Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Darwati Berharap Batik Aceh Tampil Lebih Modern

Sabtu, 19 Agustus 2017

Humas Aceh | 19 Agustus 2017

Banda Aceh – Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Aceh Darwati A Gani berharap agar batik Aceh bisa tampil lebih modern, sehingga mampu bersaing di pasaran, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Oleh Karena itu Darwati meminta agar instansi terkait untuk melakukan pembinaan serius terhadap kerajinan batik dan kerajinan Aceh lainnya.

Demikian disampaikan Darwati yang juga Ketua Penggerak PKK Aceh itu pada rapat perdana Dekranas Aceh, Jum’at (18/08/2017).

Turut hadir pada kesempatan itu Kadisperindag Aceh, Kadiskop dan UKM Aceh, Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,  kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH., serta pengurus Dekranasda Aceh.

Darwati mengatakan untuk bersaing di pasaran, batik-batik dan produk kerajinan yang dihasilkan oleh para pengrajin di Aceh harus mampu mengikuti perkembangan dan tampil lebih modern namun tetap mempertahankan identitas keacehan yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.

“Desain batik-batik Aceh harus Update, oleh karena itu butuh pembinaan terhadap para perajin industri batik dan kerajinan lainnya,” ujarnya Darwati.

Pada kesempatan itu Darwati juga mengajak tim Dekranas Aceh untuk memanfaatkan media sosial dalam mensosialisasikan hasil kerajinan Aceh. Karena diakui Darwati motif-motif batik Aceh sangat menarik seperti motif pinto Aceh, motif rencong, motif bunga Jeumpa bahkan motif khas gayo.

“Saat ini hampir semua orang khususnya generasi muda punya media sosial, maka sangat efektif jika kita melakukan sosialisasi dan mengkampanyekan model-model kerajinan Aceh melalui akun-akun media sosial,” tambahnya.

Darwati juga berharap Dekranas Aceh bisa ambil bagian pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) tahun 2018 yang akan datang dengan mempersiapkan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat di seluruh penjuru Aceh untuk dipublikasi.

The post Darwati Berharap Batik Aceh Tampil Lebih Modern appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub Ajak Masyarakat Aceh Tinggalkan Politik Fitnah

Sabtu, 19 Agustus 2017
Humas Aceh | 19 Agustus 2017
Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah MT., mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk meninggalkan politik fitnah. Nova yakin dalam berpolitik masyarakat Aceh sudah meninggalkan perilaku yang primitif. Hal itu ditandai dengan keluarnya hasil survey yang menyebutkan bahwa indeks demokrasi di Aceh terbaik se Indonesia.
“Dalam politik tidak boleh ada fitnah. Kita harus tabayyun dan mengkroscek segala berita yang masuk,” ujar Nova saat memberi sambutan pada Rapat Kerja Daerah II PDI Perjuangan Provinsi Aceh di Hotel Pade, Sabtu 19 Agustus 2017.
PDI Perjuangan, kata Nova merupakan salah satu partai yang paling banyak mendapat fitnah dan sasaran sara termasuk oleh sebagian orang Aceh. Padahal, kata Nova, PDI di Aceh sama dengan partai-partai lain yaitu sama religius dan kadernya juga Muslim.
“Saya akan ikut mengklarifikasi fitnah yang ditujukan kepada PDI dan itu sangat kejam,” kata Nova. Untuk itu, Nova mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk meninggalkan fitnah.
Dalam pilkada lalu, Aceh membuktikan sebagai daerah yang tingkat demokrasinya tinggi. Di mana, calon-calon pimpinan daerah tidak menyebarkan fitnah, merasa dirinya paling hebat dan tidak ada keinginan untuk selalu menjadi single majority.
 
Ketiga hal itu merupakan perilaku primitif dalam politik yang telah ditinggalkan oleh masyarakat dan tokoh politik di Aceh. “Kita harus tinggalkan itu,” kata Nova.
Masyarakat Aceh, lanjut Nova, telah menampakkan jati diri yang sesungguhnya yaitu egaliter dan universal. “Bangsa Aceh tidak pernah mendiskreditkan bangsa lain. Sejarah Aceh seperti itu dan jati diri tersebut mulai menggeliat lagi,” kata Nova.
Jati diri itu diyakini Nova, bakal menjadikan Aceh sebagaimana yang ia dan Irwandi cita-citakan yaitu Aceh Hebat.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Karimun Usman menyebutkan fitnah merupakan penyakit lima tahunan yang disebar oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Di mana, bakal banyak yang mengisukan bahwa partai berlambang banteng tersebut merupakan partai kafir dan juga PKI.
Jika isu tersebut mencuat di daerah, Karimun meminta agar ketua DPC melaporkan kepada pihak keamanan. “PKI sudah habis. Kalau kita dituduh itu satu hal yang munafik. Laporkan dan tindak,” kata Karimun. PDI, ujar dia adalah partai yang didirikan oleh Bung Karno yang jelas seorang muslim dan bapak marhaenisme. “Di Aceh 99 persen kader PDI adalah muslim.”
Selain itu, PDI Perjuangan, lanjut Karimun merupakan partai terbuka. Untuk itu, partai ini akan menjaring calon legislatif untuk tingkat kabupaten dan kota, provinsi hingga nasional  secara terbuka.
“Kepada kader dan pihak umum yang punya kapasitas mari bergabung ke rumah perjuangan,” kata Karimun.
Sebagai salah satu partai yang mengusung Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah sebagai gubernur Aceh, Karimun memastikan akan mendukung sepenuhnya kebijakan gubernur dan wagub asal berkaitan dengan kepentingan rakyat. (Humas-Aceh)

 

The post Wagub Ajak Masyarakat Aceh Tinggalkan Politik Fitnah appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub Sambut Peserta Karnaval Budaya

Sabtu, 19 Agustus 2017

Humas Aceh | 19 Agustus 2017

Banda Aceh – Wakil.Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyambut kedatangan peserta karnaval budaya dan mobil hias dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 72 didepan Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (19/08/17).

Acara penyambutan ratusan peserta karnaval tersebut turut dihadiri Istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani ,  Kasdam IM, Brigjen (TNI) Achmad Daniel,  Walikota Banda Aceh, Aminullah, Wakil Ketua DPRA, Irwan Johan, Ketua DPRK Banda Aceh, Arief Fadillah, Sekda Aceh, Drs.Dermawan, MM, Asisten Bidang Pemerintahan, Iskandar A Gani, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, H.Mulyadi Nurdin, Lc,MH serta sejumlah SKPA dan pejabat lainnya.

Nova Iriansyah kepada wartawan menyampaikan, hal yang paling penting dalam pelaksanaan acara karnaval pawai budaya tersebut adalah mengambalikan semangat kebangsaan masyarakat Aceh. Dimana nantinya semangat kebangsaan itu menjadi semangat untuk membangun negeri.

Nova mengatakan, semangat pancasila itu tercermin dari kegiatan-kegiatan seperti karnaval, tidak ada perbedaan sara, kemudian semuanya semangat membangun negeri, membangun Indonesia.

“InsyaAllah kedepan etos kerja akan lebih baik lagi, soliditas antar instansi akan lebih solid lagi. Ini sudah dimulai dengan hubungan Forkopimda yang begitu solid dan kompak,” kata Nova seraya berharap hal ini juga di ikuti sampai kebawah, sampai pemerintahan terkecil.

Nova menginginkan semua aparatur sipil Negara meningkatkan etos kerja sehingga pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Acara Karnaval Pawai Budaya dan Mobil hias di ikuti oleh 240 peserta yang terdiri dari 170 peserta dari Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA serta 70 peserta mobil hias dari berbagai instansi Pemerintah, TNI, Polri dan Organasisi lainnya.

The post Wagub Sambut Peserta Karnaval Budaya appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub: APBA Harus Diprioritaskan pada Kepentingan Masyarakat

Sabtu, 19 Agustus 2017
Humas Aceh | 19 Agustus 2017
Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah menghadiri penutupan masa persidangan II DPRA Tahun 2017 tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2016 di Gedung DPRA, Jumat, 18 Agustus 2017 malam.

Dalam sambutannya Nova menjelaskan, pertanggungjawaban pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2016 tidak terlepas dari sistem penganggaran yang telah ditetapkan.
Untuk menciptakan sistem penganggaran yang transparan dan akuntabel, lanjut Nova, perlu adanya komitmen bersama antara DPR Aceh dan Pemerintah Aceh dalam proses pembahasan anggaran.
Nova menjelaskan, dalam rangkaian proses penganggaran, seluruh pemangku kepentingan harus mentaati norma-norma dan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan, tidak melakukan negosiasi yang berakibat penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
“APBA harus diprioritaskan pada upaya pemenuhan kepentingan masyarakat,” ujar Nova.
Nova juga berharap, pelaksanaan APBA di masa yang akan datang dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang lebih baik kepada masyarakat Aceh.
Untuk itu, kata Nova, diperlukan kerja keras, kreativitas, profesionalitas serta keikhlasan semua pihak dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Aceh yang ditetapkan sejalan dengan prinsip pembangunan Aceh.
Rapat tersebut turut dihadiri para pimpinan dan anggota DPRA, Sekretaris Daerah Aceh Dermawan, Para Asisten, Staf Ahli, para unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Mulyadi Nurdin, dan para Kepala SKPA di lingkup Pemerintah Aceh. []

The post Wagub: APBA Harus Diprioritaskan pada Kepentingan Masyarakat appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub Buka Aceh Internasional Halal Food Festival

Sabtu, 19 Agustus 2017

Humas Aceh | 19 Agustus 2017

Banda Aceh – Pariwisata adalah salah satu sektor unggulan Pemerintah Aceh. Selain pembenahannya yang murah,  sektor ini akan mampu membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka kemiskinan di daerah berjuluk Bumi Serambi Mekah ini.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, saat membuka secara resmi kegiatan Aceh Internasional Halal Food Festival tahun 2017, yang dipusatkan di Taman Bustanussalatin, Jum’at (18/8/2017) malam.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan sertifikat halal saat membuka Aceh Halal Food Internasional Festival 2017 di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh, 18 Agustus 2017. Humas Aceh/Heri Juanda

“Pariwisata adalah salah satu primadona untuk membuat secara cepat membuat perbedaan dalam perekonomian rakyat, untuk secara cepat mengurangi angka kemiskinan, untuk secara cepat mengurangi angka pengangguran. Dan, mudah-mudahan malam ini Aceh Hebat mulai kita tapaki dari sektor pariwisata Aceh, wabil khusus melalui perkenalan terhadap kuliner halal dari Aceh,” ujar Wagub.

Wagub mengungkapkan, berbeda dengan sektor lainnya, pariwisata adalah sektor yang murah serta sangat cepat berkontribusi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh sangat mendukung pelaksanaan Aceh Internasional Halal Food Festival yang akan berlangsung hingga tanggal 20 Agustus mendatang.

“Malam ini, saya merasakan semangat baru Insya Allah, ke depan Aceh benar-benar menjadi Aceh Hebat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam.  kegiatan iniMudah-mudahan Aceh menjadi ikon pariwisata di Indonesia dan Kuliner Aceh mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung setiap tahun,” pungkas Wakil Gubernur Aceh.

Senada dengan Wagub, Reza Fahlevi selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengungkapkan, bahwa kuliner adalah salah satu alasan wistawan untuk berkunjung ke suatu daerah. Bahkan, menurut data Kementerian Pariwisata RI, 30 persen uang yang dibawa wisatawan ke suatu daerah, dihabiskan untuk mencicipi dan belanja kuliner.

“Oleh karena itu, untuk memperkenalkan kekayaan kulinernya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan event Aceh Internasional Halal Food Festival,” ungkap Reza.

Reza menambahkan, tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menemukan, mengenali dan melestarikan berbagai potensi kuliner Aceh yang berkembang di masyarakat karena merupakan warisan kekayaan budaya Serta mempromosikan potensi dan kekayaan kuliner Aceh sebagai daya tarik wisata.

Selain itu, kegiatan ini merupakan sarana untuk memperluas jaringan pemasaran produk kuliner Aceh, serta sebagai salah satu upaya untuk melakukan sosialisasi dan standarisasi produk-produk makanan halal.

Aceh Internasional Halal Food Festival diikuti oleh 102 tenant dari total 50 stand, yang dibagi atas tiga zona stand, yaitu zona kuliner khas Aceh, Zona jajaran nusantara dan zona halal. Kegiatan ini turut diikuti oleh peserta dari luar negeri yang tergabung dalam IMT GT, yaitu Malaysia dan Thailand, dan peserta lokal, yaitu Tim Penggerak PKK, IKA Boga Aceh, LPPPOM MPU Aceh, PLUT Aceh dan pegiat kuliner Aceh lainnya.

Berbagai rangkaian kegiatan akan turut mengisi event ini, di antaranya pertemuan antar pengusaha-pengusaha IMT GT yang bergerak dalam bidang pelayanan wisata halal, sosialisasi jaminan produk halal oleh LPPOM MPU Aceh, coffee meetin dan diskusi, lomba masak, ngopi gratis, khanduri sate matang dan sie reuboh.

“Puncaknya adalah pemecahan rekor MURI 1.000 Idang Talam terbanyak,” ungkap Reza.

Pembukaan Aceh Internationa Halal Food Festival juga diisi dengan penyerahan sertifikat halal kepada sejumlah restoran yang telah melewati proses verifikasi dari instansi terkait. Beberapa restoran tersebut diantaranya Restoran Hermes Palace, Restoran Grand Nanggroe, Keripik Sayur Bayam dan beberapa restoran lainnya.

Selanjutnya, Wagub bersama Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kadis Pariwisata Aceh, Ketua Dekranasda Aceh, Darwati A Gani dan Wakil Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, juga melakukan prosesi pembakaran lemang secara simbolis tanda dimulainya event Aceh Internasional Halal Food Festival. (Ngah)

The post Wagub Buka Aceh Internasional Halal Food Festival appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub: Narkoba Lebih Bahaya dari Terorisme

Jumat, 18 Agustus 2017
Humas Aceh | 18 Agt 2017
Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah MT., menyebutkan maraknya penggunaan dan peredaran narkoba di Aceh sudah begitu mengkhawatirkan. Hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak sehingga masyarakat Aceh terlindungi dari bahaya narkoba. 
“Narkoba lebih bahaya dari terorisme yang ibu-ibu khawatirkan,” kata Nova saat membuka penyuluhan narkoba untuk Istri Keuchik dan PKK Gampong se Kota Banda Aceh di Aula Pendapa Wakil Gubernur Aceh, Jumat 18 Agustus 2017.
“Narkoba masuk ke rumah tidur kita. Sebagai ibu yang selalu sama anak dan suami kita harus mendeteksinya,” kata Nova. Untuk itu, mantan Anggota DPR RI ini mengajak semua perempuan melakukan pendeteksian secara dini dan memberi pencegahan dini sebelum narkoba menggerus seluruh lapisan keluarga.
Karena efek yang ditimbulkan sangat berbahaya, Nova sampai-sampai mendukung hukuman mati bagi pengedar narkoba. Nova memberi alasan jika hukuman pembunuhan dalam Islam masih diampuni jika diberi maaf oleh keluarga, maka narkoba tidak termaafkan.
Kepada kaum ibu, Nova meminta agar melaporkan kepada pihak berwenang jika mengetahui ada penyalahgunaan narkoba dalam keluarga. “Jangan merasa malu atau hina kalau ada keluarga yang terlanjur dan terlibat narkoba. Sebelum jadi pengedar laporkan. Mari sama-sama kita pulihkan,” kata Nova.
Keterlanjuran penggunaan narkoba, lanjut Nova, bukanlah sebuah aib. Sebaliknya akan menjadi aib jika penyalahgunaan narkoba terlambat dilaporkan. “Laporkan. Jika tidak bakal ditangkap dan itu menjadi ranah hukum positif dan tentu akan jadi aib keluarga.
Sementara itu, Eldi Azwar, Kepala BNN Aceh, menyebutkan angka penggunaan narkoba sudah pada tingkatan mengkhawatirkan. Presiden bahkan mengatakan indonesia darurat narkoba.
“Seluruh komponen masyarakat harus berperan aktif melawan narkoba,” kata Eldi. Jenderal bintang satu ini menyebutkan, peredaran narkoba di Aceh sudah merambah ke desa bahkan ke sekolah. Untuk itu, Eldi mengajak seluruh perempuan di gampong untuk bersama memberantas narkoba.
Eldi meminta agar para ibu yang mendengar persoalan penggunaan narkoba di gampong untuk dilaporkan kepada petugas rumah sakit atau BNN. Laporan kaum ibu tersebut nantinya akan ditindak dengan tahapan memberikan penanganan terapi.
“Kalau sudah kena tidak sembuh, bisa merusak seluruh sendi kehidupan,” kata Eldi. Untuk itu, Eldi mengajak seluruh pihak terlibat aktif memberdayakan seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi darurat narkoba. “Di hari kemerdekaan kita harus bisa merdeka bebas dari narkoba.”
Rida Ariani, panitia acara menyebutkan pihaknya prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di Indonesia khususnya Aceh. “Sasaran peredaran narkoba sekarang adalah anak-anak usia sekolah,” kata anggota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) itu.
Lira bersama BNN Aceh, kata Rida rutin
melakukan penyuluhan bagi perempuan ke gampong-gampong di Aceh. Para perempuan diajak menjadi penyuluh sebagai orang paling dekat dengan anak. “Kaum ibu harus menjadi telinga dan mata pemerintah dalam hal pencegahan narkoba.” (Humas-Aceh)

The post Wagub: Narkoba Lebih Bahaya dari Terorisme appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Serahkan Bantuan PKH, Walikota: Pemko Komit Entaskan Kemiskinan

Jumat, 18 Agustus 2017

Humas Aceh | 16 Ats 2017

Banda Aceh – Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak MM mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki komitmen dalam mengentaskan kemiskinan di Banda Aceh.

Hal ini disampaikan Aminullah saat menyerahkan bantunan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 114 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Wilayah BRI Aceh, Jalan Cut Mutia, Rabu (16/7/2017).

Bantuan non tunai dalam bentuk tabungan ini diserahkan secara simbolis kepada 10 perwakilan KPM oleh Walikota, Kepala Dinsos Aceh AlHudri, Wapinwil Bidang Operasional BRI R Bambang Sulitiono dan Kepala Cabang BRI Banda Aceh, Ali Akbar.

Kata Walikota yang juga mantan Dirut Bank Aceh ini, program keluarga harapan merupakan program yang sejalan dengan visi misinya selama lima tahun kedepan dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga kota.

Karenanya, Aminullah mengajak semua pihak, baik Instansi Pemerintah maupun lembaga di pusat dan daerah dapat bekerjasama menjalankan fungsi masing-masing dalam menyukseskan program keluarga harapan dengan harapan mampu mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan.

Kata Aminullah yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syari’ah (MES) Provinsi Aceh ini, kemiskinan merupakan permasalahan mendasar yang mempengaruhi sendi-sendi kehidupan manusia secara menyeluruh.

“Penangannya bukan tergantung kepada seseorang atau sekelompok orang tetapi tergantung kepada kemauan kita bersama. Adanya sarana dan prasarana yang baik, diikuti dengan peningkatan kualitas sdm, dan adanya komitmen para pihak terkait maka kemiskinan dapat teratasi secara bertahap,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Aminullah meminta pihak BRI mengambil peran dalam mengentaskan kemiskinan di Aceh dengan program-program yang mereka miliki dalam mendorong tumbuhnya dunia usaha.

“BRI adalah Bank yang memiliki jangkauan paling luas. Ketika BRI memaksimalkan peran ini, Saya yakin kesejahteraan bagi warga akan terwujud sedikit demi sedikit,” tambah Aminullah.

Data dari Dinas Sosial, bantuan PKH untuk PKM di Banda Aceh yang disalurkan mencapai Rp. 1,26 M untuk 2.520 KPM. Ada beberapa metode penyaluran yang dilakuan, yakni bantuan langsung tunai dan non tunai. Untuk non tunai diberikan dalam bentuk tabungan di Bank-bank seperti BRI, sedangkan yang tunai masih disalurkan melalui PT Pos Indonesia. (mkk)

The post Serahkan Bantuan PKH, Walikota: Pemko Komit Entaskan Kemiskinan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Darwati A Gani Lantik Ketua TP PKK ABDYA

Jumat, 18 Agustus 2017

Humas Aceh | 18 Agt 2017

Darwati A Gani Lantik Ketua TP PKK ABDYA

The post [Video] Darwati A Gani Lantik Ketua TP PKK ABDYA appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

[Video] Irwandi Yusuf Lantik Akmal Ibrahim Sebagai Bupati Abdya

Jumat, 18 Agustus 2017

Humas Aceh | 18 Agt 2017

Irwandi Yusuf Lantik Akmal Ibrahim Sebagai Bupati Abdya

The post [Video] Irwandi Yusuf Lantik Akmal Ibrahim Sebagai Bupati Abdya appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub Pimpin Upacara Penurunan Bendera Kemerdekaan

Kamis, 17 Agustus 2017

Humas Aceh | 17 Agt 2017

Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah MT., memimpin upacara penurunan bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 72 tahun 2017 di Lapangan Blang Padang, Kamis 17 Agustus 2017. Meski diguyur gerimis, upacara berlangsung khitmat. 

Peserta upacara mulai memasuki Lapangan Blang Padang jelang pukul enam sore. Saat sang saka merah putih berhasil diturunkan sekitar pukul enam sore, terlihat pelangi di langit Banda Aceh. Ribuan masyarakat yang memadati lapangan mengabadikan momen istimewa tersebut dari gawai mereka.

Seusai upacara, seluruh pasukan pengibar bendera melakukan seremoni foto bersama dengan seluruh unsur forkopimda Aceh. (Humas-Aceh)

The post Wagub Pimpin Upacara Penurunan Bendera Kemerdekaan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.