dan menjadi landasan Pemerintah Aceh dalam menjalankan roda pembangunan.

“Terakhir, peradaban Islam adalah Peradaban Aceh. Sejarah mencatat bahwa Aceh sebagai gerbang utama Peradaban Islam masuk ke Indonesia. Sehingga Aceh digelar Serambi Mekkah. Itu artinya akar peradaban Aceh adalah dari Peradaban Islam,” tegas Doto Zaini.

Zaini berharap, dalam masa 5 hingga 10 tahun ke depan Aceh mampu bangkit menjadi sebuah Negeri yang berperadaban Islam secara kaffah. “Kita sebagai warga Aceh dan seluruh pemangku kepentingan Aceh harus menjadikan peradaban Islam sebagai basis utama peradaban Aceh.”

Doto Zaini Pamit

Sementara itu, sehubungan dengan akan berakhirnya masa tugas dirinya sebagai Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda dan semua pihak yang telah mendukung seluruh program pembangunan Aceh selama lima tahun.

“Saya mohon pamit, sekaligus mohon maaf jika ada kebijakan kami yang tidak berkenan bagi Bapak/Ibu sekalian. Melalui mimbar ini kembali saya mengajak seluruh pemangku kepentingan Pembangunan Aceh dan seluruh rakyat Aceh, untuk dapat memberikan dukungan penuh kepada Gubernur terpilh, Irwandi Yusuf dan Wakilnya, Nova Iriansyah,” imbau Zaini.

Zaini meyakini, bahwa Pemerintahan Aceh berikutnya tetap istiqamah menjalankan butir-butir MoU Helsinki dan UUPA berserta turunannya. Karena kedua hal tersebut merupakan landasan konstitusi Aceh sebagai daerah khusus dan istimewa.

“Saya percaya, Pembangunan Aceh akan lebih baik dan kualitas kesejahteraan rakyat semakin meningkat. Terakhir, bagi saudara-saudari yang bertugas selama libur lebaran ini, saya ucapkan selamat bertugas. Semoga Allah mencatanya sebagai amal ibadah saudara-saudari. Atas nama Pemerintahan Aceh, Kami mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri kepada seluruh rakyat Aceh,” pungkas Gubernur Aceh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh pimpinan unsur Forkorpimda Aceh dan Kota Banda Aceh. Selain itu, seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh serta juga menghadiri Apel bersama tersebut. (Ngah)

The post Zaini: Jaga Kekompakan dan Dukung Pembangunan Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Munawar A. Jalil Khatib Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman

Rabu, 21 Juni 2017

Humas Aceh | 21 Juni 2017

Kepala Dinas Syariat Islam provinsi Aceh, DR. H. Munawar A. Jalil, MA dinobatkan sebagai khatib pada pelaksanaan shalat Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017 Masehi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Sementara sebagai imam shalat ditunjuk Ustadz Munawir Darwis, Lc, Alhafidz yang merupakan imam tetap Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Rabu (21/06/2017).

Mulyadi mengatakan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah dilaksanakan pada Minggu 25 Juni 2017, dan akan dimulai pada pukul 07. 30 WIB, oleh karenanya masyarakat yang akan melaksanakan shalat Idul Fitri Baiturrahman diharapkan untuk datang lebih awal.

“Tahun ini shalat Idul Fitri dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman karena memang pasca rehab halaman masjid, kini sudah mampu menampung hingga 24 ribu jamaah lebih,”ujarnya.

Mulyadi juga menyarankan agar jamaah yang datang terlebih dahulu berwuduk di rumah, meskipun menurutnya saat ini tempat wuduk di Masjid Raya sudah banyak, akan tetapi dengan jumlah jamaah yang diperkirakan bisa mencapai 20 ribu orang, maka dikhawatirkan akan terjadi antrian panjang.

Pada kesempatan itu Mulyadi juga menyampaikan bahwasanya Pemerintah Aceh melalui panitia penyelenggara Peringatan Hari-Hari Besar Islam (P3HBI) Aceh tahun 1438 H/2017 M juga akan menyelenggarakan pawai malam takbiran pada Sabtu 24 Juni 2017.

Pawai akan dimulai setelah shalat Isya, dan rencananya akan dilepas oleh Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, dan akan didampingi oleh unsure Forkopimda Aceh.

“Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan malam takbiran, seperti biasa untuk hadir setelah shalat Isya, nanti akan ada beberapa ruas jalan yang akan dilewati oleh para peserta takbiran,”pungkas Mulyadi.

The post Munawar A. Jalil Khatib Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ini Kata Bupati Aceh Tengah di Acara Buka Puasa Bersama Petugas Kebersihan

Rabu, 21 Juni 2017

Humas Aceh | 21 Juni 2017

Takengon- Sebanyak 300 lebih petugas kebersihan berbuka puasa bersama dengan Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin pada selasa (20/06) malam di Pendopo setempat.
Bertemu dengan para petugas kebersihan dalam nuansa Ramadhan dikatakan Nasaruddin menjadi penting dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja yang dilakukan selama ini.

“Para petugas kebersihan selama ini telah bekerja optimal membersihkan lingkungan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, ” ungkap Nasaruddin.

Menurutnya apa yang dikerjakan oleh petugas kebersihan sangat mulia dan tidak ringan, sebab hanya dapat dilakukan oleh orang yang punya niat dan keikhlasan.

“Tidak semua orang dapat bekerja sebagai petugas kebersihan, harus punya niat dan keikhlasan yang tinggi,” ujar Nasaruddin.

Terkadang,  kata Nasaruddin, ada petugas yang sudah bekerja sebelum terbit fajar, dan ada pula petugas yang baru selesai bekerja hingga lewat tengah malam, terutama yang membawa truk sampah.

“Bila dibanding dengan penghasilan mungkin tidak setimpal,  namun karena niat dan keikhlasan sehingga para petugas kebersihan dapat bekerja dengan baik selama ini dan kami sangat menghargai kerja yang bapak dan ibu lakukan,” demikian Nasaruddin.

Acara buka puasa bersama dirangkai dengan tausyiah Ramadhan yang disampaikan oleh Drs. Tgk. H. Saleh Syamaun. Diakhir acara para petugas kebersihan mendapat bingkisan dari pemerintah daerah setempat. (MK)

The post Ini Kata Bupati Aceh Tengah di Acara Buka Puasa Bersama Petugas Kebersihan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Menjadi Manusia Ramadhan

Rabu, 21 Juni 2017

Humas Aceh | 21 Juni 2017

Pada zaman Rasulullah SAW, ada satu peristiwa menarik saat Idul Fitri tiba. Seorang anak perempuan menangis dan Rasulullah menghampirinya. Kepada anak ini, baginda Nabi SAW bertanya, “Apa gerangan yang menyebabkan kamu menangis demikian?”

Anak itu menjawab bahwa ia baru saja kehilangan sang ayah. Sehingga, ia sangat bersedih menyaksikan keluarga lain yang ayah dan ibunya masih hidup tampak sangat bahagia menikmati suasana Idul Fitri. Seketika Rasulullah menghibur gadis cilik ini dengan sebuah pertanyaan indah.

“Jika begitu, apakah engkau mau aku menjadi ayahmu?” Siapa yang tidak ingin berayahkan Rasulullah? Siapa yang tidak bangga jika pertanyaan ini datang dari Nabi sendiri? Seketika terkembang senyum kebahagiaan di bibir gadis cilik ini. Rasulullah telah menjadi ayahnya.

Kebaikan, apabila sudah mengakar, dia akan menjadi refleksi yang serta-merta keluar, termanifestasi, bahkan tanpa pertanyaan yang njlimet. Seperti yang diajarkan Rasulullah, beliau selalu mencontohkan agar setiap diri hendaknya menjadi bagian dari solusi.

Perhatikan sabda Nabi SAW, yakni Sebaik-baiknya manusia di sisi Allah adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi sesama. Rasulullah mendorong setiap individu untuk mengambil peran, berbagi kelebihan (ilmu, harta, tenaga, dan kekuasaan) kepada insan yang kurang beruntung. Menjadi bagian dari solusi, dan bukan menjadi bagian dari masalah.

Negeri kita tercinta, Indonesia di usianya yang hampir 72 tahun memerlukan banyak sekali pertolongan dan amal saleh dari setiap individu warga negaranya. Di bidang ekonomi, napas negeri ini sedang terasa berat terbebani tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.

Di ranah sosial, Indonesia memerlukan sebanyak-banyaknya tangan yang turun dan keberpihakan penguasa, untuk mengoreksi kesenjangan kelompok kaya versus miskin yang sangat besar (terburuk keempat di dunia) dan Indeks Pembangunan Manusia yang rendah.

Di bidang politik dan kenegaraan, negeri ini juga memerlukan banyak sekali kerja bersama, saling menolong dan menjaga, serta persaudaraan.

Ada banyak usaha amar makruf nahi mungkar yang perlu dilakukan oleh setiap individu warga negara. Sebulan penuh kita telah digembleng oleh universitas Ramadhan. Untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, berlomba dalam kebaikan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jiwa manusia Ramadhan yang telah ditanamkan bulan suci ini, pada setiap individu selayaknya mampu menjadi api yang menyala terang untuk Indonesia.

Jika hampir 220 juta rakyat Indonesia yang Muslim, ter-sibghah oleh Ramadhan, satu per satu setiap individu akan menjadi bagian dari solusi. Maka selepas Ramadhan ini, ketika Idul Fitri, kita akan menjadi pribadi-pribadi solutif. Setahun ke depan, semangat Ramadhan ini akan hidup dalam diri kita, seluruh rakyat Indonesia. Sekali lagi, mari menjadi solusi, menjadi bagian dari jalan keluar dan bukan sebaliknya, malah menjadi bagian dari persoalan.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

The post Menjadi Manusia Ramadhan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ini Makna di Balik Nuzulul Quran

Rabu, 21 Juni 2017

Humas Aceh | 21 Juni 2017

Setiap Muslim wajib beriman kepada kitab-kitab Allah. Dan di antara kitab-kitab Allah yang mulia itu, hanya Alquranlah yang masih terpelihara keaslian dan kemurniannya, sesuai dengan janji Allah SWT (QS al-Hijr: 9).

Manusia hidup di muka bumi ba gaikan seorang musafir yang se dang mengembara, begitulah gambaran yang diberikan Nabi Muhammad SAW. Sebagai musafir, maka diperlukanlah sebuah guide book sebagai panduan agar manusia tidak tersesat dan bisa sampai di tempat tujuan akhir dengan selamat. Allah SWT telah memberikan sebuah kitab sebagai buku panduan perjalanan yang diturunkan melalui Malaikat Jibril AS kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Amiirussafar dari dunia menuju akhirat, yaitu Alquranul Karim.

Sebagai buku panduan, maka orang yang menggunakannya harus lah memanfaatkannya dengan penuh keyakinan tanpa ada keraguan. Oleh karena itu, Allah SWT menegaskan, “Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang yang bertakwa.” (QS al-Baqarah: 2).

Dan ditegaskan pula bahwa segala hal prinsipiel yang terkait dengan perjalanan manusia di muka bumi ini telah dijelaskan dalam kitab tersebut. “(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Mahatahu.” (QS Hud: 1).

Ketika Allah SWT menurunkan Alquran dengan ayat-ayat yang jelas dan terperinci, salah satu tujuannya memastikan agar manusia selama perjalanannya di dunia berbahagia dan sejahtera (QS Thaha: 2-3).

Allah SWT telah mengatur seluruh kehidupan manusia. Prinsip-prinsip yang diperlukan manusia dalam kehidupan ini telah disebutkan dalam Alquran; pokok-pokok akidah, tata cara beribadah, konsep-konsep perekonomian, perpolitikan, tatanan sosial, kerumahtanggaan, dan lain sebagainya. Aktivitas umat manusia bila dikelola sesuai dengan petunjuk Alquran, akan mendatangkan keberkahan dan kebaikan.

Karena, itulah ketentuan Allah. “Jikalau sekiranya penduduk negerinegeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi….” (QS al-A’raf: 96).

Selain kisah-kisah yang Allah ceritakan dalam Alquran untuk diambil hikmah dan pelajarannya, ada juga perintah yang harus dilaksana kan dan larangan yang harus dijauhi demi berlangsungnya kehidupan manusia yang sejahtera dan bahagia serta jauh dari kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat.

Kunci-kunci rezeki dan keberkahan dari langit dan bumi adalah ketika manusia takut kepada Allah, takut bermaksiat kepada-Nya, dan takut akan ditimpa azab oleh-Nya karena hidupnya jauh dari Alquran. Inilah di antara hikmah di balik Nuzulul Quran, ketika Allah SWT memuliakan bulan Ramadhan dengan berbagai keutamaan. Salah satu keutamaan terbesarnya adalah diturunkannya Alquran pada salah satu malam di bulan suci Ramadhan yang disebut dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS al-Baqarah: 185). Wallahu a’lam. 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

The post Ini Makna di Balik Nuzulul Quran appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32