Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Dyah Erti Senam Pagi di Car Free Day

Minggu, 24 Maret 2019

Humas Aceh | 24 Maret 2019

Jalan Teuku Muhammad Daud Beureueh menjadi salah  satu pilihan masyarakat Kota Banda Aceh untuk mengisi aktivitas hari Minggu pagi. Di area tersebut rutin dilaksanakan Cari Free Day (CFD) yang menjadi salah satu program Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mewujudkan nilai kesehatan dalam kehidupan masyarakat kota itu.

Dyah Erti Senam Pagi di Car Free Day

Kegiatan Car Free Day yang diselenggarakan setiap minggu itu  mendapat sambutan baik dari masyarakat. Begitu juga oleh Istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati yang juga Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi). Pada Minggu, 24 Maret 2019, Dyah bersama anggota Perwosi lainnya ikut serta melakukan senam yang dilaksanakan dalam salah satu agenda Car Free Day. Pagi yang cerah itu, Dyah tampak semangat dan antusias melakukan senam pagi.

Usai melaksanakan senam pagi sekitar setengah jam. Dyah kemudian duduk beristirahat sejenak di salah satu meja yang telah disediakan oleh panitia acara. Disitu, Dyah bersama para anggota Perwosi lainnya  menikmati kopi pagi.

Setelah itu, Dyah pergi berjalan kaki menyapa anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang sedang melakukan yel-yel di salah satu sudut jalan. Saat berinteraksi dengan anak-anak itu, Dyah mengingatkan mereka agar menjaga pola makan yang sehat.

“Makan yang banyak, suka makan ikan gak? Makan yang banyak biar pintar dan sehat. Supaya prestasi nya bagus, karena adek-adek inilah pimpinan di masa depan,” ujar Dyah saat menasehati anak-anak tersebut.

Selain menyapa anak-anak, Dosen Teknik Arsitektur Unsyiah itu juga mengunjungi beberapa stan makanan dan minuman. Di sela- sela itu, ia membeli  satu cup minuman authentic thai tea yang dijajakan oleh penjual setempat.

Dyah tidak langsung pulang. Terlihat beberapa masyarakat baik anak-anak, remaja dan orang dewasa meminta untuk foto bersama dengan Istri orang nomor satu di Provinsi Aceh itu. Dyah dan rombongan kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.00 pagi.

The post Dyah Erti Senam Pagi di Car Free Day appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Nova Ajak Sektor Swasta Terlibat dalam Pembangunan Aceh

Minggu, 24 Maret 2019

Humas Aceh | 24 Maret 2019

Aceh Besar- Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengajak sektor swasta untuk melibatkan diri dalam seluruh proses pembangunan yang saat ini terus digalakkan oleh Pemerintah Aceh. Nova meyakini, kolaborasi semua pihak merupakan kunci sukses pembangunan.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membuka turnamen Golf HUT Bank Aceh di Lhoknga, Aceh Besar, Minggu 24 Maret 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Gubernur, dalam sambutannya saat membuka secara resmi Bank Aceh Syari’ah Golf Tournamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bank Aceh Syari’ah ke 46, di Lapangan Golf Lhok Nga, Minggu (24/3/2019) pagi.

“Untuk membangun Aceh, mulai saat ini kita sudah harus berfikir secara kolaboratif. Negeri ini tidak bisa dibangun oleh Pemerintah tanpa bantuan sektor swasta. Oleh karena itu, saya menghimbau swasta untuk turut terlibat dan melibatkan diri dalam seluruh proses pembangunan di Aceh,” ujar Nova.
Plt Gubernur mengungkapkan, saat ini masih banyak aset Pemerintah Aceh yang terbengkalai. Nova meyakini, keterlibatan pihak swasta mampu membuat lahan dan aset-aset tersebut produktif kembali.
“Peran swasta sangat dibutuhkan untuk membuat aset tersebut produktif kembali, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.”
Bank Aceh Syari’ah Golf Tournament ditandai dengan pemukulan bola pertama oleh Plt Gubernur Aceh, diikuti oleh Kajati Aceh dan Direktur Utama Bank Aceh Syari’ah dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. Sebanyak 130 peserta ikut ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung selama dua hari itu.
Usai melakukan pemukulan pertama, Plt Gubernur juga melakukan peninjauan lapangan golf Lhok Nga. Untuk diketahui bersama, lapangan golf Lhok Nga akan menjadi salah satu tempat penyelenggaraan cabang olahraga golf pada Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh-Sumut.

The post Nova Ajak Sektor Swasta Terlibat dalam Pembangunan Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur: Selalu Ada Hikmah di Balik Musibah

Minggu, 24 Maret 2019

Humas Aceh | 24 Maret 2019

Banda Aceh – Orang beriman selalu mampu menjumpai kebaikan dan keindahan atau hikmah  dalam setiap musibah. Musibah dan penderitaan tidak boleh membuat gentar dan khawatir. Orang beriman justru akan bersyukur dan segera kembali kuat dan bangkit pasca musibah.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutan singkatnya pada acara ‘Zikir dan Doa Bersama untuk para syuhada korban penembakan di Selandia Baru’, yang di pusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (23/3/2019) malam.

“Selalu ada hikmah dibalik musibah. Musibah yang menimpa saudara kita di Selandia Baru menjadi pelajaran berharga bagi seluruh muslim. Salah satu pelajaran penting dari setiap musibah adalah keimanan dan kesabaran. Dengan keimanan dan kesabaran, maka musibah ini justru akan semakin menguatkan keimanan kita,” ujar Nova.

Nova mengajak umat muslim untuk tidak bereaksi emosional terhadap kejadian ini. Nova mengajak semua pihak untuk melihat musibah ini dengan kacamata keimanan dan kesabaran, karena orang yang menilai berbagai peristiwa tidak berdasarkan keimanan dan kesabaran, maka tidak mampu menafsirkan secara tepat.

“Pemerintah Aceh bersama seluruh masyarakat Aceh merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat dunia, kita mengutuk dan mengecam keras teroris yang telah melakukan pembantaian tersebut. Saat ini, mari kita berprasangka baik kepada Pemerintah Selandia Baru, bahwa mereka akan menghukum pelaku pembantaian dengan seadil-adilnya, sehingga peristiwa serupa tidak berulang di masa yang akan datang,” ujar Nova tegas.

Nova mengapresiasi masyarakat Aceh yang hadir pada kegiatan yang mengangkat tema ‘Melalui Zikir Dan Doa Bersama, Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah Demi Solidaritas Muslim Dunia’ itu.

“Zikir dan doa yang kita laksanakan malam ini adalah bentuk ukhuwah dan solidaritas kita sebagai muslim di Aceh, yang turut merasakan musibah yang menimpa saudara kita di Selandia Baru. Sekali lagi saya haturkan terima kasih untuk kehadiran saudara-saudara sekalian pada Zikir dan do’a bersama ini,” kata Nova.

Dalam kesempatan tersebut, Nova mengutip sabda Rasulullah, yang artinya “Perumpamaan Orang Mukmin Dalam Hal Kasih Sayang Bagaikan Satu Tubuh, Apabila Satu Anggota Badan Merintih Kesakitan Maka Sekujur Badan Akan Merasa Panas Dan Demam.”

“Bila seseorang atau sekelompok mukmin menderita kesulitan maka yang lainnya juga ikut merasakan hal yang sama, itulah makna ukhuwah yang diajarkan oleh Rasullulah SAW. Oleh karena itu, doa yang kita bacakan pada malam ini adalah bentuk kepedulian kita kepada sesama muslim.”

Sebagaimana diketahui, pada 15 Maret 2019 lalu, dunia dikejutkan oleh aksi penembakan brutal terhadap jamaah muslim yang sedang melaksanakan Shalat Jum’at di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Selandia Baru.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 50 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka dan hingga saat ini masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Selandia Baru.

Menurut Plt Gubernur, peristiwa penembakan di Selandia Baru telah membuka mata dunia bahwa umat islam tidak identik dengan tindak kekerasan sehingga kerap mendapat stigma teroris.

“Kini mata dunia tentu telah terbuka dan sadar, bahwa pelaku teror dapat berasal dari agama manapun. Teroris adalah perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan prinsip kemanusiaan yang universal. Sementara itu, Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, tidak membedakan ras dan warna kulit serta sangat toleran dengan semua kalangan,” kata Nova.

Senada dengan Plt Gubernur, Ustadz Masrul Aidi, dalam tausyiah singkatnya juga menekankan pentingnya bersabar dan tabah serta selalu yakin, bahwa ada hikmah dalam setiap musibah.

“Dengan kesabaran dan tidak bereaksi emosional atas aksi brutal pada 15 Maret lalu, maka Jum’at (22/3) lalu, kita saksikan bagaimana Allah menunjukkan kuasanya dan membuka mata dunia, umat Islam dilindungi sedemikian rupa saat melaksanakan Shalat Jum’at terbesar, di sebuah negeri yang bukan populasi umat Islam,” kata Ustadz Masrul.

Nova Imbau MPU Evaluasi Pemainan

Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubernur Aceh mengimbau agar Majelis Permusyawaratan Ulama bersama instansi terkait, melakukan evaluasi terhadap berbagai permainan yang dapat membentuk karakter kekerasan pada generasi muda Aceh. Berbagai permainan tersebut dengan mudah dimainkan baik menggunakan gawai maupun perangkat komputer.

“Kita sudah harus mengevaluasi berbagai permainan yang di dalamnya disusupkan berbagai pesan kekerasan. Oleh karena itu, saya imbau agar MPU bersama instansi terkait lainnya untuk meneliti berbagai permaianan yang dapat membentuk karakter kekerasan pada jiwa anak-anak kita.”

Selama ini, sambung Nova, permainan-permainan tersebut dengan mudahnya di unduh dan dimainkan oleh generasi muda. Pembantaian di Selandia Baru persis seperti apa yang terdapat dalam permaianan tersebut.

“Sekali lagi kami sampaikan, Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam dan mengutuk peristiwa penembakan brutal di dua Masjid di Selandia Baru. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah berkenan hadir bersama untuk bermunajat, berzikir dan berdo’a bagi saudara kita di selandia baru,” pungkas Plt Gubernur Aceh.

The post Plt Gubernur: Selalu Ada Hikmah di Balik Musibah appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Dyah Erti: Berikan Asupan Gizi Cukup untuk Anak

Sabtu, 23 Maret 2019

Humas Aceh | 23 Maret 2019

Banda Aceh – Wakil Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati, meminta para kepala sekolah usia dini untuk menyampaikan pentingnya pemberian makanan berasupan gizi tinggi kepada orang tua yang menitipkan anaknya bersekolah PAUD. Hal tersebut penting agar tumbuh kembang anak tidak terganggu dan mereka terhindar dari stunting atau kekurangan gizi. 

“Membentuk generasi muda bukan hanya fisiknya tapi otak dan akhlaknya juga. Tolong sampaikan ke orang-orang tua, asupan gizi anak harus terpenuhi dengan cukup,” kata Dyah saat memotivasi para Kepala PAUD se Aceh dalam pelatihan kepemimpinan di Aula PGRI, Sabtu 23/03.
Khusus pada program penanganan stunting, kata Dyah, sangatlah dibutuhkan sinergitas semua pihak. Namun demikian, guru PAUD punya peran penting untuk memberantas stunting. Aktivitas mereka yang bersinggungan langsung dengan anak usia dini, sangat dibutuhkan.
Dyah meminta agar para guru PAUD menasihati para orang tua untuk memberikan konsumsi protein hewani kepada anak, khususnya mereka yang berusia di bawah dua tahun. “Ikan mengandung DHA yang cukup tinggi untuk mendukung asupan gizi ke otak anak,” kata Dyah

The post Dyah Erti: Berikan Asupan Gizi Cukup untuk Anak appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Nova: HPJI Harus Jadi Andalan Bidang Infrastruktur

Sabtu, 23 Maret 2019

Humas Aceh | 23 Maret 2019

Banda Aceh- Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) yang telah berdiri sejak 44 tahun itu sudah menjadi organisasi profesional dan berpengaruh dalam pembangunan Aceh. Menurutnya, dengan kepengurusan yang sebagian besar diisi oleh orang-orang kredibel dari perguruan tinggi, menjadikan HPJI khususnya HPJI DPD Aceh dapat menjadi andalan untuk pembangunan infrastruktur di tanah rencong itu.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membuka pelaksanaan Rapat Umum Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HIPJI) Aceh di Banda Aceh, Sabtu 23 Martes 2019

“Ditakdirkan hari ini sebagai kepala Pemerintah Aceh saya harus mengandalkannya (HPJI),” ujar Nova saat membuka Rapat Umum Daerah HPJI Aceh di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Sabtu ( 23 Maret 2019).

Nova menjelaskan saat ini laju perubahan zaman semakin cepat termasuk dalam pembangunan infrastruktur jalan. Perubahan infrastruktur tersebut mencakup dalam aspek desain maupun metodelogi pembangunannya. Oleh sebab itu, lanjut Nova, HPJI harus berinovasi dalam melakukan pembangunan infrastruktur khusunya untuk pembangunan jalan agar wadah tersebut tetap eksis.

“Wadah seperti HPJI saya pikir tidak akan pernah berhenti berinovasi, tidak akan pernah stagnan dalam menghadirkan pengembangan jalan dan jembatan yang sesuai dengan zamannya,” ujar Nova.

Selain memiliki kualitas yang baik dalam pembangunan, kata Nova, HPJI juga harus memiliki akreditasi organisasi sesuai dengan tuntutan Undang-Undang. Sehingga eksistensi anggota dan organisasi tervalidasi.

“Inilah tantangan pengurus HPJI. Tantangan utamanya bagaimana bisa eksis dengan dejure melalui sertifikasi anggotanya maupun asosiasinnya, himpunannya. Di sisi lain eksistensi harus dijaga melalui kinerja dan profesionalitas anggota HPJI,” ujar Plt Gubernur.

Untuk menghasilkan anggota HPJI yang berkualitas dalam pembangunan jalan dan jembatan, Nova menganjurkan agar organisasi tersebut melakukan regenerasi kepemimpinan dalam kepengurusannya secara sehat. Ia berharap Rapat Umum Daerah itu dapat menghasilkan kepengurusan yang baik.

Sementara itu, Ketua DPP HPJI, Taufik Wijoyono, menuturkan untuk menjadikan organisasi tersebut eksis dan berkualitas, para anggotanya harus menjalankan aksi sesuai dengan visi misi organisasi tersebut.

Untuk itu, pihaknya akan mendorong kompetensi dan profesionalisme anggotanya dengan mewujudkan sertifikasi. Kemudian mengadakan pendidikan dan pelatihan. Sebab HPJI dituntut untuk menfasilitasi diskusi-diskusi teknis.

Selain itu, Taufik menuturkan bahwa HPJI akan memfasilitasi aspirasi publik terhadap segala keluh kesah dari pembangunan yang dilakukan oleh anggota organisasi tersebut.

“Semakin kesini, publik semakin kritis, kita lihat saja dalam sosial media dan itu menjadi tantangan kita. Dalam waktu lima menit dapat diketahui siapa kontraktornya, siapa konsultannya,” kata Taufik.

Dalam kesempatan itu, ia berharap dan yakin DPD HPJI Aceh akan terus melakukan kegiatan dan konsolidasi antar anggota. Dengan demikian, HPJI Aceh dapat menjadi panutan bagi DPD Provinsi lain.

The post Nova: HPJI Harus Jadi Andalan Bidang Infrastruktur appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

“Penularan TBC sangat cepat dan gampang, waspadalah!”

Sabtu, 23 Maret 2019

Aceh Besar – Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengajak meminta masyarakat untuk mewaspadai gejala-gejala penyakit TBC atau Tuberkolosis. Penyakit infeksi itu, kata Dyah, adalah penyakit menular yang menyerang organ tubuh terutama paru-paru. Apabila tak diobati dengan pengobatan yang tuntas, TBC akan menimbulkan kompilasi berbahaya hingga menyebabkan kematian.

“Penularannya (Tuberkolosis) sangat cepat dan sangat gampang menular,” kata Dyah saat mengikuti kegiatan bakti sosial memperingati Hari TBC Sedunia di Gampong Meunasah Kulam Kecamatan Krueng Raya, Sabtu 23/03.

Kepada puluhan warga Krueng Raya, Dyah memaparkan ada beberapa hal yang harus diwaspadai masyarakat agar terhindar dari TBC, yaitu batuk selama dua minggu yang disertai demam tinggi dan berat badan menurun. Apabila sudah terpapar, masyarakat dihimbau untuk segera memeriksa kesehatannya ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Penyakit TBC, ujar Dyah, adalah penyakit yang bisa diobati hingga penderitanya sembuh total. “Asalkan tertib mengkonsumsi obat selama 6 bulan,” kata Dyah. Konsumsi obat bukan sebatas untuk mengobati namun juga untuk menghindari penularan TBC ke orang lain.

Bagi orang tua yang terkena TBC, sebisa mungkin untuk mengurangi intensitas bermain bersama anak usia dini. Usia dini dengan ketahanan tubuh masih lemah membuat anak lebih rentan tertular.

Untuk memeriksa masyarakat dan pendeteksian secara dini penyakit TBC, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia melakukan pemeriksaan dan layanan gratis bagi masyarakat Krueng Raya. Sebanyak 21 dokter terdiri dari dokter spesialis paru dan peserta didik spesialis paru melakukan kegiatan bakti sosial. Zulfikar dari panitia kegiatan, mengatakan akses masyarakat Krueng Raya yang sedikit jauh dari Rumah Sakit Zainoel Abidin, membuat daerah tersebut dipilih sebagai kawasan bakti sosial.

Persoalan paru dan pernapasan termasuk penyakit yang menyebabkan kematian paling tinggi di dunia. Diperkirakan, di tahun 2030, penyakit ini akan menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi di dunia. Di Indonesia ada 4,8 juta penderita penyakit ini. Aceh termasuk daerah penyumbang pasien terbanyak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh pada tahun lalu, jumlah penderita penyakit paru terutama TBC sebanyak 7.253 orang. Kasus terbanyak ditemukan berada di kabupaten Aceh Utara sebanyak 1.257 kasus.

Meski demikian, para dokter paru optimistis, jumlah penderita penyakit itu dapat dikurangi. Mereka bahkan menargetkan angka penderita paru akan berkurang hingga mencapai 0 persen pada 2035. []

The post “Penularan TBC sangat cepat dan gampang, waspadalah!” appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ini alasan mengapa wisatawan berkunjung ke Aceh selama 2019!

Sabtu, 23 Maret 2019

Humas Aceh | 22 Maret 2019

Jakarta –  Ada 100 alasan mengapa wisatawan baik domestik maupun mancanegara harus berkunjung ke Aceh selama 2019, seiring dengan diluncurkannya Calender of Event Aceh 2019 oleh Menteri Pariwisata RI Bapak Arief Yahya.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menghadiri dan melaunching Calendar of Event Aceh 2019, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat, 22/03 malam.

 

 

 

 

 

 

 

“CEO commitment menjadi modal utama karena 50 persen keberhasilan pariwisata karena adanya komitmen pimpinan daerah (Gubernur, Bupati/Wali Kota),” sebut Arief Yahya pada peluncuran kalender wisata Aceh 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (22/3) malam.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi peluncuran Calendar of Event (CoE) Aceh 2019. Menurutnya, peluncuran kalender wisata tersebut menunjukkan komitmen kepala daerah di Aceh yang ingin menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam meningkatkan perekonomian daerah dan mensejahterakan masyarakat.

Menpar menyebutkan pariwisata Aceh mempunyai produk unggulan yang terkait dengan budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade). Semuanya dituangkan dalam atraksi wisata yang tahun ini memiliki 100 event. 10 event di antaranya menjadi unggulan dan 3 di antaranya masuk dalam 100 CoE Wonderful Indonesia.

Launching Calendar of Event Aceh 2019” adalah bukti kesungguhan kami mendukung pencapaian Program pemerintah melalui kunjungan 20 juta Wisman ke Indonesia,” kata Nova.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyebutkan, Calendar of Events Aceh 2019 dibagi dalam 2 (dua) segmen utama, yaitu 10 Top Event Aceh dan 90 Event Unggulan Aceh. Dari 10 Top Event Aceh 2019, tiga di antaranya masuk dalam “100 Calendar of Events Wonderful Indonesia 2019” yaitu Aceh Culinary Fest 2019, Saman Gayo Alas Fest dan Aceh Diving Fest.

“Semua atraksi wisata tersebut kami persembahkan kepada wisatawan melalui semangat branding wisata Aceh “The Light of Aceh” sebagai co-branding wisata nasional “Wonderful Indonesia” sebagai kebanggaan kita bersama,” kata Nova.

Sebagai destinasi wisata halal dunia atau “World’s Best Halal Cultural Destination”, Aceh juga menjadi salah satu destinasi wisata halal melalui standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI).

Dengan status tersebut, kata Nova, pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya usaha Pemerintah memperoleh Peringkat I pada GMTI 2019. Salah satu upaya dilakukan adalah membenahi komponen Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi. Khusus Aksesibilitas, Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai pembenahan, seperti Pembangunan Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, pembangunan destinasi wisata baru, serta sarana pendukung lainnya.

Untuk itu, Nova meminta agar Menteri Pariwisata membantu percepatan pembangunan dan aksesibilitas yang mendorong sektor Pariwisata Aceh dan juga nasional seperti penambahan Rute penerbangan baru, yaitu Banda Aceh–Phuket, Sabang–Phuket, dan Banda Aceh–Singapura.

Khusus untuk Sabang, Nova meminta agar pemerintah pusat membangun Bandara Komersil dan Pelabuhan Kota Sabang.

“Kiranya Bapak Menteri berkenan supaya dari 10 destinasi wisata Nasional di Indonesia, agar bisa ditambah 1 lagi yaitu Sabang, dan untuk ini, kami mohon dukungan Bapak Menteri untuk Pembangunan baru pelabuhan udara International Sabang dalam rangka percepatan Konektivitas ke Phuket -langkawi-Andaman Nicobar.”

The post Ini alasan mengapa wisatawan berkunjung ke Aceh selama 2019! appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Mengapa Harus Ke Aceh…?

Jumat, 22 Maret 2019

Humas Aceh | 22 Maret 2019

The post Mengapa Harus Ke Aceh…? appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Gelar Rakor Rehsos, Alhudri:  Jangan Susun Program Sia-sia

Jumat, 22 Maret 2019

Humas Aceh | 22 Maret 2019

BANDA ACEH- Dinas Sosial Aceh menggelar Rapat Koordinasi Program Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Tahun 2019 yang diselenggarakan di salah satu Hotel di Banda Aceh, Kamis 21 Maret 2019. 

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial yang ada di seluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh dan juga dihadiri oleh Wisnu Suharto (Kepala Badan Program dan Pelaporan Dirjen Rehsos) Kementerian Sosial RI sekaligus menjadi salah satu pemateri.

Kepala Dinas Sosial Aceh Drs. Alhudri, MM dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut digelar guna mereview dan mensinkronisasi serta mereformulasi kembali setiap program yang ada di bidang rehabilitas sosial.

“Tujuan akhirnya, agar program yang disusun tepat sasaran serta tidak terkesan program sia-sia,” katanya.

Menurut Alhudri, Dinas Sosial Aceh terus berusaha dan berkomitmen untuk mendorong upaya agar fungsi sosial terus ditingkatkan dan terasa dengan baik dikalangan masyarakat,” ujar Hudri.

Disamping itu, Hudri juga menekankan betapa pentingnya pelaksanaan rapat koordinasi tersebut agar hak bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial terpenuhi dengan semestinya.”Oleh karena itu, saya beranggapan bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan guna mendorong dan meningkatkan peran dinas sosial provinsi dan dinsos seluruh Aceh,” katanya.

Lebih lanjut kata dia, dalam UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, jelas disebut bahwa sosial merupakan salah satu urusan pemerintah yang bersifat wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar.

Adapun yang dikategorikan dalam penerima pelayanan sosial dasar meliputi:

Penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, lansia terlantar, gelandangan dan pengemis serta korban bencana.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus dapat memenuhi pelaksanaan pelayanan sosial dasar tersebut yang sesuai dengan Standard Pelayanan Minimum (SPM) sebagaimana amanah PP Nomor 2 tahun 2018,” katanya.

Orang nomor satu di Dinas Sosial Aceh tersebut, juga mengingatkan kepada para peserta yang hadir mengikuti rapat koordinasi itu, akan banyak tantangan yang hadir ke depan dalam pelaksanaan  pemenuhan SPM tersebut.

“Namun saya yakin, dengan adanya komitmen dan kerjasama yang kita bangun bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota akan terwujud,” tutup Alhudri.

Untuk diketahui, acara Rapat Koordinasi Program Rehabilitasi Sosial Tahun 2019 dibuka langsung oleh Kadis Sosial Aceh, hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Sosial Aceh Davi Riansyah, A.Ks, MS.i. Kabid Rehabilitasi Sosial Aceh Isnandar AKs MSi, serta sejumlah pejabat lainnya di lingkup Dinas Sosial Aceh.

The post Gelar Rakor Rehsos, Alhudri:  Jangan Susun Program Sia-sia appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.