Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Plt Gubernur Jamu Makan Siang Mantan Wakasad

Minggu, 05 Juli 2020

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama istri, Dyah Erti Idawati menjamu makan siang mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Letjen Purnawirawan Tatang Sulaiman bersama Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Hassanudin, dan rombongan, di Meuligoe Gubernur Aceh, Minggu, (5/7/2020).

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT bersama istri, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT menjamu makan siang mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Letjen Purnawirawan Tatang Sulaiman bersama Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Hassanudin, SIP MM, dan rombongan, di Meuligoe Gubernur Aceh, Minggu, (5/7/2020).

Letjen Purnawirawan Tatang Sulaiman telah tiba di Aceh sejak tanggal 1 Juli lalu. Kedatangannya ke Aceh ikut didampingi istri, Dwi Susanti Tatang Sulaiman. Selama di Aceh, mantan Pangdam Iskandar Muda itu mengikuti sejumlah agenda penting.

Makan siang yang berlangsung sederhana dan penuh keakraban itu juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes, dan Irdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Ahmad Faisal, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

Sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) juga turut menghadiri agenda tersebut. Di antaranya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, M Jafar, Kepala Bappeda Aceh, Helvizar Ibrahim, Kepala Inspektorat, Zulkifly, Kepala Biro Umum, Akmil Husen, dan Staf Ahli Gubernur Aceh, Kamaruddin Andalah.

Makan siang bersama Plt Gubernur merupakan agenda terakhir Tatang di Aceh. Usai makan siang, ia bersama rombongan bertolak menuju Bandara Sultan Iskandar Muda untuk kembali ke Jakarta.[]

The post Plt Gubernur Jamu Makan Siang Mantan Wakasad appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Empat Lagi Pasien Covid-19 Sembuh, Satu Orang dari Klaster Lhoksukon

Minggu, 05 Juli 2020

Banda Aceh–Alhamdulillah, empat lagi pasien Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 sembuh, dan satu orang yang dinyatakan sembuh hari ini berinisial Ibu MY (70) yang dirawat di RSU dr Zainoel Abidin Banda Aceh.

Ungkapan syukur itu dikemukakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), Sabtu (04/07/2020), malam.

Tetapi ia mengaku tidak memiliki informasi lebih lanjut siapa saja 4 orang yang sudah sembuh tersebut.

“Tim Surveilans Gugus Tugas Covid-19 Aceh Bidang Kesehatan belum mengirimkan informasinya. Mungkin besok, karena ini hari libur,” ujar SAG, yang ditunjuk secara resmi dan ditugaskan menginformasikan perkembangan Covid-19 di Aceh setiap hari.

SAG mengatakan, jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat di rumah sakit rujukan provinsi maupun kabupaten/kota menjadi 46 orang, yang sudah sembuh 38 orang, dan 3 orang meninggal dunia.

Ada pengurangan 4 pasien yang masih dirawat, dan ada penambahan 4 pasien yang sembuh, dibandingkan data kemarin (03/07/2020), katanya.

“Pasien Covid-19 yang dirawat berkurang 4 orang, yang sembuh juga bertambah 4 orang pada data dashboard. Artinya, ada 4 pasien dinyatakan sembuh hari ini, ” simpul SAG.

Selanjutnya ia mengatakan ada pasien yang sembuh berinisial My, seorang perempuan usia 70 tahun. SAG mendapat informasi tersebut dari Koordinator Tim Pelayanan Penyakit Infeksi Emerging RSUZA, dr Novina Rahmawati, M.Si,Med, Sp.THT, KL, FICS, Sabtu (04-07-2020), sekira pukul 18,00 WIB.

Jubir SAG pun menjelaskan, MY dirujuk RSU Cut Mutia, Buket Rata, Aceh Utara, ke RSUZA Banda Aceh pada 18 Juni 2020, setelah diuji swab nasofaring dan orofaringnya dan konfirmasi positif Covid-19.

Selama ditangani Tim Medis Pinere, RSUZA Banda Aceh, MY beberapa kali diswab ulang dan diperiksa di Laboratorium RT-PCR Litbangkes Aceh, namun hasilnya masih Positif.

Pada swab nasofaring dan orofaring yang terakhir baru hasilnya konfirmasi Negatif dua kali berturut-turut. Karena itu MY dinyatakan sudah negatif virus corona atau sudah sembuh dari Covid-19, kata SAG.

“Rencananya, MY dijemput Sabtu malam, oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Aceh Utara bersama keluarganya,” kata SAG.

Kita bersyukur sekali karena dengan hidayah-Nya hampir semua pasien Covid-19 di Aceh akhirnya sembuh. Kita juga apresiasi tim medis yang bekerja sungguh-sungguh merawat pasien-pasiennya,” ujar SAG.

Kasus Covid-19

Selanjutnya, SAG merilis akumulasi kasus Covid-19 di Aceh berdasarkan laporan Gugus Tugas kabupaten/kota se-Aceh, per tanggal 04 Juli 2020, pukul 15.00 WIB.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini sebanyak 2.302 orang. “Ada penambahan 4 ODP baru hari ini,” kata SAG.

ODP yang masih dalam pemantauan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota saat ini sebanyak 75 orang. Sedangkan sebanyak 2.227 orang sudah selesai menjalani proses pemantauan atau isolasi secara mandiri, jelasnya.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjutnya, sebanyak 127 kasus. Tidak ada penambahan PDP yang baru. PDP dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19 kabupaten/kota saat ini, sebanyak 6 orang.

PDP di Aceh yang sudah sembuh sebanyak 120 orang. PDP yang meninggal dunia hanya 1 orang. PDP itu meninggal pada 26 Maret 2020.

Sedangkan jumlah orang yang Positif Covid-19 hingga saat ini sudah mencapai 87 orang. Pasien Covid yang sedang dirawat sebanyak 46 orang, sudah sembuh 38 orang, dan 3 orang meninggal dunia,” tutup SAG [*]

The post Empat Lagi Pasien Covid-19 Sembuh, Satu Orang dari Klaster Lhoksukon appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur Takziah ke Rumah Duka Almarhum Husni Bahri Tob

Jumat, 03 Juli 2020

Banda Aceh– Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, beserta jajaran Pemerintah Aceh bertakziah ke rumah duka Almarhum Husni Bahri TOB, mantan Sekretaris Daerah Aceh masa jabatan 2006-2010, Jum’at (3/7/2020).

Dalam sambutannya usai takziah dan do’a, Plt Gubernur menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Almarhum. Nova meyakini, kinerja dan Almarhum akan menjadi inspirasi bagi para Aparatur Sipil Negara yang saat ini masih mengabdi di berbagai instansi di Aceh.

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan seluruh jajaran Pemerintah Aceh, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Almarhum. Sumbangsih, perjuangan dan rekam jejak beliau selama mengabdi di Pemerintah Aceh tentu akan menjadi menginspirasi bagi kita semua. Kami mengikhlaskan beliau, memaafkan segala kesalahan beliau dan kami berharap beliau dan ahlul bait juga memaafkan kita semua,” ujar Nova.

Nova juga mengajak seluruh yang berhadir untuk menjadikan kehadiran dirinya dan jajaran untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana untuk mempererat jalinan silaturahim.

“Hikmah lain dari takziah malam ini adalah semakin eratnya jalinan silaturrahmi antara kita semua yang berhadir malam ini. Semoga jalinan silaturrahmi kita bisa terus terjaga karena silaturrahmi ini menjadi ruang bagi kita untuk bertemu dan saling mengisi, saling menguatkan dan mengoreksi kekurangan,” imbuh Nova.

Sementara itu, Aulia Husni Putra, mewakili ahlul bait menyampaikan terima kasih atas kunjungan Plt Gubernur dan rombongan ke rumah duka.

“Saya mewakili ahlul bait menyampaikan terima kasih atas kunjungan bapak Plt Gubernur dan rombongan ke rumah kami. Saya mewakili keluarga, dengan penuh kerendahan hati memohon maaf jika semasa hidup, ada perilaku Almarhum yang tidak berkenan,” ujar Aulia.

Sebagaimana diketahui, Husni Bahri TOB menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta, pada hari Selasa, 30 Juni 2020, sekitar pukul 05.00 Wib. Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

Sebagaimana diketahui, semasa hidupnya almarhum Husni Bahri Tob pernah menjabat sejumlah posisi di Pemerintah Aceh. Selain sebagai Sekda Aceh pada periode 2006-2020, Almarhum juga pernah menjabat sebagai Sekretaris DPRA, Widyaiswara. Tak ingin menyianyiakan ilmunya, setelah pensiun sebagai abdi negara, pria yang akrab disapa Pak Husni itu beralih profesi sebagai advokat.

Husni Bahri Tob menamatkan S1 dan S2 di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Selain gelar SH, dan M Hum, Almarhum juga menyelesaikan program Magister Manajemennya di Kampus Jantong Hate Rakyat Aceh itu.[]

The post Plt Gubernur Takziah ke Rumah Duka Almarhum Husni Bahri Tob appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Dyah Erti Serahkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Pengrajin

Jumat, 03 Juli 2020

Bener Meriah – Untuk mengentas kemiskinan di Aceh Plt Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Dyah Erti Idawati, menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 20 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Home Industri di Aula Kantor Bupati Kabupaten Bener Meriah, Jumat, 3/7/2020.

Bantuan usaha berupa peralatan mesin menjahit tersebut diserahkan langsung oleh Istri Plt Gubernur Aceh kepada seluruh peserta bimtek yang notabenenya pengrajin Keurawang Gayo, agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi rumah tangga khas kota dingin tersebut.

Dyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dekranasda Aceh dengan Dinas Koperasi dan UKM Aceh, sebagai upaya Pemerintah Aceh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya pengrajin Aceh.

“Saya mau bantuan ini jangan disia-siakan para peserta harus fokus dan sungguh-sungguh mengikutinya (Bimtek) sehingga pengrajin Aceh bisa lebih inovatif dan kreatif. Dekranasda ini hadir untuk memajukan pengrajin,” kata Dyah.

Ia menuturkan, Bimtek tersebut merupakan program kerja tahunan Dekranasda Aceh bersama Dekranasda di seluruh kabupaten/kota, untuk melakukan pembinaan terhadap para pengrajin di daerah agar bisa menciptakan produk kerajinan yang berkualitas dan tentunya sesuai dengan ciri khas yang berkembang di daerah tersebut.

Plt Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Dyah Erti Idawati, menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 20 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Home Industri di Aula Kantor Camat Krueng Mane Kabupaten Aceh Utara, Jumat, (3/7/2020).

“Di masing-masing daerah berbeda pelatihan produk kerajinan, seperti di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Timur dan Simeulue, kita ada pelatihan bagi pengrajin anyaman tikar pandan. Lalu ada pelatihan Tenun Keurawang di Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Khusus untuk kerajinan sulaman benang emas kita kembangkan di Aceh Barat, Abdya, dan Aceh Selatan. Di Aceh Besar ada kerajinan songket, sedangkan di Gayo ini, kita menyelenggarakan pelatihan kerajinan Keurawang Gayo,” ujar Dyah.

Tujuan dari pelatihan itu, kata Dyah, adalah salah satu strategi Dekranasda Aceh untuk mendorong agar produk kerajinan khas daerah Aceh bisa semakin berkembang dan dikenal secara luas, serta mendorong pengrajin untuk mengikuti kemajuan teknologi informasi dalam mempromosikan produknya, sehingga penjualan bisa lebih efektif dan efesien. Dengan begitu pemasaran produk dapat menyentuh hingga pasar global.

Selain itu, Dyah juga mengingatkan kepada seluruh para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) khususnya pengrajin di tengah pandemik Covid-19 yang hampir melumpuhkan sektor perekonomian Aceh, diharapkan para pengrajin harus memiliki berbagai strategi untuk bisa bertahan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membaca kondisi pasar saat ini, “Seperti saat ini kita butuh masker, pengrajin bisa berinovasi dengan membuat masker dengan kreatifitasnya, contohnya masker dengan bordiran motif khas Aceh,” kata Dyah.

Usai menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Kabupaten Bener Meriah, Dyah Erti didampingi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Aceh Zulfadli bertolak ke Aceh Utara, di Kecamatan Krueng Mane, untuk menyerahkan bantuan serupa kepada 20 peserta Bimtek usaha industri rumah.

Di kesempatan itu, Dyah kembali mengingatkan, kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap virus Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker,  jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun. Dengan demikian, resiko penyebaran dapat diminimalisir dan hidup senantiasa produktif dan aman dari segala ancaman pandemik Covid-19.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Zulfadli mengatakan bahwa penyerahan bantuan UEP untuk industri rumah tangga diserahkan di dua kabupaten yakni Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan yang diberikan total 160 mesin jahit dan 40 mesin potong kain yang akan di bagikan untuk 40 peserta yang memiliki usaha rumah tangga dibidang konveksi.

Ia menyebutkan, masing-masing kabupaten mendapatkan 80 mesin jahit dengan fungsi yang berbeda-beda dan 20 mesin potong kain yang di bagikan untuk 20 peserta bimtek.

“Jadi setiap orang akan mendapatkan 4 mesin jahit yaitu mesin bordir, mesin obras, mesin jahit kain tebal, mesin jahit normal, dan satu alat potong kain, sehingga setelah bimtek selesai para penerima manfaat bisa langsung mengajukan usahanya,” ujar Zulfadli.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan program tahunan Dinas Koperasi dan UKM Aceh guna untuk mengentaskan kemiskinan di Aceh.

“Setiap tahun kita memang punya program untuk home industri cuma di masing-masing daerah kita akan lihat terlebih dahulu potensinya, jika potensi daerah adalah konveksi kita berikan mesin jahit jika tata boga akan kita berikan alat-alat perlengkapan memasak,” jelasnya.

Harapnya, selain dapat menurunkan angka kemiskinan, hal itu juga akan memberikan dampak positif pada penurunan pengangguran dengan memberdayakan masyarakat sekitarnya.

Bupati Bener Meriah Ucapkan Terimakasih

Bupati Bener Meriah, Sarkawi mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Aceh dan Dekranasda Aceh atas perhatiannya yang sudah memberikan bantuan tersebut kepada masyarakat Kabupaten Bener Meriah.

“Pada dasarnya bantuan ini bertujuan besar untuk mengentas kemiskinan di Aceh, dengan membangkitkan perekonomian mikro melalui pengrajin yang mengikuti Bimtek hari ini,” kata Sarkawi.

Ia berharap, semua penerima manfaat agar bisa memanfaatkan bantuan tersebut dan memajukan perekonomian Kabupaten Bener Meriah melalui usaha kreatif kerajinan Keurawang Gayo yang menjadi ciri khas kota dingin tersebut.

“Jadi ini kesempatan besar bagi kita (Kabupaten Bener Meriah) dan harus disahuti bersama dengan baik, agar produk khas kita justru di produksi oleh kita sendiri bukan orang lain,” ujarnya.[]

The post Dyah Erti Serahkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Untuk Pengrajin appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Delapan Pasien Covid-19 Sembuh di RSUDZA Banda Aceh, Empat Tenaga Kesehatan

Jumat, 03 Juli 2020

Banda Aceh–Pasien Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 yang sembuh di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dalam dua hari terakhir delapan orang, yakni dua orang pasien rujukan RSUD Meuraxa Banda Aceh, dua orang dari klaster Lhoksukon, dan empat orang tenaga kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media, Jumat (03/07/2020).

Dua pasien Covid-19 rujukan RSUD Meuraxa Banda Aceh, masing-masing MI (43) dan WW (18) tahun, kata SAG merujuk informasi dari Koordinator Tim Pelayanan Penyakit Infeksi Emerging RSUDZA, dr. Novina Rahmawati, M.Si,Med, Sp.THT, KL, FICS.

SAG melanjutkan, dua pasien Covid-19 dari klaster Lhoksukon, Aceh Utara, yang dinyatakan sembuh dalam dua hari terakhir, masing-masing HM (10), dan MZA (2). Keduanya dirujuk dari RSU Cut Mutia, Buket Rata, Aceh Utara, dan dirawat di ruang isolasi Pinere RSUDZA Banda Aceh, sejak 26 Juni 2020.

Selanjutnya, kata SAG lagi, empat tenaga kesehatan yang dinyatakan sembuh hari ini masing-masing KA (47), MS (30), Hj (30), dan CF (26). MS, Hj, dan CF, merupakan para perawat di Ruang Isolasi Pinere RSUDZA Banda Aceh.

Sebelumnya, empat perawat Pinere juga dinyatakan sembuh, yakni DEM (29), Mus (32), HY (36), dan Hel (40), rinci Jubir SAG.

“Alhamdulilah, mari terus kita berdoa kepada Allah SWT agar semua pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan segera sembuh,” ajaknya sembari bersyukur.

Kasus Covid-19

Selanjutnya, SAG merilis akumulasi kasus Covid-19 di Aceh berdasarkan laporan Gugus Tugas kabupaten/kota se-Aceh, per tanggal 03 Juli 2020, pukul 15.00 WIB.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini sebanyak 2.298 orang. “Tidak ada penambahan satu ODP baru hari ini,” kata SAG.

ODP yang masih dalam pemantauan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota saat ini sebanyak 73 orang. Sedangkan sebanyak 2.2225 orang sudah selesai menjalani proses pemantauan atau isolasi secara mandiri, jelasnya.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjutnya, sebanyak 127 kasus. Ada penambahan satu kasus PDP baru. PDP dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19 kabupaten/kota saat ini, sebanyak 6 orang.

PDP di Aceh yang sudah sembuh sebanyak 120 orang. PDP yang meninggal dunia hanya 1 orang. PDP itu meninggal pada 26 Maret 2020.

Sedangkan jumlah orang yang Positif Covid-19 Jumlah hingga saat ini sudah mencapai 87 orang, termasuk bayi, Balita, tenaga kesehatan, perawat, dan bahkan dokter di Puskesmas, kata SAG.

“Pasien Covid yang sedang dirawat sebanyak 50 orang, sudah sembuh 34 orang, dan 3 orang meninggal dunia,” tutup SAG [*]

The post Delapan Pasien Covid-19 Sembuh di RSUDZA Banda Aceh, Empat Tenaga Kesehatan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Kerja Sama Pasien dan Tenaga Medis Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 02 Juli 2020

Banda Aceh—Pasien positif maupun atau memiliki gejala terpapar corona yang menjalani perawatan medis di rumah sakit diminta agar menjalin kerja sama yang baik dengan paramedis. Hal serupa juga harus diikuti oleh keluarga pasien. Ini dilakukan agar dapat mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) semasa proses perawatan di rumah sakit atau infeksi nosokomial.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) mengatakan, kasus-kasus Covid-19 yang menjangkiti tenaga medis, baik dokter maupun perawat, tampaknya ada kaitan dengan pasien-pasien yang pernah ditanganinya.

“Perawat atau dokter yang konfirmasi positif virus corona umumnya pernah berinteraksi dengan pasien Covid-19 yang dirawatnya,” Ujar SAG menjawab awak media, Kamis (02/07/2020.

“Pencegahan penularan virus corona dari proses interaksi tenaga medis dengan pasiennya di rumah sakit (infeksi nosokomial) itu dapat diatasi dengan keterbukaan, kehati-hatian, dan saling mendoakan,” tutur SAG.

Karena itu, lanjut SAG, setiap pasien serta keluarganya harus terbuka dan membuka semua informasi riwayat perjalanannya 14 hari terakhir sebelum merasakan gejala sakit.

“Informasi tersebut berguna bagi percepatan penyembuhan pasien dan juga bagi keselamatan tenaga medis di rumah sakit,”

Pada sisi lain, tambahnya, petugas pun harus ekstra waspada dan hati-hati menangani pasien-pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah penularan lokal, maupun yang memiliki riwayat kontak dekat dengan Covid-19.

Selain taat pada prosedur operasional penanganan pasien infeksius virus corona, setiap tenaga medis wajib memakai APD lengkap dan benar, sehingga benar-benar terlindung dari infeksi nosokomial itu.

Keterbukaan dan disiplin menjalan prosedur penanganan pasien infeksius merupakan ikhtiar kedua pihak: kerja sama pasien dengan tenaga medis.

“Selanjutnya, saling mendoakan agar pasien yang membutuhkan perawatan medis cepat sembuh, dan yang merawatnya pun tidak jatuh sakit,” ujar SAG.

Jumlah kasus

Selanjutnya SAG merilis prevalensi kasus Covid-19 di Aceh, berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota, per tanggal 2 Juli 2020, pukul 18.00 WIB.

Ia melaporkan, jumlah kasus Covid-19 di Aceh secara akumulatif tetap 86 orang, artinya tidak ada bertambah kasus baru. Dari jumlah itu, 52 orang masih dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan, 31 telah sembuh, dan 3 orang meninggal dunia.

Sementara itu, lanjut SAG, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 1 orang, yang secara akumulatif menjadi 2.298 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.224 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 74 orang masih dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebanyak 126 kasus. Dari jumlah tersebut, 5 pasien masih dalam penanganan tim medis dan 120 telah sehat, dan 1 orang lainnya telah meninggal dunia 26 Maret 2020 lalu, tutupnya [*]

The post Kerja Sama Pasien dan Tenaga Medis Cegah Penularan Covid-19 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Menko PMK Apresiasi Upaya Pencegahan Covid-19 di Aceh

Kamis, 02 Juli 2020

Lhokseumawe – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendi, mengapresiasi upaya pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Menko PMK saat memberikan sambutan dan arahan, pada kunjungan kerjanya di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Kamis (2/7/2020).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyerahkan bantuan alat Kesehatan kepada Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis (2/7/2020).

Menko PMK mengapresiasi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama seluruh Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, karena program dan kebijakannya, dapat menekan angka penularan Covid-19 di Aceh.

“Minimnya kasus Covid-19 di Aceh bukan kebetulan, melainkan karena ada kebijakan, keberanian, dan upaya Pemerintah Aceh dan masyarakat,” ujar Muhadjir.

Menko PMK mengakui, pada awal pandemi Covid-19, ia sempat khawatir Aceh akan menjadi salah satu daerah di Indonesia yang akan mengalami ledakan jumlah pasien Covid-19. Hal ini dikarenakan lokasi Aceh yang merupakan pintu paling barat di Indonesia.

“Di awal, saya menduga justru di Aceh akan terjadi ledakan pasien Covid-19, karena posisinya berada di pintu paling barat Indonesia. Alhamdulillah, dugaan saya salah. Pak Plt Gubernur bersama Tim Gugus Tugas Covid-19, mampu melakukan upaya-upaya dini pencegahan penyebaran Covid-19 di Aceh,” imbuh Menko PMK.

Muhadjir juga menyampaikan apresiasi atas penyaluran Bantuan Sosial, baik yang bersumber dari APBN maupun APBA dan APBD. Meski demikian, Menko PMK juga mengingatkan agar data penerima bantuan segera diverifikasi ulang jika ada kesalahan pada tahap awal.

“Saya juga menyampaikan terima kasih karena Bansos dari pusat pun dapat tersalur dengan baik di Aceh. Hal ini diperkuat lagi dengan Bansos dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota bahkan Pemerintahan di Desa. Meski demikian, saya juga mengingatkan kita semua, di beberapa daerah, penyaluran Bansos masih tumpang tindih. Karena itu, sambil terus bergerak, lakukan verifikasi ulang, perbarui terus data penerima, sehingga masyarakat yang benar-benar terimbas Covid-19 yang menerima Bansos,” pesan Muhadjir.

Jangan Meremehkan

Sementara itu, menghadapi tatanan hidup baru atau new normal pasca Covid-19, Menko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai menyesuaikan pola hidup baru, yaitu disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, di dampingi Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Pangdam Iskandar Muda dan Wali Kota Lhokseumawe meninjau Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, Kamis (2/7/2020).

Sesuai pesan Pak Presiden, pada masa new normal kita harus menyesuaikan diri, hidup berdampingan dengan Covid-19. Jangan takut dengan Corona tapi jangan pula diremehkan.

“Lindungi keluarga kita yang memiliki penyakit bawaan, jalankan protokol kesehatan secara disiplin. Cuci tangan, jaga jarak, selalu pakai masker dan selalu jaga imunitas tubuh. Jika ini kita jalankan, Insya Allah, kita akan mampu menekan penyebaran Covid-19,” kata Muhadjir.

Di masa new normal, Menko PMK juga mengingatkan pentingnya pemerintah memberi perhatian khusus kepada usaha mikro, kecil dan menengah, karena dengan segala pembatasan yang terjadi, sektor ini merasakan dampaknya secara langsung.

Pantau kondisi pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak. Setidaknya ada 65 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia, beri akses pinjaman dana ke sektor ini. Pelaku UMKM cenderung taat mengembalikan.

“Bila ada yang terlambat mengembalikan, angkanya juga kecil. UMKM ini harus didorong agar sektor riil segera bangkit. Segala upaya harus kita lakukan. Sesuai instruksi Pak Presiden, bahwa pemulihan ekonomi, pertumbuhan ekonomi harus dicapai tetapi secara bersamaan Covid-19 harus kita tekan,” sambung Muhadjir.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK juga mengkilas balik kondisi krisis ekonomi di tahun 1998. Bagaimana Usaha Mikro Kecil bertahan dan menjadi penopang perekonomian Indonesia pada saat itu.

“Belajar dari krisis 98, UMKM adalah sektor yang cenderung bertahan. Padahal saat itu, pengusaha besar banyak yang kolabs. Jadi , saat itu UMKM menjadi penyangga perekonomian Indonesia.

Sesuai arahan Bapak Presiden, berbagai kebijakan harus pro UMKM. Pasar harus kembali diaktifkan, tapi harus waspada karena bisa menjadi potensi sebagai kluster baru. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus diawasi dan ditegakkan secara disiplin di pasar-pasar,” imbau Muhadjir

Pencegahan Covid-19 di Aceh

Pada kesempatan sebelumnya, Plt Gubernur Aceh dalam pemaparannya terkait upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Aceh, menjelaskan berbagai program dan upaya yang telah dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh.

“Sejak mengetahui keberadaan masyarakat Aceh di wilayah endemi virus ini, yaitu Wuhan, kami langsung melakukan upaya pencegahan, bahkan membuat posko Covid-19 dan intens melakukan kontak langsung dengan masyarakat kita di sana serta menyurati Kementerian Luar Negeri untuk mengupayakan pemulangan masyarakat Aceh dari Wuhan.

Saat ini, kita juga terus melakukan pembenahan. Upaya sosialisasi terus kita lakukan. Bahkan, sarana medis yang kita persiapkan saat ini masih di atas tren angka kejadian Covid-19,” ungkap Nova.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubernur juga mengapresiasi semua pihak dan seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung dan membantu upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Aceh, sehingga saat ini Aceh masih ditetapkan sebagai zona hijau di Indonesia.

Pada kunjungan kerjanya ke Aceh, Menko PMK juga menyerahkan bantuan alat medis, yaitu masker medis 8 ribu helai, APD 1.800 helai, reagent 500, rapid test 2.500 unit, Al-Qur’an 80 dan buku bacaan 1 kodi.

Sesaat setelah tiba di Bandara Malikul Saleh, Muhadjir Effendi bersama Plt Gubernur Aceh, Pangdam IM, Wakapolda Aceh dan Wali Kota Lhokseumawe meninjau Pasar Inpres Kota Lhokseumawe. Sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Menko PMK sempat singgah ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia untuk meninjau instalasi laboratorium BLUD di RSUD tersebut.[]

The post Menko PMK Apresiasi Upaya Pencegahan Covid-19 di Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Aksi Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Sudah Mencapai 1.719 Kantong

Kamis, 02 Juli 2020

Banda Aceh – Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan, selama tanggal  1 sampai 2 Juli 2020, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh telah mendonorkan 168 kantong darah. Sehingga jumlah keseluruhan darah yang terkumpul dari ASN Pemerintah Aceh telah mencapai 1.719 kantong.

“Selama dua hari ini kami bersama PMI menggelar aksi donor darah di Klinik Kantor Gubernur. Alhamdulillah, dalam dua hari terkumpul 168 kantong darah, “kata Iswanto usai menerima data sementara pendonor darah ASN Pemerintah Aceh, dari Ketua PMI Banda Aceh Qamaruzzaman Haqni, Kamis (2/7/2020).

Iswanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang telah berpartisipasi untuk menyumbangkan darahnya. Ia mengatakan, aksi sosial yang digagas Plt Gubernur Aceh itu akan terus berlanjut guna mengantisipasi krisis darah di PMI Banda Aceh dan kabupaten/kota lainnya.

“Jangan takut untuk mendonorkan darah, selain membantu orang lain, kita juga bisa lebih sehat dengan mendonor, “kata Iswanto.

Iswanto menambahkan, Pemerintah Aceh juga akan memberikan apresiasi berupa paket umrah bagi ASN yang paling cepat menyentuh angka 10 kali mendonorkan darahnya.

“Paket umrah itu dijanjikan langsung oleh bapak Plt Gubernur Aceh saat melaunchingkan aksi donor darah tahap dua di Pendopo Gubernur dua hari lalu,”tutur Iswanto.

Iswanto berharap, kalender donor darah  yang telah disusun oleh pihaknya dapat menjadikan gerakan donor darah ASN Pemerintah Aceh berjalan secara sistematis, terkoordinir, dan berkelanjutan.

“Kami optimis,  gerakan donor darah ASN ini akan terus berkesinambungan, sehingga dapat  mengatasi krisis darah yang selama ini terjadi di PMI,” pungkas Iswanto.[]

The post Aksi Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Sudah Mencapai 1.719 Kantong appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.