Welcome to Official Website Regency of Nagan Raya Thanks For Your Visit

Indeks Berita

Tim Peucrok, Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Dibentuk

Selasa, 22 September 2020

Banda Aceh – Pemerintah Aceh bersama Polisi dan TNI, membentuk tim pengejar protokol kesehatan yang dinamai “Tim Peucrok”. Pelepasan tim tersebut dilakukan oleh Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda di Halaman Mapolda Aceh, Selasa 22/09. Turut hadir dalam seremonial itu Asisten I Sekda Aceh M. Jafar, Anggota DPRA dan sejumlah Kepala SKPA.

Kapolda Aceh Irjen Polisi Wahyu Widada mengatakan selain anggota Polri, tim tersebut beranggotakan prajurit TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Aceh. Tim tersebut akan menindak masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan serta memantau OTG Covid-19 yang diketahui tidak menjalani karantina mandiri.

“Tugas tim ini menindaklanjutinya Instruksi Presiden terkait pendisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19,” kata Wahyu Widada.

Bagi mereka yang ditangkap dalam kegiatan bersama akan diberikan sanksi dengan pelanggar berpedoman pada peraturan Gubernur Aceh

Sementara Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin mengimbau setiap personel yang terlibat dalam tim tersebut jangan pernah lelah meningkatkan disiplin protokol kesehatan masyarakat.

“TNI selalu bersama Polri dan Satpol PP menegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan. Tujuan untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di Provinsi Aceh,” kata Mayjen TNI Hassanudin. []

The post Tim Peucrok, Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Dibentuk appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Satgas Covid-19 Aceh Periksa 12.773 Swab, 36 Swab Tunggu Hasil PCR

Selasa, 22 September 2020

Banda Aceh—Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Coronanvirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh telah memeriksa sebanyak 12.773 spesiment swab orofaring dan nasofaring suspek virus corona, sejak Maret silam. Berdasarkan pemeriksaan dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) tersebut 3.784 terkonfirmasi positif, dan sisanya negatif.

Spesiment swab yang sudah dikirim ke laboratorium RT-PCR namun masih menunggu hasilnya sebanyak 36 spesiment. Sementara itu ada 91 terkonfirmasi baru, dan 6 orang meninggal dunia, ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG kepada awak media di Banda Aceh, Selasa (22/9/2020).

“Pemeriksaan spesimen swab terus ditingkatkan hingga memenuhi standar yang ditetapkan WHO dan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Ia juga melaporkan jumlah total pasien Covid-19 di Aceh saat ini mencapai 1.809 orang, 133 orang (7%) sedang dirawat di rumah sakit rujukan di RSUDZA Banda Aceh dan RSUD kabupaten/kota, 1.809 (93%) lainnya melakukan isolasi mandiri atau di tempat isolasi yang disediakan Pemerintah Aceh, dan kabupaten/kota.

Selanjutnya SAG merinci distribusi 91 kasus baru (konfirmasi) Covid-19 yang dilaporkan hari ini, meliputi warga Kota Banda Aceh sebanyak 18 orang, Aceh Besar dan Gayo Lues sama-sama 15 orang, Aceh Barat 8 orang, langsa dan Pidie masing-masing 6 orang.

Sementara itu, warga Pidie Jaya dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5 orang, Aceh Tamiang 4 orang, Nagan Raya 3 orang. Warga Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Simeulue, dan Subulussalam, bertambah kasus positif masing-masing 1 orang. Sisa 7 orang lagi merupakan warga dari luar Aceh.

Kumulatif Covid-19

Lebih lanjut SAG menjelaskan, dengan ada penambahan 91 kasus positif Covid-19 (konfirmasi) baru, secara akumulasi jumlah korban virus corona di Aceh sudah mencapai 3.784 orang. Rinciannya, 1.904 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau di tempat isolasi, 1.738 orang dinyatakan sembuh, 142 orang meninggal dunia.

“Ada 6 orang pasien Covid-19 (terkonfirmasi) yang dilaporkan meninggal dunia dan semua di Aceh Besar,” kata SAG.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau kasus probable secara akumulasi sebanyak 396 orang. Dari jumlah tersebut, 52 PDP/probable dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 323 sudah sembuh (selesai isolasi), dan 21 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 2.778 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.554 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 223 orang dalam proses isolasi dan dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19 , dan 1 orang isolasi di rumah sakit.[]

The post Satgas Covid-19 Aceh Periksa 12.773 Swab, 36 Swab Tunggu Hasil PCR appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur Aceh Kembali Perintahkan Bupati/Walikota Sosialisasi Covid-19 di Rumah Ibadah

Selasa, 22 September 2020

Banda Aceh– Setelah sosialisasi pencegahan Covid-19 dilakukan dengan melibatkan khatib melalui mimbar Jum’at, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah kembali menyurati para bupati dan walikota se-Aceh untuk terus mengedukasi masyarakat.

Kali ini para bupati dan walikota diminta melakukan sosialisasi dengan cara khusus di setiap Masjid, Meunasah dan Mushalla di setiap kabupaten/kota.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto dalam penjelasannya pada Selasa (22/9/2020), mengatakan perintah tersebut dituangkan Plt. Gubernur Aceh melalui Surat Gubernur bernomor 440/13738 yang dikeluarkan di Banda Aceh pada Senin 21 September 2020.

“Dalam suratnya, Plt. Gubernur Aceh berharap para bupati dan walikota meningkatkan sosialisasi melalui sejumlah langkah, seperti menggunakan pengeras suara di Masjid, Meunasah dan Mushalla setiap selesai shalat fardhu di gampong-gampong se-Aceh,” kata Iswanto.

Selain itu, Plt. Gubernur Aceh juga meminta para bupati dan walikota untuk melakukan siaran keliling dari tingkat kabupaten, kecamatan dan gampong minimal dua kali sehari di pusat-pusat keramaian.

“Selanjutnya juga memanfaatkan pengeras suara dan sarana pengumuman lainnya seperti radio, WhatsApp audio, atau medsos lainnya serta pusat-pusat informasi di pasar atau pusat pelayanan” sebut Iswanto.

Dalam surat tersebut, lanjut Iswanto, Plt. Gubernur Aceh juga meminta para bupati dan walikota menyampaikan pesan sosialisasi yang sekurang-kurangnya memuat tentang 3 M, yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.

Selanjutnya sosialisasi juga diminta berisi pesan untuk menghindari 3 T, yakni Tempat Sempit, Tempat Ramai dan Tempat yang Berjarak.

“Terakhir, setiap daerah diminta mengumumkan jumlah yang sudah positif terpapar virus Covid-19 di tingkat kabupaten dan kota agar diketahui oleh masyarakat di gampong-gampong,” kata Iswanto. []

The post Plt Gubernur Aceh Kembali Perintahkan Bupati/Walikota Sosialisasi Covid-19 di Rumah Ibadah appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt. Gubernur Aceh Dukung Pencanangan Zona Integritas BPS

Selasa, 22 September 2020

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan mendukung pencanangan zona integritas yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh. Pencanangan zona integritas dilakukan untuk menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan BPS se-Aceh.

Pencanangan zona integritas akan dilaunching oleh BPS pada 29 September 2020 sebagai bagian dari peringatan Hari Statistik Nasional.

“Saya mengucapkan selamat atas pencanangan zona integritas di BPS. Saya sangat mendukung atas segala pencapaian yang telah dilakukan menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” ujar Nova saat menerima kunjungan sejumlah petinggi BPS Aceh di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Selasa (22/9/2020).

Sementara Kepala BPS Aceh, Ihsanurijal, yang memimpin rombongan BPS saat beraudiensi dengan Plt Gubernur Aceh menjelaskan, pencanangan zona integritas di lingkungan BPS se-Aceh merupakan bagian dari kesungguhan BPS dalam mengukuhkan diri sebagai lembaga yang berkomitmen untuk mewujudkan wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani di seluruh unit kerja BPS.

Ihsanurijal mengatakan, pencanangan zona integritas akan dilaunching oleh BPS pada 29 September 2020. Kegiatan tersebut akan dilakukan secara daring yang dipusatkan di kantor BPS Provinsi Aceh di Banda Aceh dan diikuti oleh seluruh BPS kabupaten/kota. []

The post Plt. Gubernur Aceh Dukung Pencanangan Zona Integritas BPS appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Ketua dan Pengurus DWP di 4 Kabupaten dan Kota Resmi Dikukuhkan

Selasa, 22 September 2020

Banda Aceh – Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) masa Bakti 2019-2024 di 4 Kabupaten dan Kota resmi dikukuhkan oleh ketua DWP Aceh Safrida Yuliani, Selasa (22/09/2020).

Prosesi pengukuhan yang berlangsung secara virtual di aula Sekretariat DWP Aceh yang berada di kawasan Lampineung, Kota Banda Aceh tersebut disaksikan langsung oleh seluruh pengurus DWP Aceh. Dan tentunya, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Adapun Ketua DWP yang dikukuhkan yaitu Ketua DWP Kota Sabang, Cut Asriani, Ketua DWP Kabupaten Gayo Lues, Hj. Nurmasidah, Ketua DWP Kabupaten Aceh Jaya, Hj. Syarifah Sri Rahayu, dan Ketua DWP Kota Subulussalam, Samijawati.

Dalam sambutannya, Safrida Yuliani menyampaikan, sudah selayaknya DWP menguatkan kembali prinsip serta mengambil peran strategis dalam pembangunan suatu daerah, mengingat DWP adalah salah satu organisasi masyarakat perempuan terbesar di Indonesia saat ini.

Maka itu, kata Safrida, DWP perlu menyelaraskan diri dengan tuntutan perubahan lingkungan, sehingga DWP mampu meningkatkan kapabilitas dan mampu menyesuaikannya dalam rangka mendukung pencapaian pembangunan di daerah.

“Pada Munas DWP Desember lalu di Jakarta telah disahkan Rencana Strategis DWP 2019-2024 yang mengacu kepada Visi dan Misi Nasional. Renstra DWP 2019-2024 merupakan ungkapan tekad dan keseriusan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Pusat untuk mengembangkan organisasi yang modern dan profesional dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan zaman dalam rangka pembangunan daerah,” kata Safrida.

Sebagai wadah perkumpulan para istri Aparatur Sipil Negara (ASN), DWP harus berperan aktif dalam mendukung seluruh program kerja pemerintah khususnya membantu menyejahterakan anggota, keluarga, masyarakat sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, dan politik.

“Pemerintah Aceh saat ini sedang mengejar capaian program pembangunan untuk mewujudkan ‘Aceh Hebat’ yang sejahtera, maka sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkannya,” ujar Safrida.

Bukan hanya itu, DWP juga akan terus berkomitmen membantu pemerintah dalam upaya memberantas Covid-19 di Aceh dengan ikut serta mengkampanyekan penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan di lingkungan perkantoran. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan TP PKK Aceh untuk menyukseskan penerapan tatanan normal baru di seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

“Saya harapkan, DWP Kabupaten/ Kota bisa bekerjasama dengan Penasehat DWP atau Istri Bupati/ Walikota selaku Ketua TP PKK untuk meneruskan kegiatan serupa di daerahnya masing-masing. Paling kurang DWP dapat menerapkan protokol kesehatan di lingkungan keluarganya selanjutnya dapat dicontohkan oleh lingkungan sekitar. Dengan terlibatnya DWP akan memberi energi positif dalam mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Selain itu, DWP juga memiliki peran penting lainya yaitu ikut terlibat dalam pembentukan karakter anak usia dini dimana periode usia dini pada anak merupakan periode emas untuk pembentukan otak anak. Oleh karena itu keterlibatan DWP dalam menunjang program PAUD sangat diharapkan oleh pemerintah.[]

The post Ketua dan Pengurus DWP di 4 Kabupaten dan Kota Resmi Dikukuhkan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Sekda Serahkan SK PNS Pemerintah Aceh Formasi Tahun 2018

Selasa, 22 September 2020

Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes mengambil sumpah atau janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Aceh formasi CPNS Tahun 2018 dan menyerahkan SK pegawai 100 persen yang diselenggarakan secara virtual. Seremonial penyerahan diberikan kepada tujuh orang pegawai di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Selasa 22/09.

Sekretaris Daerah Aceh, dr.Taqwallah, M.Kes, Mengambil Sumpah/Janji PNS Pemerintah Aceh Formasi CPNS 2018 kepada tujuh orang perwakilan, yang disiarkan secara virtual, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (22/9/2020).

“Sumpah ini di samping disaksikan oleh diri sendiri dan yang hadir sekarang, penting disadari bahwa sumpah ini disaksikan oleh Allah. Hendaknya disampaikan dalam kesadaran yang penuh dan kemauan yang sungguh-sungguh,” kata Taqwallah.

Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Iskandar AP., mengatakan secara umum, pengambilan sumpah dan penyerahan SK 100 persen para abdi negara ini diberikan kepada 688 pegawai baik pegawai yang bertugas di Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) maupun Cabang Dinas di seluruh Aceh.

“Sesuai standar protokol kesehatan, masing-masing dari mereka mengikuti prosesi pengambilan sumpah ini di tempat mereka bertugas secara virtual. Cara ini kita lakukan untuk menghindari penumpukan massa,” kata Iskandar.

Iskandar berharap dengan telah mendapatkan SK 100 persen tersebut para PNS tersebut bisa mengabdi dengan semangat dan totalitas dalam bekerja.

Khusus untuk PNS yang bertugas di SKPA, penyerahan SK 100 persen akan diserahkan Selasa hari ini. Begitu juga dengan mereka yang bertugas di Cabdin Banda Aceh dan Aceh Besar. Sementara yang bertugas di kabupaten lain akan dikirimkan ke Kepala Cabdin Rabu 23/09 besok.

Salah satu pegawai yang menerima SK 100 persen, Shinta Maria Putri, berterimakasih kepada Sekda Aceh dr. Taqwallah, M.Kes yang telah menyerahkan langsung SK kepada dirinya. Ia merupakan guru yang ditempatkan mengabdi di SMA 1 Alafan Kabupaten Simeulue.

“Bahagia rasanya. Harapan saya di Alafan khususnya bisa ada lagi penambahan pegawai. Setelah di sana saya melihat kehidupan pendidikan masih memprihatinkan,” kata Shinta.

Hadir dalam kegiatan penyerahan SK tersebut  Asisten I, Asisten III, Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Inspektur Aceh, Kepala Biro Organisasi Setda Aceh, Kepala Biro Umum Setda Aceh serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh. []

The post Sekda Serahkan SK PNS Pemerintah Aceh Formasi Tahun 2018 appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Terus Berlanjut, Aksi Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Capai 4.756 kantong

Senin, 21 September 2020

Banda Aceh – Aksi donor darah sukarela Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Aceh terus berlanjut. Hari ini, Unit Transfusi Darah PMI Kota Banda Aceh berhasil mengumpulkan darah sebanyak 36 kantong, dari 3 Satuan Kerja Perangkat Aceh yang hari ini mendapat giliran berdonor darah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Isra Setda Aceh Zahrol Fajri, usai menerima data sementara jumlah pendonor darah ASN Pemerintah Aceh, dari Ketua PMI Kota Banda Aceh Qamaruzzaman Haqni, Senin (21/9/2020) sore.

“Alhamdulillah, hari ini dari 4 SKPA yang mendapat giliran berdonor darah, yaitu Baitul Mal, Majelis Adat Aceh, Majelis Permusyawaratan Ulama dan Majelis Pendidikan Darah, PMI berhasil mengumpulkan 36 kantong darah. Dengan tambahan ini, maka secara akumulatif jumlah darah yang berhasil dikumpulkan oleh ASN Pemerintah Aceh adalah sebanyak 4.756 kantong,” ujar Zahrol.

Karo Isra merincikan, 36 kantong darah yang disumbangkan hari ini terdiri atas, 10 kantong darah A, 7 kantong darah B, 2 kantong darah AB dan 17 kantong darah O.

Zahrol kembali mengimbau masyarakat untuk tetap mendonorkan darah secara sukarela, karena di masa pandemi kebutuhan darah tetap tinggi.

“Pemerintah Aceh mengapresiasi para ASN dan masyarakat yang telah secara sukarela mendonorkan darahnya demi saudara-saudara yang membutuhkan. Mari terus berdonor, jangan takut untuk mendonorkan darah. Kami optimis, gerakan donor darah ASN ini akan terus berlanjut, sehingga dapat  mengatasi krisis darah yang selama ini terjadi di PMI,” pungkas Karo Isra.[]

The post Terus Berlanjut, Aksi Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Capai 4.756 kantong appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Penderita Covid-19 Aceh : 1.408 Orang Sembuh dan 2.052 Orang dalam Perawatan

Minggu, 20 September 2020

Banda Aceh—Penderita Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh sebanyak 1.408 orang dinyatakan sembuh, 2.052 orang dalam perawatan, dan 134 orang meninggal dunia sejak Maret 2020. Sedangkan kasus positif Covid-19 (terkonfirmasi) hari ini sebanyak 68 orang yang distribusinya di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani atau akrab disapa SAG—dalam laporan hariannya kepada awak media di Banda Aceh, Minggu (20/9/2020).

“Jumlah total kasus Covid-19 Aceh secara akumulatif sudah mencapai 3.594 orang,” ujarnya.

Kemudian SAG menjelaskan distribusi 68 kasus baru (konfirmasi) Covid-19 meliputi warga Kota Banda Aceh sebanyak 21 orang, Kota Langsa 22 orang, dan Kabupaten Aceh Besar sebanyak 13 orang. Sedangkan warga Kota Sabang dan Kabupaten Gayo Lues sama-sama 3 orang. Warga Kabupaten Pidie 2 orang, dan sisanya 4 orang lagi dari luar daerah.

Kumulatif Covid-19

Selanjutnya SAG menjelaskan, dengan ada penambahan 68 kasus positif Covid-19 (konfirmasi) baru, secara akumulasi jumlah korban virus corona di Aceh sudah mencapai 3.594 orang. Rinciannya, 2.052 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri, 1.408 orang dinyatakan sembuh, 134 orang meninggal dunia.

“Ada 4 orang pasien Covid-19 (terkonfirmasi) yang dilaporkan meninggal dunia pada hari ini,  warga Kota Banda Aceh 2 orang dan 2 orang lainnya warga Aceh Besar,” kata SAG.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau kasus probable secara akumulasi sebanyak 387 orang. Dari jumlah tersebut, 58 PDP/probable dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 310 sudah sembuh (selesai isolasi), dan 19 orang lainnya meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 2.721 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.494 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 223 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19 (isolasi di rumah), dan 4 orang isolasi di rumah sakit.[]

The post Penderita Covid-19 Aceh : 1.408 Orang Sembuh dan 2.052 Orang dalam Perawatan appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Dinsos Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Badai Aceh Besar

Minggu, 20 September 2020

ACEH BESAR – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan masa panik untuk masyarakat korban badai yang merusak puluhan rumah di beberapa kecamatan di Aceh Besar, Minggu (20/9/2020).

Bantuan berupa sandang pangan tersebut diserahkan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Sya’baniar  mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri yang diterima oleh Kepala Dinas Aceh Besar Bahrul Jamil di halaman gedung logistik Aceh Besar, Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya.

Sya’baniar usai menyerahkan bantuan mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh mengantarkan bantuan sebagai bentuk rasa peduli kepada masyarakat Aceh Besar yang terkena musibah bencana badai yang terjadi pada    Sabtu 19 September 2020, kemarin.

“Atas perintah Pak Kadis Sosial Aceh, kami mengantarkan bantuan ini semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat korban bencana,” kata Sya’baniar.

Menurut Sya’baniar, memasuki musim pancaroba seperti saat ini, ancaman bencana badai, banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi membuat kita harus lebih waspada. Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT kata Sya’baniar dari tahun-tahun sebelumnya juga telah mengingatkan hal serupa agar tetap waspada saat memasuki musim pancaroba.

Karena itu sebagai pemerintah, pihaknya mengaku juga tidak akan lepas tangan terhadap musibah yang menimpa masyarakat Aceh. “Selain bantuan sandang pangan, kita juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Sosial dan BPBD nya untuk membantu apa yang mampu kita bantu,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh Barat Bahrul Jamil, mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh.

Menurut Bahrul, bantuan Dinas Sosial Aceh ini memang sangat mereka butuhkan mengingat sejumlah masyarakat di Aceh Besar menjadi korban bencana badai. Untuk itu, dia mengaku akan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang berhak, semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang jadi korban bencana.

“Pertama-tama kami Pemerintah Aceh Besar tentunya mengucapkan terimakasih atas bantuan Pemerintah Aceh. Bantuan ini insya Allah akan segera kami salurkan kepada masyarakat yang berhak,” katanya.

Menurut Bahrul, pendataan yang dilakukan dari sejak kemarin, Sabtu 18 September 2020, diketahui ada sebanyak  53 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 13 kecamatan yang rumahnya rusak akibat badai.

Sebagian masyarakat korban bencana yang rumahnya rusak parah terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga dan saudaranya, sementara yang rusaknya tidak terlalu parah langsung diperbaiki secara gotong royong oleh masyarakat setempat.

“Alhamdulillah kita juga sudah menyalurkan bantuan sejak kemarin, namun karena Aceh Besar ini terlalu luas, maka baru delapan kecamatan yang sudah tersalurkan. Insya Allah akan kita salurkan ke semua kecamatan dalam waktu dekat,” katanya.

Hadir pada penyerahan bantuan tersebut sejumlah pejabat di Dinas Sosial Aceh Besar, Camat yang daerahnya tertimpa bencana, dan para pilar-pilar kesejahteraan sosial.[]

The post Dinsos Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Badai Aceh Besar appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.

Plt Gubernur Tinjau Kesiapan Pengoperasian Mobile Laboratorium PCR di Labkesda Aceh

Sabtu, 19 September 2020

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, meninjau progres Lab kontainer Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk uji Swab Covid-19, di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah  (Labkesda), Jumat (18/09/2020).

Laboratorium kontainer tersebut merupakan laboratorium milik pemerintah Aceh yang akan digunakan untuk memeriksa spesimen dari pasien yang diduga terinfeksi Covid-19.

“Dengan adanya lab ini nantinya hasil pemeriksaan akan selesai dalam waktu satu hari. Jadi Penanganan pasien juga bisa lebih terarah dan tepat karena hasil tes swab bisa lebih cepat diperoleh,” kata Nova dalam keterangannya.

Nova mengatakan, progres kesiapan laboratorium sudah cukup baik dan sesuai standar penanganan sampel pemeriksaan Covid-19. Dengan adanya lab tersebut akan sangat mendukung pelaksanaan tes swab di Aceh tanpa harus menunggu waktu yang lama.

“Jadi lab ini kita akan diefektifkan sesegera mungkin. Jika memang efektif bila perlu kita akan tambah lagi,” kata Nova.

Selain di Labkesda, satu unit Laboratorium PCR Kontainer lain juga ditempatkan di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh.

Untuk kapasitas laboratorium mobile PCR tersebut masing-masing mampu menguji sampel swab sebanyak 750 sampel per hari.

“Kalau kedua sudah beroperasi akan mampu menguji sampa 1.500 sampel per hari. Itu kalau petugasnya bekerja siang-malam. Tapi kalau kita bekerja jam normal, mungkin kapasitas hariannya masing-masing mampu menguji 500 sampai 1.000 sampel,” ujar Nova.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan kesadaran masyarakat yang merasa dirinya punya gejala sakit yang mengarah ke covid-19 mulai meningkat. Hal itu ditandai dengan banyaknya masyarakat umum yang berdatangan memeriksakan diri ke Poliklinik Pinere Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Per hari 60 sampai 75 masyarakat datang memeriksakan diri ke Poliklinik Pinere ZA. Artinya sense of crisis masyarakat meningkat,” kata Iswanto.

Mereka yang datang memeriksakan diri ke Poliklinik Pinere adalah mereka yang merasa diri punya gejala dan pernah melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19. Kesadaran itu menjadi respon positif untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Aceh.

Dengan pemahaman masyarakat akan bahaya covid ini, Iswanto meyakini upaya bersama memberantas covid di Aceh akan menjadi mudah. Apalagi lintas pihak, mulai pemerintah, ulama, hingga tokoh masyarakat sampai ke tingkat gampong terus berupaya mengampanyekan bahaya covid di tengah masyarakat. []

The post Plt Gubernur Tinjau Kesiapan Pengoperasian Mobile Laboratorium PCR di Labkesda Aceh appeared first on BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH.