Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Perusahaan Lain harus Tiru Penyaluran CSR Bank Aceh

Jumat, 15 Desember 2017

Humas Aceh | 15 Des 2017

Banda Aceh – Perusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi di Aceh dan mengabaikan menyalurkan CSR, dihimbau mengikuti jejak Bank Aceh Syari’ah, yang rutin menyalurkan CSR di Bumi Serambi Mekah.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mencoba mengendarai Car Cleaner bersama Direktur Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah, dihalaman Masjid Raya Baiturrahman, Jumat, 15 Desember 2017. PT. Bank Aceh Syariah program sosial Bank Aceh Syariah Peduli.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, dalam sambutannya usai menerima 6 unit mesin pembersih lantai, yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh Syari’ah, di Plaza masjid Raya Baiturrahman, Jum’at (15/12/2017).

“Sebetulnya di Aceh ini banyak perusahaan tetapi tidak banyak yang bayar CSR. CSR adalah kewajiban perusahaan, bukan dana sedekah dan tidak harus mengemis untuk mendapatkannya karena CSR adalah tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat sekitar,” tegas Gubernur.

Pria yang akrab disapa Bang Wandi mengungkapkan, dirinya tidak banyak mendapat laporan, terkait perusahaan-perusahaan yang telah membayar dana CSR, baik saat ini maupun di masa pemerintahan pertamanya, yaitu periode 2006-2012. “Saya himbau perusahaan-perusahaan agar melunasi kewajibannya, sebab CSR ini hukumnya hampir sama dengan hukum zakat. Sesuatu yang telah kita sepakati tetapi tidak kita tepati, dosa hukumnya,” ujar Irwandi.

Pilot Eagle One Hanakaru Hokagata itu juga mengingatkan, bahwa dirinya telah mulai mengirim staf untuk memantau perusahaan-perusahaan yang telah membayar CSR dan kewajiban lainnya. “Secara tersamar saya sudah mengirim staf yang bertugas untuk mengidentifikasi perusahaan mana saja yang telah membayar pajak dengan benar, tak ada tipu-tipu. Kemudian perusahaan yang membayar CSR.”

Bang Wandi meyakini, jika semua perusahaan yang beroperasi di Aceh memenuhi komitmennya di lokasi masing-masing perusahaan, maka akan meminimalisir konflik, bahkan akan menghadirkan hubungan yang baik. “Ada banyak perusahaan sawit dan perusahaan lainnya di Aceh. Insya Allah, jika CSR disalurkan dengan baik, maka hubungan lingkungan masyarakat sekitar dengan perusahaan tentu akan terjalin dengan baik,” imbuh Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan Apresiasi kepada Direktur Utama Bank Aceh Syari’ah Busra Abdullah dan seluruh jajaran yang peduli dengan dana CSR. “Peduli dengan CSR tentu saja peduli juga dengan pajak dan zakat.” Usai menandatangani berita acara serah terima 6 unit mesin pembersih lantai, Gubernur bersama Dirut Bank Aceh menyempatkan diri untuk mencoba mengoperasikan mesin pembersih lantai yang berbentuk mini car itu.

Acara penandatangan yang dilakukan usai pelaksanaan Shalat Jum’at Berjama’ah itu turut disaksikan oleh Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Prof Azman Ismail dan Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh, Munawar A Djalil. 6 unit mesin pembersih lantai itu selanjutnya diserahkan kepada UPTD Masjid Raya Baiturrahman. (Ngah)

 

The post Perusahaan Lain harus Tiru Penyaluran CSR Bank Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

56 Kafilah MTQ Banda Aceh Terima Bonus

Jumat, 15 Desember 2017

Humas Aceh | 15 Des 2017

Banda Aceh – Setelah penyerahan secara simbolis pada Senin (3/12) lalu, ke-56 Kafilah MTQ Banda Aceh yang ikut serta pada MTQ Aceh XXXIII di Idi, Aceh Timur, menerima bonus dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Bonus berupa dana pembinaan senilai Rp 300 juta tersebut diserahkan secara tunai kepada seluruh kafilah secara tunai di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Rabu (13/12/2017) malam.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dalam sambutannya menyampaikan apreasiasi kepada seluruh kafilah atas peningkatan prestasi yang telah diraih pada MTQ Aceh ke-33. “Walau kita masih di peringkat empat, namun perolehan juara meningkat dari dua menjadi tujuh juara pertama di berbagai cabang lomba.”

“Kepada seluruh qari-qariah dan ofisial, kami ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya. Bonus yang diberikan pada malam ini merupakan bentuk penghargaan dari Pemko Banda Aceh. Mudah-mudahan ke depan bisa kita tingkatkan lagi bentuk penghargaannya, termasuk kita juga akan memperhatikan masa depan qari-qariah terbaik Banda Aceh,” ungkapnya.

“Prestasi ini bukan hanya harus kita pertahankan ke depan, tapi harus kita tingkatkan. Apalagi saat ini kita tengah memperjuangkan Banda Aceh sebagai tuan rumah MTQ Aceh ke-34 pada 2019 nanti. Insyaallah kita juga akan berjuang menjadi juara umum,” sebut wali kota.

Untuk mencapai hal tersebut, kata Aminullah, Pemko Banda Aceh akan melakukan pembinaan kepada kafilah MTQ secara lebih intensif dan berkesinambungan. “Mulai 2018, kita akan menggelar MTQ secara berjenjang mulai dari tingkat gampong, kecamatan, dan kota.”

Terkait dengan pengajuan sebagai tuan rumah MTQ Aceh ke-34, Aminullah menyebut Banda Aceh sangat siap untuk menyelenggarakannya. “Sebagai kota tujuan wisata islami dan memiliki letak yang strategis, Banda Aceh mudah dijangkau dari daerah manapun.  Hal lainnya, sudah 17 tahun semenjak terakhir kali kita menjadi tuan rumah pada tahun 2000 lalu,” katanya.

“Ajang ini tentu juga sejalan dengan visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah yang menjadi cita-cita kita semua. Dan saat presentasi calon tuan rumah kemarin, Banda Aceh yang paling siap, dan semua stakeholder hadir di kantor gubernur. Semua persyaratan telah kita penuhi di samping komitmen tinggi dari Pemko Banda Aceh, pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Mairul Hazami menyebutkan, selain kepada peraih Juara I, II, dan III, serta Juara Harapan I, II, III, bonus juga diserahkan kepada para kafilah belum berhasil meraih juara.
“Untuk setiap peraih juara pertama kita berikan bonus Rp 17,5 juta, juara kedua Rp 13,6 juta, dan juara ketiga Rp 11,1 juta. Untuk juara harapan pertama Rp 1,5 juta, harapan kedua Rp 1,3 juta, dan harapan ketiga 1,1 juta. Sementara bagi non juara juga kita berikan masing-masing Rp 500 ribu,” rincinya.

The post 56 Kafilah MTQ Banda Aceh Terima Bonus appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Rombongan Bupati Aceh Timur Takziah Ke Rumah Duka Abusyik

Jumat, 15 Desember 2017

Humas Aceh | 15 Des 2017

Pidie – Bupati Kabupaten Aceh Timur, H. Hasballah Bin H.M. Thaib juga turut didamping Ketua TPPKK Aceh Timur, Hj Fitriani Binti Darwis melayat ke rumah duka Bupati Pidie, Roni Ahmad atau yang akrab disapa Abusyik, di Gampong Puuk, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Rabu 13/12/2017.

Dalam kesempatan tersebut H. Hasballah Bin H.M. Thaib Bupati Aceh Timur yang akrab disapa Rocky saat melayat kerumah duka Abusyik juga turut didampingi Ulama Kharismatik AcehTgk H. Ishak Ahmad yang akrab disapa Abu Lamkawe pimpinan Dayah Baldatul Mubarakah, Kembang Tajong dan Kajari Aceh Timur M. Ali Akbar. SH. MH.

Kedatangan Bupati Aceh Timur bersama rombongan sekira pukul 14: 30 wib disambut langsung Abusyik beserta kerabat lainnya. Sesampai dirumah duka, Bupati Aceh Timur bersama rombongan duduk bersama Abusyik Bupati Pidie melakukan tahlilan kepada Almarhummah Syarifah Binti Ahmad.

H. Hasballah Bin H.M. Thaib Bupati Aceh Timur usai Takziah meyebutkan, kunjungan kerumah duka Bupati Pidie, juga turut didamping oleh para SKPK dan sebagian Kabag dilingkungan Pemerintah Aceh Timur.

” Kedatangan atau kunjungan ini selain untuk tahlilan (samadiah) sekaligus untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan. Berharap kehadiran ini dapat memberikan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhummah diampuni segala dosa-dosanya serta semua amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT dan almarhummah juga ditempatkan bersama orang-orang yang beriman,” ungkap Bupati Aceh Timur.

“Bupati Aceh Timur Kunjungi Kediaman Abu Lamkawe”

Usai melakukan tahlilan ke Rumah duka Abusyik Bupati Pidie, kemudian Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M. Thaib beserta rombongan mengunjungi kediaman Tgk H. Ishak Lamkawe pimpinan Dayah Baldatul Mubarakah.

Saat tiba Bupati Aceh Timur sebelumnya melaksanakan Salat ashar di balai dayah setempat. Kemudian Bupati berbincang-bincang dengan abu Lamkawe, kemudian rombongan sekitar pukul 18:00 Wib melanjutkan perjalanan pulang ke Aceh Timur

The post Rombongan Bupati Aceh Timur Takziah Ke Rumah Duka Abusyik appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wagub Hadiri Do’a Bersama Peringatan Hari Juang Kartika

Jumat, 15 Desember 2017

Humas Aceh | 15 Des 2017

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, larut dalam do’a, saat menghadiri acara do’a bersama yang digelar oleh Kodam Iskandar Muda, dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika ke 72 tahun 2017, yang di pusatkan di Lapangan Tenis Indoor Jasdam, Kamis (14/12/2017) sore.

Tak hanya do’a bersama, sebanyak 1500 prajurit yang memadati lapangan tenis indoor Jasdam Iskandar Muda juga menggelar Yasinan dan zikir bersama yang dipimpin oleh Ketua majelis Zikir Mesjid Raya Baiturrahman Ustadz Tgk H Jamhuri Ramli.

Selain Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Moch. Fachrudin S.Sos, dan Wagub Aceh, acara do’a bersama turut dihadiri oleh Pa Sahli Tk. II Wassus Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI, Brigjen TNI Oerip Seokotjo, Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Bambang S. Ketua DPRK Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, serta sejumlah perwira TNI lainnya.

The post Wagub Hadiri Do’a Bersama Peringatan Hari Juang Kartika appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Gubernur Serahkan Dokumen DIPA 2018

Kamis, 14 Desember 2017

Humas Aceh | 14 Des 2017

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyerahkan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Dana Transfer Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2018. Dokumen itu diserahkan kepada instansi vertikal dan pimpinan daerah di seluruh Aceh, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Kamis 14 Desember 2017.  

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf memperlihatkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada Wakil Bupati Simeulue, Afridawati saat Penyerahan DIPA Dana Transfer Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2018, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Kamis, 14 Desember 2017.

Irwandi meminta agar seluruh kepala daerah bisa menyerahkan segera DIPA itu kepada SKPK di masing-masing daerah. “Akhir desember ini juga harus diserahkan agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan di awal tahun depan,” kata Irwandi Yusuf.

Selain itu, gubernur meminta agar pengesahan APBK di semua daerah bisa dilakukan tepat waktu sehingga pelaksanaan program kegiatan tahun 2018 tidak ada kendala.

“Seluruh kegiatan tahun 2018 harus lebih baik dan cepat,” kata Irwandi. Semua tandatangan kontrak kegiatan, diminta Irwandi harus selesai sebelum 31 Maret 2018.

Total DIPA APBN untuk Aceh di tahun 2018 adalah senilai Rp.48,6 triliun. Angka itu meningkat dua triliun dari tahun lalu. Total anggaran itu terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar 13,8, dana transfer 38 triliun. Khusus otsus 8,03 triliun.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan lembaga vertikal yang ada di Aceh, para bupati/walikota se-Aceh, Wali Nanggroe Aceh, Sekda Aceh, Para asisten, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, serta seluruh kepala SKPA lainnya.

The post Gubernur Serahkan Dokumen DIPA 2018 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Terkait APBA 2018, Gubernur Optimis Akan Ada Jalan Keluar

Kamis, 14 Desember 2017

Humas Aceh | 14 Des 2017

Gubernur Aceh drh. Irwadi Yusuf, M. Sc, optimis pembahasan Anggaran 2018 yang sedang dibahas bersama antara pihak eksekutif dengan legislatif akan ada jalan keluarnya.

Irwandi menyebutkan dinamika yang muncul dalam pembahasan merupakan hal yang biasa, namun Irwandi berharap segera ada jalan keluarnya.

“Ya begitulah dinamika legislatif dan eksekutif, tapi nanti mudah-mudahan ada jalan keluarnya,”ujar Irwandi disela-sela penyerahan DIPA 2018 di Aula serba guna Kantor Gubernur Aceh, Senin (14/12/2017).

Senada dengan itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Lc, MH mengatakan bahwa pembahasan anggaran tahun ini agak berbeda dan lebih ketat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena semua unsur dalam kegiatan harus ada data dukung terlebih dahulu, seperti DED, ketersediaan lahan, spek, RAB, TOR dan lain-lain,”lanjutnya lagi.

Namun demikian Mulyadi Nurdin optimis semua persyaratan itu akan sangup dipenuhi oleh SKPA terkait sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, “Karena prinsipnya ini semua akan diproses secepat mungkin, karena ada surat Mendagri yang mengharuskan percepatan pembahasan dan pengesahan Anggaran,”tambahnya

Mulyadi Nurdin, menjelaskan bahwa, gubernur juga meminta kepala seluruh Kepala SKPA di jajaran pemerintah Aceh, agar seluruh kegiatan pada tahun 2018, harus lebih baik dan lebih cepat.

“Seluruh kegiatan itu harus sudah tanda tangan kontrak sebelum 31 Maret, karena hal itu sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2015,”lanjutnya.

Gubernur juga meminta kepada SKPA agar melakukan up load dokumen lelang paling lambat 15 Januari 2018.

The post Terkait APBA 2018, Gubernur Optimis Akan Ada Jalan Keluar appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Perkembangan Ekonomi Daerah Dipengaruhi Aktifitas Ekonomi Kaum Perempuan

Rabu, 13 Desember 2017

Humas Aceh | 12 Des 2017

Banda Aceh – Aktivitas dan keterlibatan kaum perempuan dalam bidang ekonomi diyakini dapat membangkitkan geliat perekonomian daerah. Oleh karena itu butuh dukungan banyak pihak untuk memberi penyadaran bagi perempuan Aceh agar memahami dunia kewirausahaan dalam rangka mendukung penguatan ekonomi keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Sidan Nafi SH MH, membacakan sambutan tertulis Guberur Aceh Drh Irwandi Yusuf, M Sc, saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi pengelolaan keuangan bagi perempuan Aceh atau Financial Literacy for Aceh Woman, di ACC Sultan Selim, Rabu (13/12/2017).

“Kalau saja 30 persen dari jumlah perempuan Aceh aktif dalam bidang ekonomi, geliat ekonomi daerah kita pasti berkembang pesat. Kalaupun tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi di lapangan, setidaknya perempuan harus memiliki pemahaman tentang mengatur keuangan agar ia mampu memberi pengaruh bagi penguatan dan perencanaan ekonomi keluarga,” ujar Saidan Nafi.

Saidan Nafi mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Aceh tahun 2016 menunjukkan 52 persen dari 5,1 juta orang penduduk Aceh adalah perempuan. Dari jumlah itu, diperkirakan perempuan yang memiliki keterampilan dalam pengelolaan keuangan hanya sekitar 15 persen.

”Angka ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan laki-laki yang mencapai 27 persen. Perempuan Aceh cenderung dalam kontrol laki-laki dalam bidang keuangan, sehingga menyebabkan aktivitas perempuan Aceh dalam bidang ekonomi masih sangat rendah,” kata Saidan Nafi.

Mantan Kepala BNN Aceh itu mengungkapkan, minimnya keterlibatan perempuan dalam bidang ekonomi ini tidak semata terjadi di Aceh, tapi terjadi di seluruh wilayah Indonesia lainnya. Oleh karena itu, pemerintah Aceh sangat mendukung gagasan Kemendag RI, OJK, Kemen PPPA, termasuk PT Prudential Life Assurance, untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang pengelolaan keuangan bagi perempuan.

“Kita pantas bersyukur, sebab langkah sosialisasi ini juga diselenggarakan di daerah kita dengan melibatkan organisasi perempuan dan pegiat ekonomi lokal. Oleh karena itu, kami menghimbau agar kegiatan pembelajaran ini dapat dimanfaatkan oleh para perempuan Aceh agar bisa mendapatkan pengetahuan yang baik tentang pengelolaan keuangan.”

“Dengan demikian perempuan Aceh tidak hanya mampu mengambil keputusan dalam bidang keuangan, tapi juga siap tampil sebagai perempuan yang bisa memanfaatkan peluang ekonomi yang ada di sekitar kita,” sambung Saidan Nafi.

Untuk diketahui bersama, Sosialisasi tentang pengelolaan keuangan bagi perempuan atau Financial Literacy for Woman ini telah berjalan di Indonesia sejak 4 tahun terakhir. Dalam rentang waktu tersebut, ribuan perempuan di berbagai provinsi mendapat manfaat dari kegiatan ini.

“Harapan kami perempuan Aceh dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ke depan lebih banyak lagi perempuan Aceh yang mampu tampil sebagai perempuan mandiri dalam bidang ekonomi. Selamat mengikuti kegiatan sosialisasi, Semoga perjuangan kita untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan Aceh mendapat ridha Allah,” pungkas Saidan Nafi.

Kegiatan ini akan digelar selama kurang lebih 2 bulan di enam kota. Kegiatan telah dimulai sejak Selasa, (21/11) di Cirebon Jawa Barat, kemudian dilanjutkan di Bukit Tinggi, Banjarmasin, Jombang, Banda Aceh, dan puncaknya di Jakarta pada 19 – 20 Desember 2017.

Masing-masing kota terdiri dari dua sampai tiga sesi yang akan dihadiri audiens sebanyak 250 orang per sesinya. Dengan total jumlah sesi sebanyak 16, maka diharapkan program akan menjangkau sekitar 4000 peserta di 6 kota.

Beberapa narasumber akan memaparkan  materi terkait pengelolaan keuangan bagi perempuan, yaitu Febrijani dan Vera Marpaung. Keduanya merupakan trainer dari Prudencial. Acara juga akan diramaikan oleh games dan doorprize dengan hadiah-hadiah menarik dari Prudential.

The post Perkembangan Ekonomi Daerah Dipengaruhi Aktifitas Ekonomi Kaum Perempuan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Walikota Minta Turnamen Futsal Bank Aceh Jadi Event Tahunan, Ini Alasannya

Rabu, 13 Desember 2017

Humas Aceh  | 12 Des 2017

Banda Aceh –  Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman SE Ak MM meminta turnamen Futsal Bank Aceh Cup yang diikuti para pelajar dari Banda Aceh dan Aceh Besar dapat digelar setiap tahunnya.

Permintaan ini disampaikan Aminullah saat membuka turnamen yang diikuti 32 Klub SAM/Sederajat, Rabu (13/12/2017) di lapangan Futsal Diaz, lampriet, Banda Aceh. Resminya turnamen ini dimulai ditandai dengan tendangan kehormatan oleh Walikota Banda Aceh.

Kata Bang Carlos-sapaan akrab Walikota, turnamen tersebut memiliki banyak dampak positif bagi para pelajar. Selain dapat mengasah skill bermain futsal, event ini juga dapat dijadikan sebagai ajang silaturrahmi sesama pelajar dari dua Kabupaten/Kota, yakni Banda Aceh dan Aceh Besar.

Walikota juga menilai, event ini akan melahirkan bakat-bakat muda futsal yang nantinya diharapkan dapat mengharumkan nama daerah di tingkat Nasional maupun Internasional. “Manfaat lain, ajang ini dapat menjauhkan generasi kita dari narkoba. Karena Saya yakin seorang atlet tidak ingin menghancurkan bakatnya dengan mengkonsumsi narkoba,” ujar Bang Carlos.

Karenanya, Walikota menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bank Aceh, UT dan Serambi Indonesia yang telah bekerja sama dan bekerja keras menggelar turnamen tersebut. “Saya sangat mengapresiasi turnamen ini digelar, Saya minta agar menjadi event tahunan,” pinta Walikota.

Kemudian Walikota juga meminta agar kedepan event ini digelar lebih besar, baik dari sisi jumlah peserta maupun jumlah hadiah.“Kalau perlu pesertanya dari seluruh Aceh. Pasti turnamennya akan lebih bergengsi dan berkualitas nantinya,” tambah Walikota. Sementara itu, Pimpinan Bank Aceh Syari’ah KPO, Fadhil Ilyas menyampaikan turnamen ini diikuti oleh 32 tim dari 32 SMA/SMK/MA di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Panitia menyediakn hadiah total sebesar Rp 18 juta plus piala tetap, dengan rincian, juara I akan mendapatkan uang pembinaan Rp 7 juta, Rp 5 juta untuk juara II, Rp 3 juta untuk juara II dan juara IV diberikan Rp 1,5 juta. Panitia juga menyediakan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 750 ribu untuk top skor dan pemain terbaik.

The post Walikota Minta Turnamen Futsal Bank Aceh Jadi Event Tahunan, Ini Alasannya appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Walikota Serahkan Modal Usaha Mikro Untuk 274 Penerima

Rabu, 13 Desember 2017

Humas Aceh | 12 Des 2017

Banda Aceh –  Sebanyak 274 pelaku usaha mikro di Banda Aceh mendapatkan bantuan modal usaha. Bantuan sejumlah Rp 3 juta/orang ini diserahkan oleh Walikota Banda Aceh, H Aminullah usman SE Ak MM, Rabu (13/12/2017) di kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh.

Pemberian bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota kepada beberapa penerima, diantaranya, Ismawani, Aminah, Sarifuddin, Salim dan Nurjannah.

Prosesi penyerahan bantaun yang bersumebr dari zakat yang dikumpulkan Baitul Mal Kota ini turut disaksikan Ketua DPRK Arif Fadillah, Wakil Walikota Drs Zainal Arifin, Sabri Badruddin, Kepala Baitul Mal Safwani Zainun, Kepala Sekretariat Baitul Mal Ida Friatna,  para Camat, Kabag Humas Setdakota, T Taufik Mauliansyah SSiT MSi dan sejumlah pejabat dijajaran Pemko Banda Aceh.

Seusai menyerahkan bantuan, Aminullah menyampaikan bantuan modal usaha mikro ini tujuannya untuk menghidupkan industry kecil, industry rumah tangga dan usaha kecilnya di Banda Aceh. “Tujuan kita menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran. Nantinya kita harap Banda Aceh terlepas dari kedua masalah ini,” ujar Aminullah.

Aminullah juga berharap, program dari Baitul Mal ini akan terus berjalan dengan maksimal sehingga masyarakat akan merasakan kesejahteraan. Kepada penerima, Walikota berharap bantuan modal tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha mereka.

“Harus benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha, jangan digunakan untuk hal yang konsumtif. Nanti kalau usahanya sudah berkembang dan butuh modal lebih besar lagi, dapat diajukan permohonan modal ke Lembaga Mahira Muamalah Syari’ah (MMS) yang telah dibentuk,” pesan Aminullah.

Kepada pengusaha di Banda Aceh, seperti Perhotelan, Perbankan, Asuransi dan lembaga lainnya dapat sama-sama berpartisipasi menyerahkan zakatnya ke Baitul Mal Kota agar dapat dikelola dengan baik, terarah dan penyalurannya tepat sasaran.

“Kalau zakat dapat dikumpulkan lebih banyak, maka dapat kita salurkan lebih banyak lagi yang akhirnya kita sama-sama bisa menuntaskan kemiskinan dan penganguran dikota kita ini,” tutup Aminullah yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syari’ah Aceh ini.

The post Walikota Serahkan Modal Usaha Mikro Untuk 274 Penerima appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Wabup Lepas 27 Jamaah Umrah

Rabu, 13 Desember 2017

Humas Aceh | 12 Des 2017

IDI – Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, melepas 27 jama’ah umrah bagi PNS Berprestasi dan Tokoh Masyarakat dalam Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017 di Masjid Agung Darussalihin Idi, Rabu 13 Desember 2017.

Wakil Bupati Aceh Timur bersama jamaah umrah laki-laki foto bersama usai Peusijuek dan Pelepasan Jamaah Umrah PNS Berprestasi dan Tokoh Masyarakat dalam Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017 di Masjid Agung Darussalihin Idi, Rabu 13 Desember 2017

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Asisten II Setdakab Aceh Timur, Usman A. Rahcman, SH, S.IP, Ketua MPU Aceh Timur, Tgk. H. M. Nur (Abu Kinire), Imam Besar Masjid Agung Darussalihin Idi, Tgk. H. M. Nur (Abi Gureb), Kabag Sumda Polres Aceh Timur, AKP Ichsan, Ketua MPD Tgk. Alauddin, SE, Ketua Komisi C DPRK Aceh Timur, Maimun Asnawi, SE dan puluhan jamaah umrah.

Dalam sambutannya, Wabup berpesan para jamaah selama berada di tanah suci untuk menjaga kesehatan agar mampu melaksanakan rangkaian rukun umrah dan ibadah-ibadah sunat lainnya. “Jika kesehatan para jamaah terganggu, maka segera berkoordinasi dengan petugas medis yang disiapkan untuk mendampingi jamaah, sehingga dalam melaksanakan ibadah tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Syahrul mengharapkan, jamaah umrah senantiasa mendo’akan daerah yang tercintai ini agar terus dilimpahkan kemakmuran dan masyarakatnya sejahtera. “Ibadah umrah merupakan ibadah sunat yang nantinya akan bermuara pada perubahan perilaku, baik untuk diri sendiri atau orang lain. Oleh karenanya, para jamaah perlu memahami hakikat dari ibadah umrah itu sendiri,” ujar Wabup.

Sebelumnya, para jamaah umrah juga dilakukan tepung tawar yang dipimpin Tgk. H. M. Nur (Abu Kinire), Tgk. H. M. Nur (Abi Gureb) dan Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un. Usai serangkaian acara, kegiatan ditutup dengan do’a yang dipimpin Tgk. H. M. Nur sebagai Ketua MPU Aceh Timur.

The post Wabup Lepas 27 Jamaah Umrah appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.